Penurunan Harga Saham Perbankan Temporer


Selasa, 23 Februari 2016 - 02:43:17 WIB

JAKARTA, HALUAN —Bursa Efek Indonesia (BEI) me­nilai bahwa penurunan har­ga saham sektor per­ban­kan akhir pekan lalu bersifat temporer yang disebabkan kepanikan investor menyu­sul munculnya rumor me­ng­e­­­nai pembatasan maksimum marjin bunga bersih, atau “net interest margin” (NIM) bank oleh regulator.

“Pelaku pasar bereaksi secara spontan berdasarkan informasi yang kurang tepat. Di­isukan bahwa dalam waktu dekat akan ada kebijakan yang mengatur marjin suatu industri, dalam hal ini perbankan,” ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Jakarta, Senin (22/2).

Ia mengemukakan bahwa saham-saham perbankan turun sekitar 4,5 persen pada akhir pekan lalu (Jumat, 19/2). Total nilai perdagangan pada sektor perbankan mencapai Rp3,18 triliun dan frekuensi 55.889 kali, yang hampir mencapai 40 persen dari total transaksi pada hari itu.

Dari nilai kapitalisasi pasar saham, dipaparkan, total nilai kapitalisasi turun Rp86 triliun. Dari nilai tersebut, nilai kapitalisasi perbankan turun 3,54 persen atau Rp41,4 triliun. Padahal Indeks bank selama empat hari berturut-turut naik sebesar 1,39 persen.

Tito Sulistio me­nam­bah­­kan bahwa informasi yang beredar di pasar seringkali ditanggapi se­ketika dan masif oleh investor, apalagi ak­tivi­tas transaksi per­da­gang­an saham di BEI di­pro­ses secara elektronik se­hingga mempercepat rea­ksi pasar atas suatu informasi yang mungkin belum dapat dipastikan validitasnya.

“BEI percaya, peraturan yang ada di pasar modal Indonesia tidak akan berupa suatu kebijakan yang akan me­ngintervensi pasar, apa­lagi mengatur untuk mem­batasi tingkat keuntungan suatu industri, beberapa saham sektor perbankan juga sudah mulai me­ning­kat,” katanya seperti diwartakan antara.

Pada dasarnya, Tito Sulistio mengatakan bahwa industri pasar modal Indonesia beroperasi secara bebas, terbuka, dan transparan. Industri berharap akan ada suatu stimulus dari regulator yang akan memberikan insentif bagi yang menjalankan operasi secara efisien.

“BEI percaya, tidak akan ada intervensi dalam bentuk peraturan yang bisa mem­batasi keuntungan margin suatu industri, yang betul adalah Otoritas Jasa Ke­uang­an akan memberikan stimulus yang intinya akan memberikan insentif,” katanya.

Sementara itu, Kepala Riset Universal Broker In­do­­nesia, Satrio Utomo me­ngatakan bahwa pergerakan indeks BEI pada awal pekan ini (Senin, 22/2) berada dalam kisaran terbatas, masih dipengaruhi oleh sen­timen NIM perbankan.

“NIM itu ibarat laba kotor dari sebuah peru­sa­ha­an. Kalau laba kotor ke­mu­di­an dipotong cukup besar maka laba bersihnya akan terpengaruh,” kata­nya. (h/yan)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 06 Mei 2019 - 16:44:40 WIB

    ITK Sumbar Alami Penurunan

    ITK Sumbar Alami Penurunan PADANG, HARIANHALUAN.COM - Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Sumbar yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan yang saat ini berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang pada Triwulan I - 2019 mengalami penuruna.
  • Senin, 28 Maret 2016 - 03:11:49 WIB

    Penurunan Suku Bunga Acuan Picu Pertumbuhan Ekonomi

    PADANG, HALUAN — Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) dari 7 persen menjadi 6,75 persen, diharapkan bisa memicu pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat (Sumbar) yang dominan akan berpengaruh kepada sektor perta.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]