Ketika Dana Desa Menjadi Rp2 M


Senin, 22 Februari 2016 - 02:33:37 WIB

Pemerintah telah menyusun ren­cana tentang peningkatan dana desa dari tahun ke tahun. Dana desa akan mengalami pening­katan 50 persen setiap tahunnya. Diperkirakan pada 2019 men­datang setiap desa/nagari akan menerima Rp2 miliar per nagari/desa. Tentu saja kesiapan aparatur nagari/desa agar bisa mengelola dana ini sebaik mung­kin agar tidak menjadi ‘nikmat mem­bawa sengsara’.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ke­men­­terian Desa, Daerah Tertinggal dan Trans­migrasi, Anwas Sanusi mengatakan pada tahun 2017 men­datang rata-rata 74.093 desa/nagari di Indonesia akan mendapat kucuran dana desa dari Anggaran Penda­patan Belanja Negara (APBN) murni men­capai Rp1 miliar per nagari/desa.

Dengan besarnya dana yang lang­sung dikucurkan ke Rekening Kas Umum Desa (RKU Desa) diharapkan dana ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Guna menunjang pelaksa­na­an pecairan dana desa agar tepat sa­saran, Kementerian tengah me­rekrut tenaga ahli pendamping dana desa.

Bila dibandingkan tahun lalu akan sa­ngat berbeda mengingat tahun lalu itu dibagi da­lam tiga tahap dan butuh waktu dan pro­ses administrasi yang rumit. Tahap I sebesar 40 persen, tahap II 40 persen dan tahap III 20 persen. Setidaknya tahun ini dana desa naik dua kali lipat atau lebih 100 per­sen da­ri yang sebelumnya nagari/desa me­ne­rima Rp300 juta namun tahun ini men­dapat Rp600 hingga 750 juta per desa/nagari.

Butuh dana Rp300 triliun untuk me­ngen­taskan daerah tertinggal di Indonesia. Sedangkan saat ini Kemen­terian hanya memiliki dana Rp1,8 triliun per tahunnya untuk program ini. Tentu saja dapat diba­yangkan dengan dana sebesar itu berapa lama akan tuntas daerah tertinggal di Indonesia. Di Indonesia ada 122 kabupaten ätau 33 ribu desa/nagari di dalamnya yang masuk dalam kategori tertinggal. Tiga di antaranya ada di Sumbar. Tiga daerah itu yaitu, Kepu­lauan Mentawai, Kabupaten Pasaman Barat dan Solok Selatan.

Agar dana desa yang telah dan akan dikucurkan oleh pemerintah pusat benar-benar dapat membawa manfaat dan kema­juan, sebaiknya pemerintah juga menyiap­kan berbagai program untuk melatih para pemang­ku kebijakan di desa. Pada sisi lain, perangkat desa jangan pula merasa hebat sendiri, sehingga tidak bersedia mengikuti pelatihan. Jika mau berju­jur-jujur, kondisi realnya, banyak perangkat desa yang tidak mengerti dengan sistem admisnistrasi pem­bukuan, membuat neraca dan lainnya.

Yang tidak kalah penting dalam menye­lesaikan berbagai persoalan di desa, adalah menjaga kokompakan di dalam perangkat desa itu sendiri. Faktanya yang terjadi, banyak perang­kat desa yang tidak berbai­kan. Semua­nya diduga karena adanya saling tarik-menarik kepentingan antara satu dengan lainnya. Tantangan-tantangan seperti itu hanya bisa dilalui dengan ke­kom­pakan, kerja sama dan ke­inginan bersama untuk maju dan terus maju. **



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com


[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 10 Desember 2019 - 13:52:25 WIB

    Ketika Banyak Parpol Jera dengan Pemilu Serentak

    Ketika Banyak Parpol Jera dengan Pemilu Serentak HARIANHALUAN.COM-Sejauh ini, PDIP, PPP, PAN, Golkar, Gerindra, NasDem, dan Demokrat ingin pileg dan pilpres kembali dipisah seperti dulu.  Tinggal PKS dan PKB yang belum menentukan sikap..
  • Senin, 14 November 2016 - 23:47:02 WIB

    Ketika Bupati Gowa Gugat BPJS Kesehatan

    “Ini baru pemimpin. Berani pasang badan untuk warganya,” celetuk seorang warga Kota Padang, ketika membaca berita yang berjudul “Iuran BPJS Bebani Warga, Bupati Gowa Gugat ke MK” di sebuah portal berita..
  • Jumat, 04 Desember 2015 - 03:59:09 WIB

    Ketika DPR Memburu Rente

    Ketika DPR Memburu Rente Beberapa pekan terakhir, Presiden Joko Widodo (Jo­kowi) nampaknya sedang gundah gulana. Karena ternyata bukan desa­kan reshuffle yang menguat, tapi justru urusan “skan­dal” percaloan saham PT Freeport Indonesia yang me.

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM