Dioperasikan Sejak Tahun 2001

Bus Unand Makan Korban


Sabtu, 13 Februari 2016 - 04:27:57 WIB
Bus Unand Makan Korban Warga melihat bus kampus Unand yang terguling akibat mengalami rem blong di depan gerbang kampus tersebut, di Limau Manis, Padang, Sumatera Barat, Jumat (12/2). (ANTARA)

Bus bantuan Presiden Megawati tahun 2001 lalu untuk Unand berakhir naas. Setelah beroperasi hampir 15 tahun, bus tersebut mengalami kecelakaan dan memakan korban jiwa. Pihak kampus memastikan ada uji berkala setiap enam bulan.

PADANG, HALUAN — Bus Kampus Unand yang hendak mengarah ke luar kampus, me­ngalami kecelakaan hingga terjun ke jalan bawah selepas gerbang kampus, Jumat (12/2) sekitar pukul 17.40 WIB. Dua orang korban dilaporkan tewas dan puluhan lainnya sempat mendapat perawatan di tiga rumah sakit.

Baca Juga : Hadiri Wirid di Perumda AM Padang, Hendri Septa Ajak Tingkatkan Kepedulian

Data yang dikumpulkan dari pihak Unand melaporkan, dalam peristiwa ini 32 orang jadi korban. Dua orang yang tewas itu adalah pengemudi bus BA 1849 BY, Asril Zaini (60) dan Mahasiswi Teknik Industri, Dewi Juni As­tuti angkatan tahun 2012.

 “Hingga saat ini, korban meninggal dua orang. Selain itu ada juga yang kritis, yakni maha­siswi FMIPA, Cici yang harus menjalani operasi karena pen­darahan di otak,”kata Wakil Rektor II Unand, Hermansyah.

Baca Juga : Pemko Padang Gelar Bimtek PPRG Tahun 2021

Informasi yang dikumpulkan Haluan, bus bantuan Presiden (Megawati) ini sudah beroperasi sejak tahun 2001 lalu. Saat kece­lakaan, bus melaju cukup deras dari dalam kampus ke arah Kota Padang. Begitu lepas dari ger­bang, pengemudi tak kuasa me­ngendalikan laju kendaraannya.

Jelang sampai TKP, bus ter­sebut menabrak satu unit mobil minibus jenis Suzuki Ertiga.  Na­mun, ia mampu mengen­dali­kan mobilnya hingga menghan­tam sebuah pembatas jalan dan masuk ke dalam jurang yang dibawahnya sudah menunggu aspal.

Baca Juga : Pandemi Belum Reda, Warga Padang Takut Berobat ke Puskesmas

Saksi Yuli (20) yang kebetu­lan melintasi sisi lain dari jalan tersebut melihat bus tersebut sangat kencang.

 ”Awalnya saya melihat bus itu seperti hilang kendali, dan benar saja saya melihat bus ter­sebut menghantam satu unit sepeda motor dan mobil. Na­mun, saya tidak lagi melihat motor yang terpental tersebut, bang. Saya hanya melihat satu unit mobil berputar 180 derajat sesaat setelah dihantam bibir bus tersebut,” terangnya.

Baca Juga : Jumlah Penerima BST di Padang Berkurang 2 Ribu KPM

 Rektor Unand Prof Tafdil Husni kepada wartawan me­ngaku akan menanggung seluruh biaya pengobatan yang dialami mahasiswanya dan masyarakat. “Semua biaya pengobatan akan kami tanggung, dan saya meminta kepada keluarga korban agar bersabar dan tidak panik karena hanya akan memperkeruh sua­sana,” kata Tafdil.

Peristiwa ini langsung men­dapat perhatian masyarakat ba­nyak. Sejumlah mahasiswa serta warga sekitar membantu proses evakuasi korban. Seluruh penum­pang termasuk sopir dibawa ke tiga rumah sakit, mulai dari Semen Padang Hospital, RS Yos Sudarso dan RSUP M Djamil.

Naas bagi Asril Zaini. Sopir bus Unand yang diketahui akan memasuki masa pensiun tahun depan itu mengalami pendarahan hebat di otaknya. Ia akhirnya ia tidak bisa diselamatkan lagi. Setelah mendapatkan perawatan intensif selama lebih kurang tiga jam di RSUP Dr. M. Jamil Pa­dang, ia menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat (12/2) sekitar pukul 20.40 WIB.

“Keluarga meminta Almar­hum Zaini dimakamkan di kam­pung halamannya di Kota Paya­kumbuh. Kami akan meng­ako­modir semuanya hingga ke tem­pat peristirahatan terakhir be­liau,” terangnya.

Menurut informasi  dari BEM Unand, korban yang dira­wat di RS Yos Sudarso adalah  Zulfitri (Akutansi) BP 13, Rejap Alpin (Peternakan) BP 13, Fi­triana (Peternakan) BP 13, Desi Simamora (Peternakan) BP 13, Indria Sari (Peternakan) BP 14, Alif Furrahman (Teknik Mesin) BP 15. Lalu di Semen Padang Hospital ada belasan, yakni Erva Nory, Floue Remanita, Febiola, Lovely Dwina, Tomi Firdaus, Hendrizal, Heni Boriani, Silvia Davina, Rio Alnafis, Tomi Sep­tin, Siska Dwi Yarni, Rezki Sukmajaya, Mutia Mawaddani, Yoni Afif, Fadila, Mis Z. Hu­mania, Geri Fernando, Rafki Saputra, Sauri Aulia P., Falzi Rolandio, Vinny Alvionita.

Sementara di RSUP M. Jamil yang menjalani perawatan adalah Asril Jaini, Ki David, Irma Nu­r­ah­mar, Andriani, Mega Mustika, Suci, Iqbal Anahara, Nurhayati, Vera Nurmala, Sonia Irma No­vita, Rozaqna, Monika Septiani, dan Risya Utar.

Mengenai usia bus yang me­ngalami kecelakaan tersebut, Tafdil Husni menyebut bahwa bus tersebut telah beroperasi sejak tahun 2001 silam. “Namun, setiap enam bulan kita selalu melakukan uji berkala terhadap bus tersebut,” katanya.

Akan Evakuasi

Melalui sambungan telepon, Kasat Lantas Polresta Padang, AKP. Indra Sandy kepada Haluan mengatakan saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak pengelola bus kampus untuk penanganan bus kampus yang terjungkir tersebut.

“Saat ini kita akan upayakan semaksimal mungkin untuk mengevakuasi bus tersebut de­ngan menggunakan derek milik Polresta Padang yang kita miliki. Namun ternyata, derek tersebut tidak cukup mampu mengangkat beban mobil tersebut,” terang Indra.

Lanjutnya, ia bersama jajaran­nya dengan dibantu oleh tim Sabhara Polresta Padang dan Polsekta Pauh akan tetap meng­upayakan kondisi terbaik agar bus tersebut bisa secepatnya dipindahkan.

“Tentu harus secepatnya di­pin­dahkan, mengingat ini menu­tup akses jalan pintas menuju perkampungan Limau Manis bagi warga yang melewati jalan tersebut, ditambah dengan kursi yang menahan beratnya bus ter­sebut tentu sewaktu-waktu akan memperparah keadaan jika tak tertopang lagi. Mengenai penye­bab kecelakaan, kita akan seli­diki penyebab kejadian ini,” pungkasnya. (h/mg-adl)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]