Warga Buluh Kasok

Bangun Jembatan Akses ke Luar Kampung


Senin, 29 Februari 2016 - 03:49:14 WIB
Bangun Jembatan Akses  ke Luar Kampung MASYARAKAT Jorong Buluh Kasok Nagari Padang Air Dingin Kecamatan Sangir Jujuan, Solok Selatan secara swadaya bergotong-royong membangun jembatan penghubung sebagai akses keluar dari kampung mereka, Minggu (28/2). (JEFLI)

TIDAK sanggup menunggu pe­m­bangunan je­m­batan baru, ra­tusan ma­sya­rakat Jorong Buluh Kasok, Nagari Pa­dang Air Dingin, Ke­ca­matan Sangir Jujuan, Solok Selatan (Solsel) se­cara swa­daya bergotong-royong me­m­bangun jem­batan se­men­tara sebagai akses ke luar dari kampung mereka.

Sekitar 400 warga baik perempuan, anak-anak ikut membantu para lelaki yang bergotong-royong mem­bangun jembatan gan­tung. Para lelaki mengangkut batu, menggali fondasi jem­batan sedangkan para kaum hawa men­jujung pasir.

Sejak banjir bandang me­landa Solsel (8/2) jem­batan gantung yang meng­hubungkan Jorong Buluh Kasok dengan dunia luar Jorong Padang Air Dingin hanyut terbawa arus sungai Batang Sa­ngir. Ada dua jembatan gantung peng­hubung masyarakat Buluh Kasok dengan Padang Air Di­ngin. Sebab, sungai Ba­tang Sangir membelah dua sungai menjadi sungai Ba­tang Sangir dan Sungai Ala­han Panjang.

Tetapi, jembatan gan­tung yang melintasi sungai Alahan Panjang masih bisa dilalui. Se­ora­ng tokoh ma­sya­rakat Buluh Ka­sok, Iwan menyebutkan pasca banjir bandang masyarakat telah dua­ kali membangun jem­batan secara swadaya. “Dua hari pasca bencana warga membangun jem­batan se­ada­nya secara swadaya, na­mun kembali dihondoh ar­us sungai. Dua kali kami bangun jembatan tapi hanya ber­tahan dua hari pu­la, ”katanya.

Sehingga pihak Dinas Sosial (Dinsos) Solsel me­m­berikan bantuan satu unit perahu sebagai akses keluar masyarakat Buluh Kasok. “Kalau tidak ada perahu bantuan Dinsos kami tidak bisa keluar kampung,”tambahnya.

Semangat masyarakat tidak pernah kendur kendati dua kali membangun jembatan tetap di­bawa arus sungai. “Saat ini kami kembali membangun jem­batan untuk yang ketiga kalinya semoga tidak terbawa arus lagi, ”harapnya.

Kepala Jorong Buluh Kasok, Aswardi kepada Haluan menga­takan terdapat satu sekolah dasar (SD) di sana. Sedangkan jumlah penduduk berkisar 675 jiwa dengan 212 kepala keluarga (KK) yang terancam terisolasi jika tidak segera dibangun jem­batan. Mata pencarian masya­rakat ber­gantung pada hasil pertanian dan perkebunan dan menjadi andalan Nagari Padang Air Dingin seperti hasil padi dan buah-buahan.

Jika arus sungai deras, pe­rahu sebagai penghubung tidak bisa digunakan karena bisa diseret arus. Penggunaan perahu secara manual, dimana dua orang men­jadi juru kemudi perahu. Masing-masing di bagian depan dan belakang perahu. Perahu ditarik dan didorong dua juru kemudi tadi dari luar. “Be­run­tung debit air sungai kecil, juru kemudi bisa mengarahkan dari dalam sungai jika arus dan debit air tinggi maka perahu tidak bisa diguna­kan,”lanjutnya.

Hendri salah seorang juru kemudi perahu secara sukarela membantu warga dan siswa me­n­ye­berang sungai meng­guna­kan perahu. “Sudah seminggu saya membantu siswa dan warga yang keluar masuk kampung meng­gunakan perahu,”kata Hen­dri yang juga berprofesi sebagai guru.

Ia rela libur mengajar demi membantu warga dan siswa ke­luar dari kam­pung­nya. ”Ka­sihan kita anak-anak yang masih se­kolah,”terangnya.

Sementara, seorang ibu ru­mah tangga yang ikut goro, Yeli (38) menyebutkan partisipasinya ikut membantu mengangkut pasir dimulai dari pukul 08.00 WIB. “Dengan kebersamaan semua bisa dilakukan kami semua tulus saling membantu dan tidak ada paksaan. Apabila jembatan siap dikerjakan tentu akses kami juga lan­car, ”katannya.

Anggota DPRD Solsel, Dodi Nofrial yang kebetulan berada di lokasi menyebutkan akibat ban­jir bandang merusak irigasi per­tanian. “Sekitar 150 hektare sawah warga terancam tidak mendapatkan air karena irigasi rusak,”katanya.

Ia mengharapkan adanya pem­bangunan jembatan beton per­manen. “Jika tidak ada ang­garan dari pemerintah Solsel kami mengharapkan bantuan kepada pemerintah pusat dan provinsi. Sebab, pengangargan APBD Solsel 2016 batal karena terkendala pembebasan la­han, ”tandasnya.

Sementara, Sekretaris BPBD Solsel, Sumardianto men­ye­but­kan untuk pembangunan jem­batan di Jorong Buluh Kasok, pihaknya memberikan bantuan sebesar Rp10 juta berupa materil bahan bangunan. “Kami mem­berikan bantuan berupa bahan bangunan. Untuk perbaikan semua infrastruktur yang rusak akibat bencana memang di­tanggung oleh BPBD dan saat ini sedang proses pengusulan ke pusat,”tutupnya.***

 

Laporan :  JEFLI



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com


[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 08 Februari 2020 - 15:14:44 WIB

    Perlunya Anak Dilibatkan dalam Musyawarah Pembangunan

    Perlunya Anak Dilibatkan dalam Musyawarah Pembangunan SUDAH menjadi rahasia umum bahwa awal tahun merupakan momentum bagi pemerintah di level grass root untuk merencanakan pembangunan daerahnya ke depan. Perencanaan pembangunan tersebut dimulai dengan Musyawarah Rencana Pembangu.
  • Ahad, 26 Agustus 2018 - 10:11:11 WIB

    Mari Kita Bangun Kota Pertemuan Tiga Luhak

    Mari Kita Bangun Kota Pertemuan Tiga Luhak Sampai kita di Baso dari Bukittinggi, lalu membelok kita ke kanan arah ke Tabek Patah, Batu Sangkar, dan tak lama masih jauh kita dari Tabek Patah, ada dua simpang..
  • Jumat, 14 Oktober 2016 - 01:24:15 WIB

    Urgensi Membangun Generasi Emas Sejak Dini

    Urgensi Membangun Generasi Emas Sejak Dini Perkembangan maupun keberhasilan suatu negara atau daerah tidak hanya dapat diukur dari perkembangan ekonomi, tapi juga berdasarkan indeks kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) atau Human Development Index (HDI). Kualitas SDM In.
  • Selasa, 27 September 2016 - 02:39:08 WIB

    Membangun Ekonomi Desa/Nagari

    Masyarakat desa yang selalu diper­sep­sikan sebagai masyarakat yang udik, miskin, kolot dan tidak maju harus segera dihapus. Desa memiliki potensi ekonomi, terutama di sektor pertanian. Desa harus kita bangun. Masyarakat de.
  • Jumat, 09 September 2016 - 02:04:01 WIB

    Membangun Perekonomian Nagari

    Nagari atau desa identik dengan perma­salahan. Masalah jalan buruk, irigasi, fasilitas umum, sumber daya manusia, lapangan kerja, kemiskinan dan lainnya..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM