Kemenkes RI Dukung Tujuh Pesan Sikerei


Rabu, 24 Februari 2016 - 02:00:32 WIB
Kemenkes RI Dukung Tujuh Pesan Sikerei Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet menyerahkan Tujuh Pesan Sikerei kepada staf ahli Menkes, Sri Heni Susilowati disaksikan Wagub Nasrul Abit. (ISRA)

PADANG, HALUAN – K­e­menterian Kesehatan Re­publik Indonesia siap men­dukung program-program kesehatan di Kepulauan Mentawai. Termasuk pro­gram tujuh pesan Sikerei yang diharapkan adanya penyatuan antara kearifan lokal dan dunia kesehatan modern.

Menteri Kesehatan Dju­wita Nila Moloek yang di­wakili Staf Ahli Menteri Ke­se­hatan, Sri Heni Susilowati saat kunjungan ke Kab­u­paten Kepulauan Mentawai Senin (22/2) kemarin me­ngatakan, pemerintah pusat akan me­nyo­kong program-program Kabupaten Men­tawai dalam merealisasikan tujuh pesan Sikerei. Seperti mem­fa­sili­tasi anak-anak untuk sekolah perawat, be­ker­jasa­ma de­ngan Per­gu­ruan Tinggi (PT) untuk melahirkan dokter dari Mentawai. Serta me­nem­patkan dokter pada de­sa-desa di daerah pelosok Men­tawai.

Baca Juga : 497 WBP Lapas Kelas IIA Padang Terima Remisi Lebaran

“Kita sangat me­ngapre­siasi program ini, adanya kolaborasi antara tokoh adat dengan tokoh pengobatan, kita berharap kondisi tetap berjalan dengan baik ke de­pan. Agar ada sinergi ke­se­hatan modern dengan tra­disional,” katanya ke­pada awak media usai pe­luncuran 7 pesan Sikerei didampingi Wakil Gu­ber­nur Sumbar, Nasrul Abit dan Bupati Ke­pulauan Men­ta­wai, Yudas Sabaggalet.

Wakil Gubernur Sum­bar, Nasrul Abit me­nga­takan, Pemprov Sumbar men­dukung upaya Pemkab Mentawai dalam me­ning­katkan pelayanan kesehatan di Mentawai. Pemprov Sum­­bar ju­ga berkomitmen ikut mendukung pem­ba­ngunan sarana pendukung lainnya. “Kita sangat men-dukung program ini, karena ini adalah kebutuhan dasar masyarakat,” sebut Wagub, Nasrul Abit.

Baca Juga : Malamang, Tradisi Lebaran yang Tak Dimakan Waktu

Adanya peningkatan ak­ses jalan serta infra­struktur lainnya secara otomatis juga dapat mendukung program kesehatan. Nasrul Abit juga mengapresiasi Bupati Men­tawai karena untuk ang­ga­ran kesehatan di Kepulauan Men­tawai dari APBD sudah diatas angka 10 persen. “Jadi nanti yang harus menjadi prioritas adalah bagaimana kesehatan dasar terlebih dahulu di­benahi, seperti penuntasan penyakit ma­laria, gizi buruk, penu­runan angka kematian bayi dan Ibu,” ujarnya.

Dengan anggaran yang sudah ada dan jumlahnya cukup besar, diharapkan masalah kesehatan  di Ke­pulauan Mentawai ini akan dapat di tekan terus. Se­hingga kualitas hidup ma­syarakat dapat meningkat dengan baik. “Nanti akan dibangun Trans Mentawai, jadi artinya akan ada jalan di pulau-pulau, sehingga akan lebih mempermudah masyarakat menuju pusat-pusat pela­yanan kesehatan dengan cepat “ katanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mentawai Yuddas Sabaggalet menjelaskan, aplikasi tujuh pesan Sikerei tersebut akan berujung pada peraturan daerah (Perda). Sehingga pesan-pesan ter­sebut dapat dijabarkan da­lam program yang memiliki landasan regulasi yang tepat.

“Progam tujuh pesan sikerei baru sekitar tiga bulan ini kami luncurkan, tentunya evaluasi dan pen­capaian harus berdasarkan kinerja dan sentuhan dari program tersebut,” katanya.

Program tujuh pesan Sikerei kat Yudas meru­pakan langkah pemerintah Mentawai untuk mem­be­rikan pemahaman kepada ma­syarakat yang me­ni­tik­be­ratkan pada program ke­se­hatan dan pentingnya hidup sehat terutama masyarakat yang tinggal di pedalaman.

Untuk terlaksananya pro­gram tersebut, inovasi dari tenaga kesehatan dan pem­bangunan lembaga ke­se­hatan menjadi hal pen­ting yang harus dilakukan untuk menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Tujuh pesan Sikerei ter­sebut singkatan dari, stop buang air besar sem­ba­ra­ngan, istirahat yang cukup, kon­sumsi garam beryo­dium, enyah­­kan asap rokok dan gizi buruk, berolahraga secara teratur, eliminasi pe­nyakit kaki gajah, penyakit malaria, serta menimbang balita di Posyandu setiap bulan, pem­berian ASI dan melakukan persalinan oleh tenaga kese­hatan.

Sebagai salah satu dae­rah tertinggal, program ke­se­hatan menjadi fokus uta­ma Kepulauan Mentawai pada tahun ini disamping pro­gram berbasis ma­sya­rakat lainnya. Ia me­narget­kan kinerja jajaran dinas kesehatan sudah mampu menunjukan prestasi pro­gram yang sudah dijalankan.

Yudas menargetkan pa­da Februari tahun ini, se­lu­ruh proyek-proyek pe­ngua­tan lembaga kesehatan su­dah mulai berjalan atau su­dah melakukan pe­nan­da­ta­nga­nan kontrak kerjasama. (h/isr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]