50 Dosen Daftar Program Phd di IAIN Imam Bonjol


Rabu, 02 Maret 2016 - 14:35:01 WIB
50 Dosen Daftar Program Phd di IAIN Imam Bonjol Program Pre-Departure for PhD Centre atau doktor kerjasama Kemenag, IAIN Imam Bonjol Padang dengan Deakin University Australia resmi diluncurkan. Usai peresmian Warek I Ikhwan menyerahkan plakat kepada pihak Deakin Prof Ismet Fanani, Selasa, (1/3). (HUMAS) ?

PADANG, HALUAN — Ins­titut Agama Islam Negeri (IA­IN) Imam Bonjol Padang lun­cu­r­kan program Ph.D Pre Departure Centre, be­kerjasama dengan Kementerian Agama dan Deakin University Austr­al­ia, Selasa (1/3). Hingga saat ini, sudah 50 orang dosen mendaftar untuk mengikuti program ini.

Peluncuran program ini diresmikan langsung oleh Dir­jen Pendis diwakili Kasi Ke­lem­bagaan Kemenag RI Dr Mizan Sahroni, bersama utu­san Deaken University Prof Ismet Fanani dan Rektor  IA­IN diwakili Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Dr Ikhwan. Turut hadir Kakanwil diwakili Ka­bag TU Drs Bustari, MM dan Warek II Dr Firdaus, serta para dekan di lingkungan IAIN.

Baca Juga : Hendri Septa Resmikan Bedah Rumah Bantuan Perumda Air Minum di Intake Guo Kuranji

Wakil Rektor I Ikhwan menyebutkan, program ini adalah kesempatan dan fasilitas yang ditunggu-tunggu oleh para dosen di berbagai perguruan tinggi di Indonesia saat ini, khususnya wilayah Sumatra seperti IAIN Bukittinggi, IAIN Batusangkar, UIN Medan ser­ta IAIN Imam Bonjol Padang sendiri. Sistem yang dibangun oleh Deakin University jelas langkah strategis untuk men­cer­daskan kehidupan bangsa melalui pendidikan sesuai dengan amanat Undang-Un­dang Dasar.

“IAIN yang segera beralih status menjadi UIN Imam Bon­jol Padang ini jelas men­dapat penghargaan atas kerja­sama ini. Maka semua pihak khususnya civitas akademika dan alumni serta Kakanwil layak memberikan dorongan atas terjalinnya kerjasama ini. Dan kita berharap banyak para doktor yang dilahirkan melalui program ini,” harapnya.

Baca Juga : Libur Lebaran, Hendri Septa Pastikan Destinasi Wisata di Kota Padang Tutup

Prof Ismet Fanani yang juga putra asal Minang ini menga­takan, lahirnya kerja sama ini didasari  tanggung jawab moral pada anak bangsa di Ranah Minang.

“Bagi tenaga pengajar yang telah lulus pada program ma­gister (S2), pihak Deakin mem­beri saya tanggung jawab untuk melakukan sistem jemput bola agar putra-putri yang berminat kuliah pada program S3. Dan sekaligus mendukung program pemerintah Indonesia untuk cetak 1.000 doktor setiap ta­hun­nya,” ucap Ismet.

Menurutnya, dalam kerja sama ini nanti, pihak Australia akan melakukan pelatihan atau pematangan bahasa Inggris dan pembuatan proposal pe­nelitian sesuai standar internasional khususnya Australia. Pelatihan ini akan dipandu oleh pusat bahasa Inggris Universitas Deakin (DUELI) selama 10 minggu. Standar nilainya sudah ditentukan oleh DUELI dan yang layak segera ditetapkan masuk program PhD atau dok­tor di Deakin.

Sementara, Kasi Ke­lem­bagaan Mizan Sahroni, pro­gram ini kerjasama ini adalah terbilang prestasi tertentu yang telah dicapai oleh IAIN Imam Bonjol Padang. Seharusnya, dosen yang masih bergelar magister (S2) tidak berpuas diri dan tetap mengejar pro­gram doktor.

“Cara mencapainya adalah melalui kerjasama antara Ke­me­nag dengan Deakin Uni­versity dan IAIN Imam Bonjol Padang ini. Potensi yang di­miliki oleh IAIN saat ini sangat kita apresiasi. Karena, untuk wilayah Sumatera pihak De­akin mempercayainya pada perguruan tinggi tertua di Kota Padang ini,” ucapnya.

Kepala Sekretariat Pre-Departure Program For PhD, Dr Asrina dan Dr Martin Kus­tati, menjelaskan sejak di­mulainya sosialisasi beberapa bulan lalu oleh IAIN IB Pa­dang, calon peserta yang telah mendaftar saat ini telah men­capai 50 orang. Para peserta akan diseleksi lagi oleh panitia. Secara umum peserta berasal dari PTKIN di Bukittinggi, Batusangkar, Medan dan luar wilayah Sumatra dan dari STAI di Pasaman. (h/rel/eni)

 

 

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]