Mario Syahjohan

Korbankan Harta Benda Pribadi


Sabtu, 12 Maret 2016 - 01:31:11 WIB
Korbankan Harta Benda Pribadi

Perjalanan Mario Syahjohan dalam memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Solok Selatan (Solsel) di awal tahun 2013, tidaklah berjalan mulus. Begitu banyak rintangan yang harus dihadapi. Dan rintangan ini berhasil dilalui dengan mengorbankan sesuatu yang ia sayangi.

Seiring dengan masa jabatannya yang akan berjalan hingga 2017 mendatang, Mario ber­harap besar semua rintangan bisa  dihadapi dengan mulus.

Baca Juga : Misteri Rumah Gadang di Bendang, Bunyi Tongkat Menghentak sampai Piring Pecah

“Untuk membesarkan orga­nisasi KONI di awal masa kerja, saya rela mengorbankan harta benda pribadi, seperti terjualnya mobil dan kendaraan trail. Me­mang, pengorbanan dibutuhkan karena sesuai pesan orangtua saya dahulukan kepentingan umum dari kepentingan pribadi,” kata Mario, si pecinta trail ini, di kediamannya, Kamis (10/3).

Berkat pengorbanan itu, saat ini KONI Solsel mulai bangkit. “Tidak ada yang sia-sia jika dilakukan sungguh-sungguh atas keyakinan yang kuat,” tutur pria kelahiran 1984 itu.

Baca Juga : Beragam Tradisi Unik Masyarakat Adat Indonesia di Bulan Rajab

Menurutnya, berkat ke­ber­hasilan KONI Solsel menggelar Pekan Olahraga Kabupaten (Por­kab) tiap tahun di daerah itu, membuat KONI dari Kabupaten Mentawai ingin menerapkan pula program serupa di bumi Sikerei tersebut.

Bahkan baru-baru ini, berkat program yang ia gagas dengan lembaga legislatif setempat de­ngan menggunakan dana aspirasi anggota dewan untuk olahraga, KONI Kabupaten Solok juga turut mengikuti langkahnya.

Baca Juga : Ini Daftar Hewan Langka yang Perlu Kamu Lihat Sebelum Punah

“Berkat gagasan tersebut men­jadikan KONI Kabupaten Solok mendatangi KONI Solsel untuk membuat program serupa di daerah mereka,” terang pria penggila trail itu.

Untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi di Padang mendatang, Mario optimis KO­NI Solsel mampu capai target.” Kita memberikan reward dan punishment bagi atlet yang ber­laga di ajang Porprov nanti. Jika, atlet memperoleh medali akan diberikan bonus satu miliar rupiah dan mendapatkan gaji bulanan atlet. Sebaliknya, jika tidak mendapatkan medali sesuai komitmen dengan pengurus ca­bang, akan diberikan dana pem­binaan yang minim,” katanya.

Baca Juga : Berminat untuk Menjadi Penyelam? Ini Tipsnya untuk Pemula

Dengan komitmen ini, Mario mengharapkan KONI Solsel termotivasi menjadi tuan rumah dalam ajang Porprov pada 2022 dan sebagai tuan rumah cabang silat dalam iven Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.

Di balik kemampuan Mario memimpin KONI Solsel, untuk urusan berorganisasi, kemam­puan Mario Syahjohan tak perlu diragukan lagi. Pasalnya, sejak 2002 ia telah aktif berorganisasi. Puluhan organisasi telah ia geluti, baik organisasi kepemudaan maupun organisasi sosial lainnya. Ia merupakan salah satu pendiri organisasi pecinta trail di Solsel yang dinamakan Adventure Trail Club (ATC) Solsel. ATC meru­pakan komunitas pecinta trail tertua di daerah itu, yang di­bentuk pada 2009.

Dua tahun berdirinya ATC, tepatnya pada 2011 ia bersama rekan-rekan ATC berhasil meng­gelar iven trail di Solsel yang diikuti oleh tiga provinsi yakni, Sumbar, Riau dan Jambi.

“Bisa dikatakan sukses besar karena ketersedian anggaran dalam menggelar iven sangat minim namun mampu meng­harumkan nama daerah serta meraih keuntungan dari segi keuangan,” tandas suami seorang bidan yang memiliki tiga anak itu.

Dari total keuntungan sekitar Rp40 juta saat itu, disalurkan dalam bentuk kegiatan sosial. Diantaranya, memberikan ban­tuan terhadap pembangunan masjid dan bagi penghuni panti asuhan. Aksi sosial ini, didapat­nya dari didikan orangtua yang mengajarkan hidup mandiri serta jiwa kepemimpinan dari kecil yang menjadikannya giat berso­sialisasi dan berorganisasi.

“Didikan orangtua saya me­mang keras, kendati dulunya ayah adalah orang terpandang atau bisa dikatakan mapan dalam ekonomi tapi tidak menjadikan kami sebagai anak yang manja. Saking kerasnya didikan ayah, dulu sebelum membantu orang­tua bekerja kami tidak diboleh­kan makan,” begitu cerita­nya. ***

 

Laporan: JEFLI

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 10:52:56 WIB

    Misteri Rumah Gadang di Bendang, Bunyi Tongkat Menghentak sampai Piring Pecah

    Misteri Rumah Gadang di Bendang, Bunyi Tongkat Menghentak sampai  Piring Pecah Misteri rumah gadang (rumah adat Minangkabau) di Bendang, Nagari Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan (Solsel) yang selesai pembangunannya dalam satu malam. Kisah ini menjadi cerita turun-temurun oleh masyarakat.
  • Ahad, 21 Februari 2021 - 13:33:23 WIB

    Beragam Tradisi Unik Masyarakat Adat Indonesia di Bulan Rajab

    Beragam Tradisi Unik Masyarakat Adat Indonesia di Bulan Rajab Masyarakat adat di Indonesia memiliki tradisi unik dalam menyambut momen-momen tertentu, salah satunya saat memasuki bulan Rajab..
  • Ahad, 14 Februari 2021 - 16:34:31 WIB

    Ini Daftar Hewan Langka yang Perlu Kamu Lihat Sebelum Punah

    Ini Daftar Hewan Langka yang Perlu Kamu Lihat Sebelum Punah Saat ini ada berbagai lembaga di seluruh dunia yang sedang mengupayakan penyelamatan terhadap hewan-hewan langka yang terancam punah. Meski begitu, daftar hewan langka mungkin tak akan habis, karena jumlahnya terus bertambah..
  • Ahad, 07 Februari 2021 - 19:13:51 WIB

    Berminat untuk Menjadi Penyelam? Ini Tipsnya untuk Pemula

    Berminat untuk Menjadi Penyelam? Ini Tipsnya untuk Pemula Menikmati pemandangan bawah laut memiliki kenikmatan dan keasyikan tersendiri. Beraneka ragam kehidupan berseliweran dalam perairan tersebut begitu memikat untuk ditatap dan disingkap kehidupan bawah laut tersebut yang sampai.
  • Senin, 01 Februari 2021 - 22:36:28 WIB

    Pembelajaran Ideal Anak saat Pandemi

    Pembelajaran Ideal Anak saat Pandemi Pandemi COVID-19 membawa dampak besar pada dunia pendidikan di Indonesia. Sebagian besar sekolah memutuskan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar online dari rumah..
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]