Mencalon Ketum Golkar

Mahyudin Siap Kembalikan Kejayaan Partai


Jumat, 04 Maret 2016 - 16:40:27 WIB
Mahyudin Siap Kembalikan Kejayaan Partai

PADANG, HALUAN — Wa­kil Ketua Majelis Per­musya­waratan Rakyat (MPR) RI Mahyudin mencalonkan diri untuk menjadi Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, de­ngan menawarkan sejumlah konsep baru dan perubahan untuk partai berlambang po­hon beringin itu.

Politikus partai golkar ini juga mengaku, akan mem­bawa sejumlah perubahan dan kembali merangkul semua kader Golkar menjadi satu untuk kejayaan partai. Ia mengatakan, walaupun MA telah mengeluarkan ke­pu­tu­san memenangkan Mu­nas Bali namun Munas Bali sendiri telah me­la­kukan Rapimnas dan menyepakati untuk di­lak­sanakan Munas.

Baca Juga : Hadiri Wirid di Perumda AM Padang, Hendri Septa Ajak Tingkatkan Kepedulian

“Kalau seandainya terpilih jadi Ketum, saya ingin merangkul kem­bali kelompok-ke­lom­pok dan fraksi-fraksi yang berbeda di partai Golkar menjadi sebuah kekuatan untuk lebih siap menghadapi pemilu yang akan datang,” ung­kap­nya, Kamis (3/2).

Selain itu, ia juga menawarkan konsep-konsep berpartai ke de­pan untuk men­yesuai­kan dengan zaman ka­rena memang secara sta­tistik nasional partai Golkar kursinya cen­derung terus menurun. Namun untuk daerah, secara parsial ada yang meningkat. Di Sumbar sendiri bahkan pernah mendapatkan hanya satu kursi, namun sekarang sudah naik menjadi em­pat kursi.

Baca Juga : Pemko Padang Gelar Bimtek PPRG Tahun 2021

“Secara umum me­mang kader golkar itu terus mengalami pengu­rangan, karena memang faktor alam. Ada yang dipanggil Yang Maha Kuasa, sehingga harus melalui konsep dan rek­ruitmen kader baru un­tuk kembali mem­per­besar pendukung atau kader partai golkar da­lam rangka men­gem­bali­kan kejayaan par­tai,” ulasnya.

Ia juga optimis, se­mua kader golkar di Sumbar akan men­du­kung­nya atau me­milih­nya pada Munas yang akan dilaksanakan nanti. Selain itu, dari evaluasi golkar pada pilkada 20­15 kemarin golkar bany­ak mengalami ke­ka­lah­an karena dualisme yang terjadi di tubuh partai. Ia juga yakin, setelah ini golkar akan bersatu, dan akan lebih siap menghadapi pilkada 2017 mendatang.

Baca Juga : Pandemi Belum Reda, Warga Padang Takut Berobat ke Puskesmas

“Kita juga ingin me­la­kukan pendampingan, atau semacam konsultasi pada kader-kader yang maju pada pilkada dan membantu pem­biaya­an-pembiayaan apabila nanti menjadi ketum golkar. Tentunya pembiayaan ter­batas oleh DPP, namun yang jelas gotongroyong harus dikedepankan,” ujarnya.

Untuk praktek money politic sendiri harus di­tiada­kan oleh kader-kader golkar, karena kalau itu dilakukan maka partai tidak akan me­nga­lami perbaikan dan tidak akan ada perubahan. Ia juga yakin, semua kader sepakat untuk mengembalikan ke­jayaan partai golkar harus dengan langkah-langkah te­ro­bosan. Salah satunya dengan meniadakan money politic dan intrik-intrik yang tidak menguntungkan dalam pen­citraan partai golkar.

Baca Juga : Jumlah Penerima BST di Padang Berkurang 2 Ribu KPM

Dikatakan juga, se­benar­nya kalau dalam kondisi nor­mal ia lebih memilih untuk fokus melaksanakan tugasnya sebagai wakil ketua MPR RI sebagaimana yang telah di­amanah­kan oleh partai dan yang telah memilihnya. Na­mun demikian, polemik par­tai golkar membuat partai tidak dalam keadaan normal hal inilah yang membuat ia terpanggil untuk kembali berjuang membesarkan partai golkar.

Ketika ditanyakan soal strategi, ia mengatakan tidak memiliki strategi namun ia hanya menyampaikan konsep dan gagasannya selama ia membesarkan partai golkar. Ia juga akan meyakinkan pemegang suara bahwa ia yang terbaik untuk partai golkar di masa yang akan datang, dan ia juga yakin para DPD dan pemegang suara akan mempercayainya.

Ia juga menyatakan, kalau terpilih nanti ia tidak akan oposisi namun akan ber­ga­bung dengan pemerintah un­tuk mensukseskan pem­ba­ngu­nan. Karena menurutnya, kalau rebut dengan pe­me­rintah sementara pemerintah berkeinginan untuk mem­bangun rakyat Indonesia, maka yang rugi adalah rakyat.

“Karena suara golkar ada­lah suara rakyat, dan rakyat sekarang butuh segera, ada realisasi dari apa yang mereka harapkan. Kalau pemerintah sudah berjalan sesuai rule dan berpihak pada rakyat ten­tu­nya kita juga akan ikut men­dorong, kecuali kalau pe­merintah tidak konsisten dengan program-program janji kampanyenya atau cen­derung mengabaikan janji pada rakyat maka golkar ti­dak akan mendukung pe­me­rint­ah,” jelasnya.

Ia juga akan memberikan masukan-masukan kepada pe­merintah, mungkin golkar akan mengiatkan atau meng­hidup­kan kembali  Garis Besa­r Haluan Negara (GB­HN) un­tuk acuan bagi pre­siden me­lak­sanakan pem­ba­ngu­nan bagi kepentingan rakyat.

Ia juga menyatakan, tidak akan menolak siapapun yang terpilih nanti dan ia juga tidak akan berfikir untuk berniat mengacaukan. Namun, kalau seandainya ia yang menang pada Munas mendatang maka ia juga berharap semua kader kembali bersatu untuk partai golkar. “Mungkin nanti di Munasnya sendiri akan di­buat kesepakatan bersama, kalau kalah tidak akan mem­buat partai baru, atau gugat menggugat. Artinya semua calon akan menandatangani fakta integritas untuk siap menang dan siap kalah,” pung­kas­nya. (h/rin)

 

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]