Dipicu TV Meledak

Sepasang Bocah Tewas Terbakar


Kamis, 03 Maret 2016 - 03:52:44 WIB
Sepasang Bocah Tewas Terbakar Di rumah ini, Caca danRafli meregang nyawa Rabu (2/3). Kakak beradik ini ditemukan tewas dengan kondisi tubuh hangus. (DADANG)

PAYAKUMBUH, HALUAN – Dua bocah kakak beradik Caca (10) dan Rafli (7) tewas terbakar di rumah yang ia diami bersama orang tuanya di Kelurahan Parik Rantang, Kecamatan Paya­kumbuh Barat, Rabu (2/3) sekitar pukul 04.45 WIB. Kedua­nya tak tersela­mat­kan ka­rena terjebak di koba­ran api yang dipicu televisi (TV) di rumahnya meledak.

“Kedua korban dite­mukan sudah tewas,”terang Ahdion Kepala UPTD Dam­­kar Kota Payakumbuh pada Rabu (2/3) pagi. Diceritakannya, kedua kor­ban sulit dikenali ketika ditemu­kan dibekas  puing-puing sisa bangunan rumah tersebut.

Baca Juga : Kauman Voice Padang Panjang Persiapkan Mahakarya Seni untuk Sumbar

Untuk memadamkan api ke­ba­ka­ran tersebut, setidaknya 4 unit mobil kebakaran dikerah­kan. Lokasi kebakaran berada di kawasan padat penduduk. Untuk memadamkan api, petugas ter­ken­dala tidak ada akses jalan masuk kelokasi kebakaran. Mes­ki demikian, kurang dari setengah jam api berhasil dipadamkan.

“Dugaan kebakaran semen­tara dari ledakan televisi yang berada diruangan tamu rumah itu. Tetapi kita masih melakukan penye­lidikan terhadap terba­karnya ru­mah Bagonjong terse­but hingga menewaskan kedua kor­ban,” te­rang AKP Russirwan Ke­pa­la Polisi Sektor Kota Paya­kumbuh.

Baca Juga : Pemkab Agam Salurkan Insentif Guru TPA/MDA, Imam dan Garin Rp3,5 Miliar

Sementara saksi mata keja­dian sekaligus  Ketua RT 001, Indra Jaya menceritakan, keba­karan terjadi sebelum sholat subuh. Saat pagi buta itu, ibu korban bernama Epi (41) berte­riak minta tolong kepada warga sekitar. “Tolong,tolong ado api,” kata Indra Jaya seperti meniru­kan teriakan ibu korban.

Dalam keadaan panik, Indra pun langsung menghubungi petu­gas pemadam kebakaran. Diung­kapkannya, saat kejadian rumah gadang yang terbakar tersebut hanya dihuni oleh 4 orang. Yakni ibu korban bersama  3 anak nya. Masing-masing, Rizki (13), Caca dan Rafli.   Sedangkan, ayah korban bernama Doni Kampai (48) sedang berada di Kecamatan Pangkalan.

“Rumah hanya dihuni oleh 4 orang. Ibu berserta 3 anaknya. Bapaknya sedang bertukang mem­­buat rumah di Pangkalan. Ketika ibunya mencari bantuan memadamkan api ke warga seki­tar, ternyata didalam rumah masih ada dua bocah yang ter­kurung. Api dengan cepat mem­bakar rumah hingga bersisa tiang-tiang saja,”ucap Indra.

Diceritakannya, api berasal dari ledakan televisi yang berada diruangan tamu rumah bagon­jong tersebut. Sebelum mele­dak, ternyata televisi tidak pernah dimatikan hampir selama 2 hari berturut-turut.

“Orang tua korban juga per­nah saya ingatkan, jangan lama-lama menghidupkan televisi. Televisi sudah 2 hari tidak pernah dimatikan. Dan juga sambungan kabel harus pakai yang standar nasional indonesia,”ucapnya lagi. Percikan api dari televisi tabung 24 inci tersebut, langsung meram­bah bagian rumah lainnya dengan cepat.

Dalam hitungan menit, api terus membesar hingga mem­bakar seluruh bagian rumah. Sebelum petugas pemadam da­tang, warga pun berusaha mema­damkan api dengan peralatan seadanya.”Yang tersisa hanya dinding saja. Api begitu cepat membesar hingga menghabiskan seluruh rumah. Kedua bocah yang tewas kita temukan dibagian sudut kamar mereka,”ucapnya.

Kebakaran rumah Bagonjong milik penghulu Rajo Nan Data Kaampek suku tersebut turut menyita perhatian masyarakat Kota Payakumbuh. Bahkan, sam­pai siang hari, lokasi kebakaran  yang berada di belakang SPBU Parik Rantang tersebut masih dipadati masyarakat Kota Paya­kumbuh. (h/ddg)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]