Termasuk di Sumbar

2.519 Desa Masih Gelap Gulita


Senin, 29 Februari 2016 - 03:47:50 WIB
2.519 Desa Masih Gelap Gulita

JAKARTA,  HALUAN —Se­tiap tahun, Anggaran Pen­dapatan dan Belanja Nasional (APBN) hanya mampu me­ne­­rangi 120 titik desa. Se­mentara itu, sebanyak 2.519 desa di antaranya masih gelap gulita atau belum terlistriki sama sekali. Dari jumlah itu, 287 desa/nagari terdapat di Sumatera Barat.

Direktur Jenderal Energi Baru dan Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Su­m­ber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, pe­me­rintah khususnya dalam hal ini Kementerian ESDM berencana melakukan percepatan elek­trifikasi.

Baca Juga : Punya Harta Rp7,7 Miliar dan Lulusan Amerika, Dico Ganiduto Bupati Termuda di Jateng

Sebab, anggaran yang mampu disediakan APBN tiap tahunnya sangat tidak mencukupi untuk mengejar target rasio elektrifikasi 97 persen di 2019.

“Tiap tahun anggaran dari APBN hanya mampu menerangi 120 titik, atau desa. Berarti kalau untuk 12.659 desa, perlu 100 tahun kita melistriki semuanya,” kata Rida di Jakarta, Minggu (28/2/2016).

Baca Juga : Update 28 Februari: Kasus Covid-19 Bertambah 5.560 Orang, 6.649 Sembuh

Sebanyak 12.659 desa ter­sebut merupakan desa tertinggal yang belum memperoleh akses listrik dari jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Sementara itu, sebanyak 2.5­19 desa di antaranya masih gelap gulita atau belum teraliri listrik sama sekali.

Baca Juga : Menkes Tegaskan Vaksin Gotong Royong Harus Gratis

Oleh karena itu, Rida bilang, kegiatan elektrifikasi ke depan tidak bisa menggunakan cara-cara yang telah lampau.

Rida mengatakan, atas dasar itulah Kementerian ESDM me­luncurkan Program Indonesia Terang (PIT).

Baca Juga : Profil Almarhum Artidjo Alkostar: Aktivis, Advokat, Hakim Agung dan Dewas KPK

“Kalau enggak, untuk yang 2.519 desa saja itu perlu 25 tahun, dan itu terlalu lama, makanya ini bagaimana dipercepat menjadi 5 tahun ke depan, dan harus bisa,” ujar Rida.

Target Pemerintah

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, PIT menjadi bagian dari target pemerintah dalam menyediakan akses pe­ne­rangan bagi masyarakat Indo­nesia secara merata melalui pem­bangu­nan pembangkit 35.000 MW.

“Pemerintah perlu mem­beri­kan perhatian khusus kepada masyarakat di desa-desa ter­tinggal ini supaya mereka dapat segera terlayani listrik,” kata Sudirman. 

Tanpa kebijakan dan aksi berpihak, desa-desa tersebut mustahil bisa mengakses listrik sesuai target yang dicanangkan, jelas Sudirman.

Dia menjelaskan lebih jauh, adapun strategi pertama dalam implementasi PIT adalah me­mak­simalkan memanfaatkan energi setempat yang erat kaitan­nya dengan energi terbarukan, seperti energi surya, air, angin, biomassa, hingga arus laut.

Dengan memanfaatkan ener­gi setempat, pembangunan pem­bangkit dan transmisi listrik dapat dibangun secara lokal (off-grid), berbasis desa atau pulau, dan tak harus menunggu datang­nya jaringan listrik dari pusat.

287 Desa/Nagari di Sumbar Masih Gelap

Sementara itu, di Sumatera Barat  data Desember 2015, setidaknya ada 287 desa/nagari yang belum teraliri listrik dari 4.750 desa/nagari yang ada. Artinya ada sekitar 4.463 desa/nagari yang sudah menikmati listrik atau RD PLN mencapai 93,96 persen.

Menurut Kepala Dinas ES­DM Sumbar Marzuki Mahdi melalui Kepala Bidang (Kabid) Ketenagalistrikan ESDM Sum­bar Heri Martinus, jika merujuk listrik PLN, maka masyarakat yang sudah menikmati listrik 1.019.650 rumah tangga (RT) dari total rumah tangga yang belum menikmati listrik 1.235­.451 RT. Mereka yang belum menikmati listrik PLN, sebagian diakomodir melalui listrik non PLN seperti PLTMH dan PLTS, yaitu 10.466 RT.

“Jadi masyarakat kita yang belum menikmati listrik itu sekitar 205.355 RT lagi. Jika tak memungkinkan dengan PLN, maka kita upayakan melalui non PLN, baik PLTMH maupun PLTS. Kita upayakan tuntas 2020,” kata Heri Martinus di­dam­pingi plt Plt Kasi Pe­nga­wasan Ketenagalistrikan, Mitro Wardoyo Januri lalu.

Hingga 2015, pembangunan PLTMH dan PLTS di Sumbar sebanyak 324 unit pada 5 ka­bu­paten masing-masing Kabupaten Solok, Sijunjung, Pessel, Men­tawai dan Pasaman. Kapasitas dayanya 542.35 Kw dan mampu menerangi sekitar 2.195 KK.

Sedangkan peminat investasi PLTMH cukup banyak. Tahun lalu sedikitnya dikeluarkan 19 izin prinsip pengembangan PLT­MH. Seperti PT. Waskita Delta Energi di PLTA Batang Pasaman dengan kapasitas 36 Mw, PT. Kamiko Nano Sigintir dengan kapasitas 60 Mw di Dusun Ta­ngah Solok Se­latan dan PT. Gadang Hidro Energi dengan kapasitas 8.5  Mw di daerah Lubuk Gadang.

“Tahun ini ada 1 unit yang tengah kita bangun di Solok Selatan dengan daya 25 Kw. Diperkirakan bisa menerangi 45 KK di daerah itu,” terangnya.

Perilaku masyarakat yang nomaden, sangat mempengaruhi distribusi energi listrik. Selain itu, akses ke lokasi juga menjadi kendala mewujudkan masyarakat Sumbar menikmati aliran listrik.

“Kalau lokasi jauh tentu dana yang dibutuhkan juga besar. Sehingga sulit untuk me­wu­jud­kannya,” pungkasnya. (kcm/met)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]