Pasca Bencana Solsel

Korban Banjir Mulai Terserang Penyakit


Senin, 15 Februari 2016 - 02:20:27 WIB
Korban Banjir Mulai Terserang Penyakit

SOLSEL,HALUAN — Penyakit mulai menyerang masyarakat pasca galodo yang melanda Solok Selatan (Solsel). Mulai dari penyakit infeksi kulit, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), demam dan penyakit diare.

“Dari jumlah kunjungan, surveilan, dan pelayanan ke­sehatan keliling yang dilak­sanakan, sejumlah penyakit yang mulai menyerang warga yang menjadi korban banjir di anta­ranya infeksi kulit, ISPA, demam  dan diare. Data sam­pai (13/2) jumlah warga yang terserang penyakit pascabanjir sebanyak 917,” kata Kepala Dinas Ke­sehatan Solsel, No­virman.

Baca Juga : Harga Sembako di Pasar Tradisional Merangkak Naik

Ia menyebutkan, penyakit menjangkit hampir merata di nagari yang dilanda banjir, seperti di Jorong Kampung Tarandam,  Jorong Kiambang dan Jorong Benteang. “Se­mentara tempat lainnya tidak begitu ekstrem,” ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa Dinas Kesehatan telah mem­buka posko kesehatan di Pus­kesmas Muaralabuh serta memberikan pelayanan kese­hatan keliling dengan meng­gunakan Puskesmas Keliling sebanyak lima unit, satu dari RSUD Solsel dan satu lagi dari PMI Sumbar.

Baca Juga : Pengendalian Inflasi, Pemko Padang Panjang Pantau Harga Sembako Selama Ramadan dan Lebaran

“Kami mengerahkan 10 dokter untuk memberikan pelayanan kesehatan keliling, yang dibantu 30 orang pe­rawat, 10 bidan desa dan tenaga surveilan sebanyak 10 orang,”katanya.

Ia menyebutkan, pasca banjir. Lumpur yang meng­e­ring menyebabkan debu. “Ka­mi juga mulai menyalurkan masker untuk mengantisipasi merebaknya ISPA. Sedikitnya  telah 3.000 masker kami berikan kepada masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga : Persentase Sembuh Pasien Covid-19 Padang Panjang Tertinggi di Sumbar

Sedangkan ketersediaan obat-obatan, hingga kini ma­sih mencukupi. Selain dari persediaan pihaknya, juga telah datang bantuan obat-obatan dari Provinsi Sumbar dan Fakultas Keperawatan Unand. “Pada  (14/2), Pol­tekkes Kemenkes di Padang juga akan memberikan ban­tuan obat-obatan,” katanya.

Sementara, warga Jorong Bentiang, Nagari Bomas, Yasn­ingsih menyebutkan dua orang anaknya masing-masing berusia sembilan dan sebelas tahun menderita gatal-gatal akibat infeksi kulit. “Kedua anak saya telah mendapatkan pengobatan melalui pela­yanan kesehatan keliling saat mengunjungi kami,”katanya.

Baca Juga : Mantap! 57 Siswa SMA 1 Sumbar Sembuh dari Covid-19

Sedangkan di Jorong Su­ngai Duo, Nagari Luak Ka­pau, Kepala Jorong setempat, Jumadi menyebutkan se­jum­lah warganya yang turut men­jadi korban banjir bandang mulai dihinggapi sejumlah penyakit, seperti gatal-gatal dan terduga demam berdarah dengue (DBD). “Setidaknya sudah tiga anak yang men­derita demam dan satu orang DBD. Mereka telah berobat ke Pustu terdekat,” tu­tup­nya. (h/jef)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]