Buronan Korupsi BKD Ditangkap Jaksa


Senin, 07 Maret 2016 - 04:21:47 WIB
Buronan Korupsi BKD Ditangkap Jaksa

PAYAKUMBUH,HALUAN — Tiga tahun masuk Daftar Pencarian Orang Kejaksaan Negeri Payakumbuh, pelarian AW (41) tersangka korupsi Sistem Informasi Kepegawaian (Sim­peg)  BKD akhirnya berhasil dibekuk petugas kejaksaan. AW ditangkap tengah duduk santai di dalam kafe  Mall Metropolis Bekasi pada Kamis (3/3) sekitar pukul 17.00 Wib.

 ”Penangkapan ter­ha­dap tersangka ini, berkat kerja­sama Kejaksaan Negeri Paya­kumbuh dengan Kejak­saan Agung dan dibantu petugas kepolisian. Sebelum di­tang­kap, tersangka sempat diintai oleh petugas di la­pang­an, ”kata Hasbih Ke­pala Ke­jak­saan Negeri Paya­kumbuh serta Andhika Ke­pala Seksi Tindakan Koru­psi Kej­ak­saan Negeri Paya­kum­buh Jumat (4/3) malam.

Baca Juga : Polda Sumbar Terima Kunjungan Kerja Komisi III DPR RI 

Diterangkannya, pe­na­ng­­kapan berawal dari ada­nya informasi yang di­pe­ro­leh oleh Kejaksaan Negeri Payakumbuh terhadap ke­bera­daan tersangka tersebut. Kejaksaan Negeri Paya­ku­m­buh langsung melacak keberadaan tersangka.

“Kita juga sudah lama mengintai keberadaan pe­laku, tetapi selalu gagal. Deng­an bantuan Kejaksaan Agung, setelah men­dapat­kan infor­masi keberadaan ter­sang­ka ini, langsung kita lakukan penang­kap­an, ”terangnya.

Baca Juga : Gubernur Sumbar Sebut Tanaman Serai Wangi Bisa Untungkan Petani

Sebelum ditangkap, be­be­rapa anggota intel Kejak­saan Negeri Payakumbuh sempat stand by di lokasi penangkapan untuk me­mantau gerakan tersangka. Setelai pengintaian dan di­pasti­kan disekitar lokasi penangkapan aman, ter­sang­ka langsung dibekuk.

“AW ditangkap saat du­duk santai  bersama dua rekannya disalah satu kafe Mall Metropolis Bekasi. Saat ditangkap, tersangka ini tidak melakukan per­lawa­nan. Tetapi, AW sempat meminta kepada petugas untuk melihatkan surat pe­rintah penangkapan. Setelah diperlihatkan, akhirnya AW langsung digiring untuk ditahan,”tegas Hasbih. Ke­esokan harinya,  Jumat (4/3) siang,AW langsung diter­bangkan ke Sumbar untuk dibawa ke Kejaksaan Negeri Payakumbuh dengan penga­manan ketat.

Baca Juga : SE Pemprov Sumbar tentang Salat Tarawih: Berwudu di Rumah Masing-masing, Jangan Bersalaman

 Dijekaskan Kajari Pa­ya­kumbuh, AW terlibat dalam tindakan korupsi Sistem Informasi Ke­pe­ga­waian (Simpeg ) pada Badan Kepegawaian Daerah Kota Payakumbuh  tahun ang­garan 2005 lalu. AW me­rupakan rekanan dari CV. Melkadica Semesta pe­me­nang tender  untuk penga­daan komputer serta pro­gram aplikasi  Simpeg se­nilai Rp 184 juta.

Setelah pekerjaan selesai sesui dengan batas waktu kontrak, bahkan dana pe­ker­jaan pun telah dicairkan 100 persen tetapi ke­tika program dan aplikasi  Sim­peg  akan difungsikan, ma­la­han program tidak ber­jalan sama sekali.

Baca Juga : Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter di Samudera Hindia Barat Mentawai

 Dalam kasus tersebut, dua tersangka terlebih da­hulu sudah ditahan dan divonis oleh Pengadilan Tipikor Padang. Sedangkan AW sudah  tiga kali di­layang­kan  surat panggilan oleh Kejaksaan Negeri Paya­kumbuh, tetapi tidak digu­brisi. Sejumlah alamat dari AW turut di telusuri Ke­jak­saan tetapi tidak ada respon sama sekali. Hingga akhir­nya, pada 2013 lalu jaksa menetapkan AW sebagai DPO Kejaksaan Negeri Pa­ya­kumbuh.

”Untuk sementara, AW dititipkan di Lapas Kelas IIB Payakumbuh untuk me­mud­ahkan pemeriksaan ke­depan­nya. Sebelum di­ta­han, ter­lebih dahulu  AW dila­kukan pemeriksaan ke­se­ha­tann­nya,”terangnya. (h/ddg)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]