Koto Baru, Nagari dengan Beragam Potensi


Sabtu, 27 Februari 2016 - 00:40:07 WIB
Koto Baru, Nagari dengan Beragam Potensi

NAGARI Koto Baru merupakan salah satu dari 8 nagari yang berada di Kecamatan Kubung Kab. Solok. Dengan penduduk sekitar 24.500 jiwa yang terdiri dari 6.006 kepala keluarga, Koto Baru merupakan nagari dengan jumlah penduduk terpadat di Kab. Solok.

Nagari dengan luas wila­yah sekitar 2.955 Ha dengan ketinggian 388 me­ter di atas permukaan laut ini, juga dianggap sebagai daerah  yang mulai ber­kembang menjadi sebuah kota kecil.

Hal ini bukan tanpa ala­san, jika dibandingkan de­ngan nagari lain yang ada di Kabupaten Solok, di mana sebagian besar pendu­duk­nya masih homogen atau masih terdiri dari penduduk asli nagari setempat, Koto Baru merupakan nagari dengan penduduk yang he­terogen.

Banyaknya pemba­ngu­nan perumahan pemuki­man baru di daerah itu, menja­dikan nagari yang terdiri dari 7 jorong dan 1 jorong per­wakilan itu men­jadi tujuan tempat tinggal baru bagi penduduk yang datang dari berbagai daerah lain, tak hanya di Sumbar namun juga daerah luar Sumbar.

Perkembangan ini se­cara langsung juga telah memberikan dampak ter­hadap geliat ekonomi ma­syarakat di daerah itu. Titik-titik pertumbuhan ekonomi baru mulai bermunculan bak cendawan tumbuh di musim hujan. Nagari yang dulunya berpenduduk ma­yoritas hidup di sektor per­tanian, kini secara bertahap telah berkembang kepada sektor perdagangan dan jasa.

Gejala itu sebetulnya telah tampak, sejak awal pertama didirikannya pe­rumnas di Kelurahan Bukik Kili Barat yang kini telah berganti nama dengan Pe­rumnas Batu Kubong pada tahun 1985 silam. 

Pembangunan peru­ma­han itu sendiri merupakan sebuah upaya menampung dan membuatkan pemu­kiman bagi para pegawai, seiring dengan perpindahan ibukota Kabupaten Solok dari Solok (Kota Solok) yang telah berkembang men­jadi kotamadya pada 1979 ke Nagari Koto Baru.

Seiring berjalannya wak­tu, hingga akhir tahun 2015 lalu, tercatat ada 11 kom­plek perumahan yang ber­diri di nagari itu. Selain daerahnya yang berada di dataran rendah, meski ada beberapa bagian yang ber­bukit, ditambah letak posisi Nagari Koto Baru yang stra­tegis yang berada di jalur lintas Sumatera, menjadi alasan bagi para developer untuk menginvestasikan dananya.

Selain itu jarak tempuh ke pasar Solok dan  RSUD Solok juga tidak terlalu jauh, yang bisa ditempuh hanya dalam waktu sekitar 15 me­nit paling lama.

Meski banyak lahan per­tanian yang telah berubah fungsi menjadi komplek perkantoran, pertokoan dan komplek perumahan, na­mun sebagian masyarakat masih memilih mem­perta­han­kan lahan persawa­han­nya ketimbang menjualnya untuk menjadikannya ba­ngunan. Hal ini lantaran, potensi alam yang dimiliki oleh Nagari Koto Baru selain dikaruniai tanah yang subur, juga ditopang oleh saluran irigasi yang cukup mema­dai.

“Sektor pertanian, tetap menjadi sektor utama dalam menopang perekonomian masyarakat, selain sektor perdagangan dan industri kerajinan rumah tangga,” kata Wali Nagari Koto Baru Afrizal K Malin Batuah ketika mengajak Haluan mengunjungi sejumlah pro­yek kegiatan infrastruktur yang dibangun dengan dana desa anggaran tahun 2015 di nagari itu.  

Selain itu, potensi sum­ber daya air yang dimiliki berupa aliran sungai yang dan membelah nagari itu seperti Batang Lembang dan Batang Jawi-jawi mem­ben­tang dari selatan sampai ke ujung utara Nagari Koto Baru yang berbatasan lang­sung dengan Nagari Salayo.

Potensi ini kini juga te­lah dimanfaatkan untuk pe­ngembangan sektor per­ikanan sebagai lahan bu­didaya ikan lubuak lara­ngan.

“ Dengan sumber air yang kaya seperti ini, keba­nyakan rumah masyarakat memiliki kolam budidaya ikan. Setidaknya kolam itu cukup untuk kebutuhan konsumsi keluarga saja,” bebernya.

Tak hanya dalam sektor pembangunan saja yang me­ng­alami peningkatan signi­fikan, dalam segi tata kelola pemerintahan pun, Nagari Koto Baru juga telah meng­alami kemajuan. Dengan fasilitas gedung kantor baru berlantai dua yang lebih representatif yang dibangun dengan alokasi dana dari APBD Provinsi Sumbar melalui perjuangan wakil rakyat Israr Jalinus tahun 2013 silam, serta ruang pelayanan publik yang disu­lap bak ruang teller di bank, sebagai menopang mo­bili­tas pelayanan masyarakat yang tinggi setiap harinya.

“Kita juga membuat stan­dar operasional pela­yanan (SOP) yang dipajang didinding ruang pelayanan. Bagi masyarakat yang da­tang berurusan ke kantor wali, dapat mengetahui be­ra­pa lama mereka meng­urus administrasi surat-surat dan biayanya sekalian,” tam­­bah Sekretaris Nagari Mardaus.M. S.Ag.

Nagari ini per­nah men­dapat juara III Na­gari Ra­ncak tingkat Prov Sumbar tahun 2012 lalu dan wali nagari berprestasi pada lomba kompetensi Wali Nagari pada tahun yang sama.***

 

Laporan: YUTIS WANDI MALIN MARAJO

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]