Ana Mardiah Sempat Diamankan Polisi

Pengacara itu Ternyata Mengurus Administrasi Kliennya


Kamis, 03 Maret 2016 - 03:49:14 WIB

PADANG, HALUAN — Se­orang pengacara, Ana Mar­diah (50) yang sempat di­amankan Satuan Reserse (Sat Res) Narkoba Polresta P­a­dang, buka suara. Ia diaman­kan pada Senin (29/2) lalu,  di sebuah rumah Jalan M. Hatta Ketaping Nomor 32 RT 03 RW 04 Kelurahan Pasar Am­ba­cang Kecamatan Kuranji. Karena tak cukup bukti keter­libatannya terhadap narkoba, Ana dilepaskan kembali.

Kepada Haluan, Ana men­­ce­ritakan, saat penggere­be­kan ia hendak mengunjungi klien­nya yang bernama Nur­san­ti (41). Saat itu Ana datang ke rumah istri mantan oknum po­lisi ini untuk mengurus ad­ministrasi terkait kasus su­ami Nursanti yang terjerat da­lam penyalahgunaan nar­ko­­tika beberapa waktu yang la­lu.

“Saya datang ke rumah Nur­santi pada Senin lalu seki­tar pukul 14.00 WIB. Keda­tangan saya bermaksud untuk mengurus soal biaya yang akan diurus oleh yang ber­sangkutan dengan memin­ta saya untuk mendampingi sua­minya dalam kasus penya­lah­­gunaan narkotika,” kata Ana.

Ia mengungkapkan, saat ia da­tang ke rumah Nursanti ia men­cium bau yang tidak se­dap dan seperti ada yang ter­ba­­kar dari dalam rumah terse­but. “Saya lalu berkata kepada yang bersangkutan, kenapa bau asap. Lalu Santi sendiri me­ngatakan bahwa ia lupa me­matikan air yang lagi di­ma­­­sak. Namun setelah dima­ti­kan, bau tersebut masih kuat te­rasa. Saya tidak terlalu mem­per­masalahkan dan tan­pa pera­saan curiga saya tetap ma­­suk ke rumahnya,” tutur­nya.

Saat asyik bercengkrama dengan Nursanti, Ana tidak sendirian. Ia juga bersama dua orang anggota keluarganya, yaitu Syafrial Anwar (22) dan Selvia Genevi (22) serta bersama sopirnya, Dodi Efen­di (39) yang merupakan sopir pribadi dari Ana. Lalu, anak dari Ana, Selvi mengatakan haus namun tidak ada air di rumah Nursanti.

Saat itu Anak dan dua orang anaknya meminta izin keluar kepada Nursanti untuk membeli air minuman, kare­na Selvi anaknya  mengeluh haus.

Ada sekitar 30 menit Ana ke­luar untuk membeli air ka­rena warung juga cukup jauh dari rumah Nursanti. Saat membeli air Ana juga sempat membeli tiga sand­wich untuk dimakan, karena lapar.

Setelah membeli air dan makanan mereka kembali ke rumah Nursanti. “Nursanti dan Dodi sempat menggoda kami kenapa tidak mem­beli­kan juga mereka makanan. Saya katakan, lupa dan saya hanya sempat belikan dia air,” ungkapnya. Ditambahkan Ana, hanya se­lang 15 menit setelah dia kem­bali ke rumah Nursanti, ada orang yang menggedor-ge­dor pintu ru­mah milik Nur­san­ti.

“Rumah itu memang se­nga­ja ditutup pintunya karena tempat tersebut berdebu sa­king banyaknya anak-anak yang bermain, makanya se­nga­ja ditutup. Setelah pintu dibuka, ternyata yang datang pihak dari Sat Res Narkoba Polresta Padang.

“Mereka mengatakan bah­­wa saya datang ke tempat yang salah. Saya bingung, loh ke­napa salah? Saya kan ke sini ber­tamu masih dalam jam kun­jung yang wajar, kata saya ke­pada petugas itu. Saya juga ada urusan ad­ministrasi ter­kait bantuan hukum terhadap sua­mi yang bersangkutan. Na­mun mereka menjelaskan bah­wa Nursanti merupakan tar­get pihaknya terkait penya­lah­­gunaan nar­kotika,” tam­bah­­nya.

Ana menceritakan bagai­mana saat petugas meng­geledah rumah perempuan paruh baya ini (Nursanti, red). Dia mengatakan, ada petugas yang menggeledah karpet, kasur, dan lemari.

Di kasur petugas mene­mukan korek api mencis, kemudian petugas juga mene­mukan satu unit bong dari samping lemari milik Nur­santi. “Polisi juga meminta saya ikut ke Polresta Padang untuk dimintai ketera­ngan­nya. Saya bersedia ikut, sesam­pai­nya di sana saya juga di­min­ta untuk ikut tes urin, saya tidak mempermasalahkan karena memang itu prosedur mereka,” ujarnya.

