Bupati/Wako Mulai Sibuk

Dari Kirim Bantuan Hingga Tekanan Politik


Jumat, 19 Februari 2016 - 03:55:13 WIB
Dari Kirim Bantuan Hingga Tekanan Politik BUPATI Agam Indra Catri dan Bupati Solsel terpilih, Muzni Zakaria menyaksikan penyerahan bantuan untuk korban bencana. (JEFLI)

SEBANYAK 12 kepala daerah di Sumbar yang dilantik Gubernur Irwan Prayitno, Rabu (17/2) sudah mulai melakukan aktifitas. Kegiatan mereka, beberapa di antaranya berhasil “diintip” tim liputan Haluan di Kabupaten Solok Selatan, dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Bupati Agam Indra Catri memberikan bantuan untuk korban bencana. Dalam kunjungannya, ia disambut Bupati terpilih Solsel, Muzni Zakaria di Posko tanggap darurat bencana daerah.

Baca Juga : Menanti Tuah Hendri Septa Mengembalikan Padang Pusat Bisnis dan Perdagangan

Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang. Kita bersaudara, bantuan tersebut diharapkan bisa meri­ngankan beban saduara-saudara kita di Solsel,” dikatakan orang nomor satu di Agam itu saat diwawancarai awak media.

Dalam menghadapi bencana kita harus bersatu, imbuhnya.  Menurutnya, hal ini dilakukan bukan saja sekarang tapi, dari dahulu memang sudah begitu, apalagi Sumbar keseluruhan daerah rawan bencana.

Baca Juga : Tidak Ada Tempat untuk Terorisme

Ia berharap, kedatangannya ke Solsel menjadi semangat dan menjadikan hubungan semakin dekat.” Apalagi, saya urang su­mando di Solsel,”candanya. Ban­tuan yang diberikan berupa sayu­ran, logistik dan uang tunai.

Sementara, Bupati terpilih Solsel, Muzni Zakaria, kendati belum dilantik sebagai bupati defenitif mengucapkan rasa teri­ma­kasih dan apresiasi kepada Bupati Agam.”Kami merasa senang dan bahagia mendapatkan perhatian dari Pemkab Agam, semoga menjadikan hubungan lebih akrab lagi kedepannya. Hendaknya, bantuan yang telah diberikan bermanfaat untuk masyarakat,”tutupnya.

Baca Juga : Demi Keadilan, Demi Kebenaran

Berbeda dengan Indra Catri yang sudah “me­leng­gang” hingga ke Solok Selatan, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lima­puluh Kota Irfendi Arbi dan Ferizal Ridwan justru dihadap­kan pada persoalan politik. Pan­sus Penyelenggaran Pilkada yang dibentuk DPRD Limapuluh Ko­ta yang mempersoalkan Pilkada Kabupaten Limapuluh Kota ma­sih tetap berlanjut.

 Rencananya, Jumat (19/2) ini Pansus akan membacakan rekomendasi terhadap kinerja Pansus Penyelenggaran Pilkada pada sidang internal DPRD Kabu­paten Limapuluh. Hal ter­sebut, dinyatakan oleh Ketua Pansus Penyelenggaran Pilkada Ka­bupaten Limapuluh Kota, Tedi Sutendi pada Kamis (18/2) sore.

Baca Juga : Bakal Ada Ratusan Kepala Daerah Tanpa Pilihan Rakyat

 ”Pansus Penyelenggaran Pilkada yang kita bentuk tetap berlanjut. Jumat akan dibacakan hasil dari rekomendasi dalam sidang internal DPRD Kabu­paten Limpuluh Kota,”terang Tedi Sutendi. Dalam sidang pari­purna internal tersebut, Pansus yang akan menyerahkan hasil kinerja ke pimpinan DPRD Ka­bu­paten Limapuluh Kota untuk ditindak lanjuti.

“Rekomendasi Pansus, yakni yang berkaitan dengan Pilkada Kabupaten Limapuluh Kota. Terutama terhadap penggunaan anggaran Pilkada yang berasal dari APBD Kabupaten Limapu­luh Kota senilai Rp 22, 6 Miliar. Selain itu, Pansus juga melahir­kan rekomendasi terhadap proses Pilkada oleh KPU Kabupaten Limapuluh Kota,”terang Ketua DPC Hanura Kabupaten Lima­puluh Kota tersebut.

Diceritakannya, Pansus Pe­nye­lenggara Pilkada Kabupaten Limapuluh Kota terbentuk ber­dasarkan adanya dugaan terhadap pemborosan penggunaan ang­garan Pilkada. “Contohnya saja, terhadap Alat Peraga Kampanye yang dibuat dan dipasang KPU. Baru beberapa dipasang, sudah rusak. Padahal ini menggunakan keuangan daerah. Disini fungsi pengawasan dewan sehingga perlu dibentuk Pansus Pilkada,”terangnya.

Katanya, Pansus Pe­nyeleng­gara Pilkada terbentuk, jauh-jauh hari sebelum dilakukannya pemi­lihan terhadap Pilkada Kabu­paten Limapuluh Kota. “Satu bulan sebelum hari pemilihan, pansus ini telah diben­tuk,” ucapnya lagi.

Setelah terbentuk, Pansus juga telah melakukan beberapa kali konsultasi dan studi banding. Yakni konsultasi ke Ketua Umum DPP PPP, konsultasi ke DKPP, konsultasi ke  Komisi II DPR-RI, konsultasi ke Komisi III DPR-RI. Serta  studi banding ke KPU Kabupaten Bekasi, dan DPRD Kabupaten Bekasi.

Sementara, hari pertama ki­nerja Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Limapuluh Kota langsung mengumpulkan seluruh pejabat eselon  II dan III di aula Kantor Bupati  Lima­puluh Kota . Dalam rapat perdana Bupati Irfendi Arbi dan Wakil Bupati Ferizal Ridwan tersebut, selain untuk bersilaturahmi, kedua pimpinan Limapuluh Kota meminta  kepada seluruh  pe­jabat Pemkab Limapuluh Kota untuk tanggap terhadap bencana.

Sidak

Hari pertama masuk kerja, Bupati Padang Pariaman, H. Ali Mukhni langsung melakukan Sidak ke bebarapa kantor Dinas dan camat serta melakukan rapat koor­dinasi dengan seluruh pim­pinan SKPD, Kepala bagian, camat.

Kepala Bagian Humas, Hen­dra Aswara yang dihubungi Ha­luan, Kamis (18/2) menyampai­kan, hari pertama kerja pasangan Bupati dan wakil Bupati yang baru dilantik langsung melaku­kan aktifitas kerja.

Menurut Hendra, usai dilan­tik gubernur, bupati dan wakil bupati langsung melakukan serah terima jabatan dan pisah sambut dengan Pj. Bupati, Rosnini Savitri.

Pagi ini (Kamis-red), Bupati langsung melakukan Sidak pada beberapa kantor camat dan dinas yang dilaluinya menjelang kantor Bupati di Paritmalintang. Se­men­tara itu Wakil Bupati, ditu­gas­kan mewakili Bupati acara Muzaka­rah dengan MUI di Kan­tor Bupati lama di Kota Pa­riaman.

“Sebelum acara rapat koor­dinasi dengan Pimpinan SKPD, Kepala bagian dan camat pukul 14.00wib, bupati melakukan sidak ke beberapa kantor dinas dan camat,” aku Hendra.  (*)

 

Laporan: JEFLI, DADANG & DEDI

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]