Karya SMKN 5 Padang

Sekali Gas Air Pun Menyemprot


Kamis, 25 Februari 2016 - 03:21:23 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Sekali Gas Air Pun Menyemprot SEJUMLAH siswa dan Kepala SMKN 5 Padang, Deta Mahendra melakukan uji coba sepeda motor pemompa air di Banjir Kanal, Padang, Rabu (24/2). Sepeda motor tersebut dapat membantu masyarakat yang kesulitan akses air, saat banjri dan kebakaran. (RIVO SEPTI ANDRI

Sejumlah siswa menge­ru­muni satu unit sepeda motor 4 tak warna hitam yang diparkir di tepi Banjir Kanal (banda bakali), Padang. Bukan kerena kontes modifikasi atau karena mirip Motor Gede (Moge) punya Valentino Rossi. Tetapi kendaraan roda dua itu sedang menghisap air sungai.

Cuaca mendung pagi itu tidak menyu­rutkan tekat Rafi dan teman temannya memutar obeng serta kunci ukuran 14. Siswa dari SMKN 5 Padang ini tetap fokus memasang selang ke dalam bak mesin motor yang sudah disiapkan, meski bising kendaraan lalu lalang di pinggir Banjir Kanal Gor Agus Salim yang dikenal sebagai tempat lomba perahu naga itu. Selang penghisap sepanjang 8 meter dimasukan kedalam sungai.

Lalu satu unit alat mirip keong yang berfungsi sebagai alat hisap disambungkan sebagai perantara mesin dan selang. Lalu selang lainnya dipasang sebagai pe­nyalur air yang akan dikeluarkan.

Sementara kawan kawannya yang lain dan dibantu guru men­coba mengisi air kedalam selang penghisap sebagai pemancing tekanan pompa. Percobaan awal dilakukan dengan menstrarter motor, namun gagal. Ia mencoba melacak kembali jika ada sam­bungan selang yang lepas atau pun bocor.

Siswa kelas 1 ini berharap hasil karyanya dapat berjalan mulus saat melakukan ujicoba. Motor yang menjadi percobaan tersebut akan duji untuk meng­hisap air sungai seperti halnya mesin pompa air.

“Pengerjaan ini butuh waktu 3 hari. Semua pelajaran ini kami dapat di dalam kelas dari guru-guru kami, lalu kami semua melakukan ujicoba,”ujarnya ke­pada Haluan di lokasi uji coba, Ban­jir Kanal, Padang, Rabu (24/2).

Rafi kembali membuka se­lang penghisap yang mengarah ke dasar sungai, tenyata terlihat air di dalam selang sebagai peman­cing tekanan berkurang, ia pun menambahlan dengan satu em­ber air. Percobaan kedua kembali dilakukan, bahkan karena pena­saran seorang guru pun ikut membantu menstrater mesin motor, suasana tampak tegang tatapan semua muris dan guru tertuju pada ujung selang pe­nyemprot berharap ada air yang akan keluar.

Taka lama setelah menstarter motor, air pun menyembur dari selang penyemrot. Warna air tersebut keruh karena selang penghisap yang diturunkan keda­lam sungai menyentuh dasar sungai dipenuhi lumpur. Tidak lama kemudian airnya kembali normal, raungan gas motor yang dipelintir menghasilkan sembu­ran air yang kuat dari selang penyemprot. Terlihat wajah te­gang siswa dan guru pun kembali sumringah.

Sementara, guru jurusan tek­nik sepeda motor Ronal menje­laskan, mesin pompa yang diker­ja­kan oleh muridnya itu menggu­nakan impeller (alat penghisap) yang disanbungkan ke poros (as altenator) mesin motor. Poros tersebut disambung keluar mesin dan digunakan sebagai peompa. Jika putaran mesin semakin tinggi maka pompa yang diha­silkan impeller pun akan semakin kencang.

Fungsi lain alat pompa yang menempel di mesin bak kiri motor tersebut, juga berfungsi sebagai radiator atau pendingin mesin. Hal itu karena air yang dipompa menyetuh dinding me­sin sehingga lebih dingin.

“Pompa ini sekaligus sebagai radiator motor, dapat mendi­nginkan. Untuk harga alat alat pompa dan biaya keseluruhanya tidak lebih dari Rp 2 juta,” ung­kapnya.

