Curah Hujan Tinggi

Batang Bangko Meluap


Senin, 15 Februari 2016 - 02:19:51 WIB
Batang Bangko Meluap

SOLSEL,HALUAN—Dampak banjir aki­bat meluapnya Batang Bangko dan be­berapa anak sungai yang ada di Solok Selatan, diduga karena adanya aktivitas pembukaan lahan baru oleh sebagian masyarakat di hulu batang Bangko. Te­patnya, di kawasan hutan lindung yang berdekatan dengan PT Supreme Energy Muara Labuh (PTSEML). Selain itu,  intensitas curah hujan yang cukup tinggi juga salah satu penyebab kerena debit air cenderung meningkat.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perke­bunan Solsel, Tri Handoyo menyebutkan ada kecenderungan masyarakat berladang atau membuka lahan baru di sekitar PTSEML, sedangkan pihak PTSEML sendiri tidak ada aktivitas yang merusak ekosistim.

Baca Juga : Harga Sembako di Pasar Tradisional Merangkak Naik

“Hal itu diduga sebagai modus sebagian masyarakat, jika ditemukan kandungan sumber gas di lokasi tersebut, mereka nantinya akan meminta ganti rugi,” kata Tri Handoyo ketika dihubungi Haluan (11/2).

Ia mengatakan, sebelumnya pihak PTSEML pernah melaporkan kejadian tersebut kepada pihaknya dan Polres Solsel karena membuka lahan berupa ladang di kawasan milik PTSEML. “Mereka biasanya tiap pekan (Sabtu/Minggu) sekitar 90 orang untuk berladang. Padahal, pihak PTSEML saja sangat hati-hati dan tidak boleh membuka lahan karena merupakan hutan lindung,”lanjutnya.

Baca Juga : Pengendalian Inflasi, Pemko Padang Panjang Pantau Harga Sembako Selama Ramadan dan Lebaran

Selain itu, curah hujan yang cukup ekstrim diyakini sebagai penyeban uta­ma.

”Memang curah hujan sangat ekstrim karena tidak di Solsel saja kemudian unsur pembukaan lahan itu akan mempercepat proses erosi dan sebagainya,”terangnya.

Baca Juga : Persentase Sembuh Pasien Covid-19 Padang Panjang Tertinggi di Sumbar

Disamping itu, Tri Handoyo me­nye­butkan bagaimanapun bagusnya hutan jika curah hujan telah melebihi kapasitas tanah tidak mungkin bisa menampung lagi.” Tanah tersebut menyerap air, tapi apabila mencapai titik jenuh tetap saja akan menghanyutkan pepohonan,” tandasnya.

Pihak Dinas Kehutanan tidak pernah memberikan ijin pembukaan lahan dika­wasan hutan lindung seperti di hulu sungai Batang Bangko. “Kami melakukan pe­meriksaan atau patroli secara priodik bersama kepolisan dan pihak PTSEML, tapi mereka pintar sembunyi,”katanya.

Baca Juga : Mantap! 57 Siswa SMA 1 Sumbar Sembuh dari Covid-19

Sementara,  Manager Field Rela­tions PTSEML, Nof­rin Napilus menga­takan yang di luar areal perusahaan pi­haknya tidak mengetahui seberapa jauh masyarakat melakukan pembukaan lahan tapi, yang dalam areal PTSEML masih dalam kontrol.

“Lahan resmi yang ada ijin dari pemerintah yang digunakan PTSEML tidak ada masalah dan semua dalam pengawasan pemerintah,”tuturnya.

Penjabat Bupati (Pj) Solsel, Erizal menyebutkan jika kejadian banjir bandang adalah siklus, dimana banjir serupa pernah terjadi setiap dua puluh tahun sekali.”Jika ada pembukaan lahan atau ilegal logging tentunya terjadi tiap tahun sedangkan kejadian ini terparah sejak duapuluh tahun lalu,”katanya.

Diperkirakan kondisi Solsel masih dalam tanggap darurat bencana dan Pem­kab Solsel telah memberikan edaran melalui kecamatan untuk atisipasi bencana. “Kami imbau masyarakat lebih waspada terhadap cuaca karena bencana tidak dapat diprediksi,”tambahnya.

Kapolres Solsel, AKBP Ahmad Basahil menyatakan pernah mendapatkan laporan terkait klaim masyarakat terhadap lahan atau Hak Guna Usaha (HGU) PT­SEML. ”Kita sudah mulai melakukan pemanggilan terhadap orang-orang  yang terindikasi melakukan kegiatan menggunakan lahan HGU PTSEML dan nanti akan dilakukan pengecekan karena pemerintah telah mengeluarkan ijin HGU PTSEML,” tutupnya. (h/jef)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]