P2TP2A Tangani 47 Kasus di Tahun 2015


Kamis, 25 Februari 2016 - 02:08:02 WIB

BATUSANGKAR, HA­LU­AN Kasus yang ditangani Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Ka­bupaten Tanah Datar me­ngalami penurunan dari 55 kasus pada 2014 menjadi 47 kasus pada tahun 2015.

“Selama tahun 2014 ter­jadi sebanyak 55 kasus de­ngan 71 korban. Sedangkan tahun 2015 telah terjadi 47 kasus dengan 60 korban kekerasan yang didominasi kasus pencabulan pada anak,” kata Ketua P2TP2A Tanah Datar, Mursyidah di Batusangkar, Kamis 18/2.

Ia menyebut pada 2015 telah terjadi kasus pencabulan sebanyak 18 kasus, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) 16 kasus, pemerkosaan tiga kasus, sodomi satu kasus, dan kekerasan lainnya se­perti eksploitasi, kena­kalan, depresi dan kejiwaan se­banyak sembilan kasus.

Sementara pada 2014 telah terjadi kasus pen­cabulan sebanyak 21 kasus, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) 16 kasus, pemerkosaan delapan ka­sus, sodomi satu kasus, dan kekerasan lainnya seperti eksploitasi, kenakalan, dep­resi dan kejiwaan sebanyak sembilan kasus.

Ia menambahkan sam­pai pertengahan Februari 2016 pihaknya sedang me­nangani kasus perkosaan sebanyak tiga kasus, pen­cabulan dua kasus,dan KD­RT dua kasus.

Perlu sosialisasi untuk mencegah dan mendeteksi sedini mungkin berbagai aktivitas yang mengarah kepada kekerasan terhadap perempuan dan anak salah satunya melalui pemberian pemahaman dan pe­nge­tahu­an kepada guru TK dan PAUD.

Ia menjelaskan penye­bab terjadinya tidak keke­rasan terhadap anak dan perempuan adalah dian­taranya pernikahan dini, rendahnya pendidikan budi pekerti di rumahtangga me­lalui pendidikan agama dan adat.

Kemudian, pengaruh sosial ekonomi, perkem­bangan teknologi yang disa­lahgunakan, pengaruh obat-obat terlarang dan ren­dah­nya pendidikan.

“Kita sebagai orangtua dan masyarakat sangat pri­hatin, kuatir dan sedih, ter­utama tingkat kekerasan seksual terhadap anak di­mana pelaku umumnya ada­lah orang yang dikenal oleh korban dengan berbagai macam modus,” katanya.

Sementara itu, Bupati Tanah Datar, Irdinansyah mengharapkan lembaga P2T­P2A yang terus melakukan berbagai ke­giatan sosialisasi untuk me­respon fenomena kekerasan terhadap perempuan dan anak yang cukup banyak terjadi di Tanah Datar.

“Kita tidak perlu malu atas banyak kasus asusila yang banyak terjadi, tidak perlu ditutup-tutupi, ini adalah fakta yang terjadi di Tanah Datar, lebih baik terungkap dibanding sema­kin banyak korban yang berjatuhan,” tam­bahnya.

Bupati menyebut yang terpenting adalah bagai­mana menyikapi dan men­carikan solusi yang tepat bagi korban tindak keke­rasan.Pemerintah daerah, sebutnya, akan terus beru­paya menyelamatkan masa depan anak-anak yang men­jadi korban ini.

Bupati mengharapkan kepada para guru TK dan PAUD di daerah itu untuk dapat memberikan penge­tahuan kepada anak didik bagaimana melindungi diri serta orangtua dapat men­jaga dan melindungi anak­nya dari potensi pelecehan seksual. (h/emz)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 16 Desember 2019 - 14:59:08 WIB

    Tingkatkan Ketahanan Keluarga, P2TP2A Gelar Sosialisasi 

    Tingkatkan Ketahanan Keluarga, P2TP2A Gelar Sosialisasi  PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.COM- Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kota Padang Panjang melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (.
  • Rabu, 05 Oktober 2016 - 02:08:12 WIB

    P2TP2A Cegah Kekerasan di Rumah Tangga

    AGAM, HALUAN — Pemerintah Kabupa­ten Agam, dalam waktu dekat akan mem­bentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pem­berdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di 16 Kecamatan. Pelayanan guna mengan­ti­sipasi terjadinya kasus kekerasan.
  • Senin, 21 Maret 2016 - 04:02:26 WIB

    P2TP2A Sosialisasikan UU PKDRT

    SOLSEL, HALUAN — Pusat Pelayanan Terpadu Pem­ber­da­yaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sarantau Sasu­rambi Kabupaten Solok Sela­tan (Solsel) mensosialisasikan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang PKDRT kepada seluru.
  • Kamis, 03 Maret 2016 - 03:10:32 WIB

    BPMPKB dan P2TP2A Jenguk Korban Kejahatan Seksual

    PADANG PARIAMAN, HALUAN — Ke­pala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPM­PKB) Kabupaten Padang Pariaman men­jenguk Mardianis (39) korban kejahatan seksual, Jumat pekan lalu..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]