Sementara kepala Sekolah SMKN 5 Padang, Deta Mahen­dra, mengatakan Karya tersebut merupakan tantangan yang dibe­rikan kepada sekolah yang di­pimpinnya.

Menurutnya, ide awal dimu­lai karya tersebut karena ada tantangan dari Direktur Pem­binaan SMK Kementerian Pen­didikan dan Kebudayaan (Kem­dikbud) Mustaghfirin tentang karya sepeda motor penghisap air. Dan SMKN 5 pun mencoba menjawab tantangan itu dengan menghasilkan karya sepeda mo­tor penghisap air.

“inilah hasilnya, kami men­coba menjawab tantangan pak dirjen dengan karya ini,”jelasnya.

Membantu Masyarakat Kesulitan Air dan Pemadam Kebakaran

Dengan karya sepeda motor tersebut, masyarakat yang kesu­litan air karena tidak ada listrik untuk pompa air dapat meng­gunakannya. Hanya dengan mens­tarter motor air pun mengalir kedalam bak mandi warga, atau kedalam sawah.

“Masyarakat yang jauh dari kota atau mereka yang menggu­nakan pompa air listrik tidak perlu cemas lagi.  Saat listrik itu mati maka motor ini bisa diguna­kan, tidak butuh listrik atau pun tenaga untuk mengengkolnya, karena rata rata motor sekarang sudah menggunakan starter elek­trik,” terangnya.

Ia juga menyampaikan, de­ngan menggunakan sepeda mo­tor pompa, masyarakat lebih efesien dan praktis. Karena da­lam satu liter bensin mampu memompa air selama tiga sete­ngah jam. Bahkan mampu me­mompa air, dan menyem­prot­kannya sejauh 8 meter secara vertical dan 20 meter secara horizontal.

“Lebih irit, satu liter bensin motor ini, mampu menghisap air selama tiga setengah jam. Air yang disemprotkan juga besar. Ini berguna sekali saat banjir,” ung­kapnya.

Tidak hanya untuk warga yang kesulitan air saja, pemadam kebakaran atau masyarakat yang ingin memadamkan api tetapi terkendala akses ke lokasi. Maka motor tersebut dapat diman­faatkan untuk memadamkannya.

“Motor ini mobile, kemana pun bisa dilalui. Banyak manfaat dengan adanya motor serba guna ini,”terangnya.

Meski belum ada hak paten dari karya tersebut, akan tetapi motor pompa air dapat diguna­kan oleh masyarakat luas. Selain tentunya karya-karya anak bangsa terutama Sumatea Barat dikenal sebagai gudangnya otak.

Herman (60) salah seorang warga Padang yang kebetulan melihat ujicoba tersebut bahkan ingin mengaplikasi karya SMKN 5 itu di motor pribadinya. “Ini luar biasa penemuannya, saya tertarik ingin menggunakan karya motor pemompa air ini. Semoga anak anak ini terus menghasilkan karya yang bergu­na bagi masyarakat banyak,” ungkapnya kepada Haluan.

Munculnya karya-karya siswa SMK menjadi tolak ukur bagi pemerintah terutama me­nyiap­kan anak bangsa yang mempu­nyai keahlian terutama dalam menghadapi Masyarakat Eko­nomi Asean (MEA). Data dari Kemendikbud RI pada tahun 2013 jumlah pendaftar SMK sebanyak 1,4 juta orang, semen­tara tahun 2014, jumlah yang diterima sebanyak 1,6 juta. Hal tersebut menunjukan mulai me­ning­katnya minat belajar di SMK. Terutama adanya rencana lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) akan terima sertifikasi kelayakan untuk menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). (*)

 

Laporan: RIVO SEPTI ANDRIES



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 05 November 2018 - 16:30:20 WIB
    KORBAN LION AIR JT 610 DIMAKAMKAN

    Kepulangan Pertama, Sekaligus Terakhir

    Kepulangan Pertama, Sekaligus Terakhir Ratusan warga tegak dari duduknya, melongok dan menyaksikan kepulangan Fauzan Azima dalam kondisi tak bernyawa. Ini kepulangan pertamanya dalam dua tahun belakangan, sekaligus yang terakhir. Isak tangis terdengar saling bersa.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM