Jembatan Nyaris Ambruk

55 KK Warga Jorong Terancam Terisolasi


Senin, 29 Februari 2016 - 14:43:31 WIB
55 KK Warga Jorong Terancam Terisolasi Kondisi jembatan di Nagari Pauah Sangik yang rusak parah akibat derasnya arus sungai Batang Lampasi saat banjir tiga pekan lalu. Kini ter4ancam ambruk. (DADANG ESMANA) ?

Limapuluh Kota, Ha­luan — Sebanyak 55 Kepala Keluarga di Jorong Am­ba­cang, Nagari Pauah Sangik, Kecamatan Akabiluru, Kabu­paten Limapuluh Kota teran­cam terisolir. Pasalnya, satu-satunya  jembatan peng­hubung untuk menuju ke pemukiman masyarakat setempat nyaris runtuh akibat hantam  aliran air sungai Batang Lampasi. “Ini jembatan hampir roboh akibat banjir lalu pak. Kalau tidak segera diperbaiki mem­buat perkampungan disebelah jadi terisolir. Ada 55 KK diseberang sana,”terang  Tar­mizi Walinagari Pauah Sangik di lokasi jembatan menerima kunjungan Wakil Bupati Feri­zal Ridwan pada pekan lalu.

Diceritakan Walinagari Pauah Sangik didampingi  anggota DPRD Limapuluh Kota Dapil Akabiluru Marsal serta tokoh masyarakat se­tempat Dt Junjungan, jem­batan di Jorong Ambacang rusak parah setelah dilanda derasnya aliran air Batang Lampasi saat banjir tiga pekan lalu. Bahkan, derasnya air Batang Lampasi, tiang tengah jembatan turut dibawa air. Akibatnya, jembatan jadi roboh.

Baca Juga : Dinilai Melanggar Prokes, Pertandingan Koa Dibubarkan Polisi

Begitu juga, tanah dan tebing yang ada di pinggir-pinggri jembatan, terus dikikis oleh aliran air. Hingga tiang penyanggah jembatan yang dibangun pada tahun 1997 itu  jadi miring akibat tidak ada lagi tanah penahan untuk berdirinya tiang jembatan. “Sebelum banjir, jembatan masih kokoh. Bahkan bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Tetapi sekarang, untuk berjalan kaki saya masyarakat sudah khawatir. Ini jembatan menunggu roboh saja. Karena tidak ada akses lain terpaksa tetap dimanfaatkan mas­yara­kat,”ucapnya lagi.

Saat ini, jembatan sudah diperbaiki oleh masyarakat dengan seadanya. Sisa tiang jembatan  yang rusak , diman­faatkanmasyarakat sebagai penyanggah jembatan darurat. “Masyarakat gotong royong, puing jembatan lama, dijadi­kan untuk penyanggah kayu dan papan sebagai jembatan darurat,”ucap Tarmizi lagi.

Baca Juga : Sumbar Butuh Jalan Tol Padang - Pekanbaru

Diseberang sana, ucap Tarmizi, ada perkampungan masyarakat yang umumnya berprofesi sebagai petani. “Apabila jembatan darurat putus, tidak ada lagi akses penghubung masyarakat dise­berang sana. Tebing  sungai pun cukup tinggi untuk dise­berangi. Ada sekitar 15 meter dan tidak mungkin bisa dile­wati tanpa jembatan,”ucapnya.

Sementara, Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Rid­wan berupaya mencari solusi terbaik untuk memperbaiki jembatan Nagari Pauah Sa­ngik tersebut. (h/ddg)

Baca Juga : Mellysa Kistiand Putri Terpilih Sebagai Runner Up I Duta GenRe Tanah Datar 2021

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]