Terkait dengan diaman­kan­nya Dodi, sopir pribadi Ana dalam penggerebekan tersebut, Ana mengklaim bahwa sopirnya tersebut sela­ma bekerja bersama dia tidak pernah ada tanda-tanda me­ngonsumsi narkoba.

“Selama bekerja dengan saya, dia tidak pernah me­ngon­sumsi narkoba karena dia selalu fit. Saya berang­gapan, mungkin yang bersang­kutan ada indikasi meng­gunakan narkoba ketika saya tinggal berdua saja dengan Santi pada saat itu, namun saya tidak bisa juga memas­tikan itu,” katanya.

Ana sendiri beserta dua orang anaknya kemudian dibebaskan oleh Sat Res Nar­koba Polresta Padang pada Selasa (1/3) sekira pukul 08.00 WIB. Namun, ia tetap balik lagi ke Polresta Padang untuk membawakan Dodi baju dan makanan karena ia mengaku merasa kasihan kepada Dodi.

Seperti yang diketa­hui, Polresta Padang melalui Sat Res Narkoba Padang akhir­nya melepaskan tiga dari lima pelaku yang diduga mela­kukan penyalahgunaan nar­ko­tika jenis sabu-sabu yang diamankan pada Selasa (2/1) sore sekira pukul 17.00 WIB.

Tiga orang yang dile­pas­kan ini setelah tim yang di­pim­pin oleh Kasat Res Nar­koba Kompol Daeng Rahman ini mengamankan Ana dan empat orang lainnya, yakni Dodi (39) warga Jalan Sepa­kat, Kelurahan Payung Seka­ki, Kecamatan Kampar, Pe­kan­baru, Dedek (22), Jalan HR Subrantas Gang Damai, Kelurahan Delima, Keca­ma­tan Tampan, Pekanbaru.

Kemudian Via (22) Jalan Cipta Karya, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, dan Santi (41) Jalan M Hatta Ketaping, Ke­lu­rahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Padang. Diduga mereka hendak me­nge­darkan dan meng­kom­sumsi narkoba jenis sabu.

Di dalam rumah tersebut, petugas berhasil menga­man­kan barang bukti berupa satu paket sedang sabu seharga Rp1,6 juta, satu paket kecil sabu seharga Rp300 ribu, satu plastik bekas bungkus sabu, satu set alat hisap sabu (bong) dari minuman mineral, em­pat buah korek api mancis, satu buah sendok sabu dari kertas, satu buah timbangan digital dan satu unit handphone jenis Samsung. (h/mg-adl)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 21 Oktober 2016 - 01:48:56 WIB
    MANTAN KEPALA KESBANGPOL GUGAT GUBERNUR

    Pengacara IKA Tolak Saksi

    Pengacara IKA Tolak Saksi PADANG, HALUAN – Tiga saksi dari pihak Gubernur Sumbar selaku tergugat, dihadirkan dalam sidang lanjutan perkara 16/G/2016/PTUN-Padang, Kamis (20/10), tentang gugatan mantan Kepala Kesbangpol Sumbar Irvan Khairul Ananda (IK.
  • Kamis, 04 Agustus 2016 - 04:59:32 WIB
    GUGATAN DOKTER DINILAI PREMATUR

    Pengacara Sebut Eksepsi RSUP M Djamil Keliru

    Pengacara Sebut Eksepsi  RSUP M Djamil Keliru PADANG, HALUAN — Perkara per­data yang melibatkan RSUP M Djamil (tergugat) Padang dengan seorang dokter non-aktif spesialis orthopedi di RS tersebut, Noverial (penggunggat), te­rus berjalan. Setelah gu­gatan dibacakan pa.
  • Jumat, 20 Mei 2016 - 04:34:34 WIB

    19 Pengacara DPC Peradi Dilantik

    19 Pengacara DPC Peradi Dilantik PADANG, HALUAN — Se­dikitnya 19 pengacara muda dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi Padang di bawah kepemimpinan Dewan Pim­pinan Nasional (DPN), Juniver Girsang mengambil sumpah, yang langsung dilantik oleh Ketua Penga.
  • Jumat, 04 Maret 2016 - 03:07:44 WIB
    Tak Terbukti Terlibat Narkoba

    Pengacara Pekanbaru Beraktifitas Kembali

    PADANG, HALUAN — Ana Mardiah (50), yang sempat diamankan polisi bersama empat orang lainnya telah kembali beraktivitas seperti biasa. Dia dilepaskan, setelah penyidik Sat Resnarkoba Polresta Padang me­nyatakan tidak terkai.
  • Selasa, 01 Maret 2016 - 11:47:59 WIB
    Kasus Narkoba

    Pengacara Asal Pekanbaru Dibekuk Polisi

    Pengacara Asal Pekanbaru Dibekuk Polisi PADANG, HALUAN – Salah seorang pengacara panggilan, Ana (50) diamankan Satuan Resnarkoba Polresta Padang di sebuah rumah kontrakan di Jalan M Hatta Ketaping, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Senin (.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]