Setelah Kebakaran Pabrik Kacang GDR

Belasan Jeriken BBM Oplosan Ditemukan


Kamis, 03 Maret 2016 - 03:50:05 WIB
Belasan Jeriken BBM Oplosan Ditemukan PETUGAS memeriksa BBM oplosan yang disimpan di sejumlah jeriken untuk bahan bakar pabrik. (PIS)

PADANG PANJANG, HA­LUAN — Pascakebakaran yang menghanguskan Parik Kacang GDR di Koto Tuo Nagari Panyalaian Keca­matan X Koto, Selasa (1/3) kemarin, menyisakan se­jum­lah pertanyaan, apalagi ditemukan Bahan Bakar Minyak (BBM) oplosan di lokasi kejadian.

Setelah personil Polres Pa­dang Panjang melakukan pe­nyisiran di lokasi keba­ka­­ran dan memasang po­lice li­ne, disana ditemukan 18 je­­­rigen BBM yang berisi cam­­puran bensin dan solar yang berwarna hitam ber­bu­sa. Diduga, BBM oplosan ter­­sebut digunakan sebagai ba­­han bakar untuk peng­go­re­­­ngan.

Baca Juga : Ombudsman Sumbar akan Turunkan Tim Yustisi Awasi Pelanggar Prokes dan Maladministrasi Saat Lebaran

Polisi yang curiga de­ngan temuan BBM tersebut, langsung mengamankan ba­rang bukti itu dari lokasi kejadian dan membawanya ke Polsek X Koto.

Kapolres Padang­pan­jang AKBP Heru Yulianto melalui Kasat Reskrim AKP. Ismet membenarkan penemuan BBM oplosan tersebut sebanyak 18 jeri­ken. Dimana, 15 jeriken be­risi masing-masing 35 liter dan 3 jeriken berisi 15 liter.

Baca Juga : Baznas Pasaman Salurkan Zakat untuk Mustahik, Totalnya Rp134,5 Juta

 ”Barang bukti telah diamankan personil dari TKP, kita masih mendalami penggunaan BBM tersebut untuk kebutuhan bahan ba­kar pabrik dan kemung­kinan juga digunakan oleh pabrik-pabrik sejenis di kawasan Panyalaian,” jelas Ismet ketika ditemui warta­wan, Rabu (2/3) kemarin.

Untuk membuktikan kandungan BBM tersebut, pihaknya akan melakukan uji labor dan menyelidiki dari mana mendapatkan bahan bakar bersubsidi ter­se­but. “Untuk penanga­nannya, saat ini masih dila­ku­kan oleh pihak Polsek X Koto,” jelasnya.

 Sementara itu, Ketua Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Nagari Panyalaian Ramon Zamora ketika dihubungi mengakui penggunaan BBM oplosan oleh sejum­lah pabrik di kawasan Pa­nya­laian dan Kecamatan X Koto.

”Sejak distrubusi mi­nyak tanah bersubsidi untuk kawasan Tanah Datar diba­tasi, termasuk di kawasan Panyalaian. Banyak masya­rakat yang beralih ke solar yang dicampur bensin seba­gai bahan bakar pengganti minyak tanah, termasuk juga pabrik kacang GDR yang terbakar Selasa kema­rin,” kata Ramon Zamora.

 Dikatakannya, selaku FKPM dan perwakilan ma­sya­­rakat Panyalaian, pihak­nya juga meminta kepada pe­merintah daerah maupun pi­hak Pertamina, untuk men­­carikan solusi bagi pela­ku Usaha Kecil dan Mene­ngah (UKM) dalam men­da­pat­­kan minyak tanah seba­gai penunjang kelanjutan usa­­ha masyarakat di Pa­nya­lai­an.

“Jika minyak tanah diba­ta­si dan masyarakat beralih meng­gunakan ke BBM jenis la­in, tentu akan berakibat ter­hadap keselamatan pe­ker­­ja dan kelangsungan usa­ha mereka. Apalagi, jenis So­­lar dan Bensin sangat gam­­pang terbakar,” jelas­nya.

 Ramon Zamora juga meminta kepada dinas ter­kait, juga aktif melakukan pembinaan dan sosialisasi ter­hadap UKM yang berada di kawasan Panyalaian dan Kecamatan X Koto. Karena, bagaimanapun usaha yang dijalankan oleh masyarakat juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

 ”Kita berharap, kasus yang menimpa Pabrik Ka­cang GDR tidak terulang lagi untuk tempat-tempat usaha lainnya. Karena, akan mengakibatkan kerugian dan menghambat per­tum­buhan perekonomian ma­sya­rakat,” ungkap pria yang akrab disapa Pak Dusun itu.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pabrik Kacang GDR yang terletak di Koto Tuo Nagari Panyalaian ter­ba­kar, akibat percikan api yang bersumber dari tempat penggorengan kacang.  Api cepat membesar dan ikut mem­bakar rumah yang be­ra­da di sekita lokasi pabrik.

Dari penuturan salah seorang saksi mata Fitri di lokasi kejadian, api berasal dari kebocoran pipa dari salah satu tabung BBM peng­gorengan, yang kemu­dian semakin membesar dan ti­dak bisa dipadamkan meng­­gunakan goni basah dan tabung racun api yang ada di lokasi kebakaran. (h/mg-pis)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]