Dugaan Korupsi di Pemko Padang Panjang

Tiga Eks Bendahara Pemko Diperiksa


Rabu, 24 Februari 2016 - 01:59:46 WIB
Tiga Eks Bendahara Pemko Diperiksa

PADANG PANJANG, HALUAN — Guna pengembangan kasus dugaan korupsi di Pemerintah Kota (Pemkot) Padang Panjang, tiga orang mantan bendahara pemko, satu persatu harus berhadapan dengan penyidik selama dua jam di ruang tertutup, Selasa (23/1) siang.

Pantauan Haluan di Ma­polres Padang Panjang, para saksi berhadapan dengan penyidik Tipikor secara bergantian sejak pukul 10.00 WIB, dan baru ber­akhir pukul 15.00 WIB. Saat proses penyidikan be­r­lang­sung, sayup-sayup terdengar sejumlah pertanyaan pe­nyidik pada ketiga orang saksi tersebut.

Baca Juga : Penyekatan Dimulai, Ratusan Kendaraan Diputarbalik Saat Hari Pertama

Sejumlah pertanyaan yang terdengar dilontarkan penyidik pada mantan ben­dahara itu yakni, kapan pencairan dana, dan apakah pencairan dana itu sesuai peraturan. Selain itu pe­nyidik juga menanyakan penyebab dipercepatnya pencairan dana.

“Kenapa dana itu di­per­cepat atau dipaksa di­ke­luar­kan cepat apakah itu boleh, dan kenapa anda berani mencairkan dana tidak se­suai batas waktu, atau de­ngan ketentuan yang ber­laku,” tanya penyidik pada salah seorang mantan ben­da­hara Pemkot Padang Pan­jang, yang dipanggil sebagai saksi oleh penyidik.

Baca Juga : Pascalarangan Mudik, Dua Maskapai Ini masih Beroperasi di BIM

Mendengar pertanyaan penyidik, saksi sempat bi­ngung dan berpikir sejenak se­belum menjawab per­ta­nyaan.”Pencairan dana me­mang dipercepat, dan itu bisa saja dilakukan,”tutur saksi pada penyidik singkat.

Tiga orang saksi, yang dimintai keterangan pe­nyi­dik tersebut diperiksa da­lam ruangan tertutup. Tanya ja­wab antara penyidik de­ngan saksi, yang terdengar ini saat pintu ruangan ter­buka, di­mana saat itu pe­nyidik keluar masuk rua­ngan guna mengambil ke­per­luan serta dokumen lain, yang dipre­diksi akan di­per­lihatkan kepada tiga orang saksi ini.

Saat Haluan me­na­nya­kan kelanjutan kasus du­gaan korupsi yang tengah diproses itu, Penyidik masih eng­gan menjawab, dan ha­nya tertawa manis pada se­jumlah wartawan yang saat itu tengah berkumpul me­nung­gu konfirmasi di Ma­pol­res Padang Panjang.

Guna menguak dugaan korupsi anggaran rumah tang­ga ini, ternyata be­be­rapa waktu lalu penyidik Tipikor Mapolres Padang Pan­jang telah meminta ke­te­rangan sedikitnya tujuh orang saksi. Informasinya, dari tujuh saksi tersebut dua orang saksi menyandang status Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Terkait adanya tiga orang saksi yang diperiksa pe­nyidik ini, saat di­kon­firmasikan pada Kasat Res­krim Polres Padang Pan­jang, Iptu Ismet meminta wartawan untuk ber­sa­bar,” Sabar ya, nanti setelah se­muanya selesai Ka­po­l­resta Padang Panjang sen­diri, yang akan memaparkan kasus ini secara transparan dan terbuka,”ujarnya sing­kat. (h/mg-pis)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]