Pembenahan Pariwisata di Sumbar

‘Tak Beranjak Lenggang dari Ketiak’


Sabtu, 12 Maret 2016 - 01:37:17 WIB
‘Tak Beranjak Lenggang dari Ketiak’ Pedagang menyusun payung dan kursi di Pantai Flamboyan Baru, Padang, Jumat (11/3). Pemalakan oleh pedagang beberapa waktu lalu kembali terjadi. Banyak pengunjung mengeluh karena terpaksa membayar langkitang hingga Rp100 ribu. (RIVO SEPTI ANDRIES)

Fakta tak terbantahkan, bahwa Sumbar adalah negeri yang kaya berbagai objek wisata. Namun potensi besar itu belum mendapat polesan berarti. Dari waktu ke waktu tak ada pembenahan signifikan yang membuat wisatawan betah berlama-lama dan menghabiskan uangnya di sini.

Diantaranya pariwisata di Kabupaten Solok. Keindahan alamnya bak mutiara terpen­dam yang belum ter­eks­plo­ra­si maksimal. Padalah potensi wisatanya dapat ‘dijual’ dan bisa menambah PAD (penda­pa­tan asli daerah) daerah itu.

Baca Juga : Misteri Rumah Gadang di Bendang, Bunyi Tongkat Menghentak sampai Piring Pecah

“Bukan tidak mungkin, potensi alam itu dapat disulap menjadi destinasi wisata ter­ke­muka di Ranah Minang,” kata Israr Jalinus, tokoh ma­sya­rakat Kabupaten Solok yang juga mantan Anggota DPRD Sumbar.

Potensi lima buah danau yang dimiliki oleh Kabupaten Solok, tentunya anugerah terindah bagi daerah. Di utara Kab. Solok, ada Danau Sing­ka­rak yang sudah terkenal hingga ke mancanegara lewat iven balap sepeda interna­sional Tour de Singkarak.

Baca Juga : Beragam Tradisi Unik Masyarakat Adat Indonesia di Bulan Rajab

Sementara di selatan, lan­jut Israr, ada Danau Diatas dan Danau Dibawah, serta Danau Talang di lereng Gu­nung Talang  dan Danau Tuo di lereng bukit barisan, Sa­ning­baka. Belum lagi ham­paran hijau kebun teh.

Jadi Andalan dan Diperhatikan

Baca Juga : Ini Daftar Hewan Langka yang Perlu Kamu Lihat Sebelum Punah

Sementara kabupaten/ko­ta lain yang juga mengan­dal­kan pariwisata, mengaku pu­nya perhatian untuk me­ngem­bangkan objek wisata. Seperti Ta­nah Datar dibantu anggaran da­ri 4 kementerian, yai­tu Ke­menterian Pariwisata dan Eko­nomi Kreatif, Ke­men­­te­rian Pendidikan dan Ke­bu­da­yaan, Kementerian Da­lam Negeri dan Kemen­te­rian PU.

“Masing-masing kemen­te­rian menganggarkan pengem­ba­ngan dan pembangunan objek wisata baru, yaitu RTH Taman Pagaruyung, pem­ba­ngunan ekowisata dan jenjang 1001 di Bukit Batupatah, Belakang Istano Basa Pa­garuyung,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pe­mu­da dan Olahraga Tanah Datar, Marwan.

Baca Juga : Berminat untuk Menjadi Penyelam? Ini Tipsnya untuk Pemula

Dikatakan Marwan, ang­garan untuk pengembangan pariwisata dialokasikan Kem­da­gri Rp1,2 miliar untuk tiga tahun anggaran, Kemparekraf sebesar Rp1,03 miliar untuk tahun ini, Rp1 miliar dari Kemendikbud, dan Kemen­trian PU sebesar Rp8 miliar dan Rp1 miliar anggaran khusus Presiden.

Sedangkan Kota Padang, menurut Kepala Dinas Pari­wisata, Medi Iswandi, pihak­nya memiliki arah yang jelas dalam mempromosikan po­ten­si wisata. Hal itu dibuk­ti­kan dengan selalu adanya iven atau festival guna menarik ke­datangan wisatawan.

Tahun ini, beberapa fes­tival telah dirancang baik nasional maupun inter­na­sional. Diantaranya Multi­la­teral Naval Exercise Komo­do April mendatang, Festival Siti Nurbaya pada Agustus, Palinggam Dayung Festival di Desember.

Pemko Bukittinggi juga meyakinkan, selalu mem­be­rikan perhatian untuk pem­ba­ngunan bidang pariwisata. Karena hingga saat ini, sektor pariwisata menjadi pilar pen­ting dalam perekonomian masyarakat sekaligus penda­patan daerah.

Menurut Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ke­bu­dayaan Bukittinggi, Emil Anwar, pada 2015 Disbudpar mampu menyumbangkan PAD sebesar Rp22 milliar dari sektor pariwisata. Selama 2015, PAD terbesar di bulan Juli sebesar Rp3 milliar, disusul bulan lainnya sebesar Rp2 milliar lebih.

Untuk jumlah kunjungan wisatawan, juga meningkat. Data 2014, kunjungan wisa­tawan berdasarkan data wi­sa­tawan yang menginap di Bu­kit­tinggi berjumlah 433.038 wisatawan. Rinciannya wisa­tawan mancanegara 32.501 orang dan wisatawan nusan­tara 400.537 orang.

“Kunjungan wisatawan ke Bukittinggi masih didominasi wisatawan nusantara/lokal,” ungkap Emil.

Lain Padang, Lain Solok

Kota Padang memiliki sejumlah objek wisata anda­lan, seperti Pulau Pasum­pa­han, Sikuai, Swarnadipa. Se­men­tara objek wisata darat yang juga jadi unggulan adalah Pantai Cimpago, Pantai Bu­ngus, Pantai Muaro, Pantai Purus, Pantai Samudera, Ta­man Hutan Raya Bung Hata dan yang lain.

“Dari keseluruhan tempat wisata tersebut, Lapau Pan­jang Cimpago cukup banyak dikunjungi. Jumlah kun­ju­ngan mencapai 3 juta orang per tahun,” ucap Medi.

Jumlah kunjungan wisata­wan ini dilihat melalui ting­kat kunjungan hotel, kunju­ngan ke iven-iven dan wisa­tawan yang tercatat masuk lewat imigrasi. Namun dalam pengembangan wisata masih ditemukan sejumlah kendala. Salah satunya terkait perilaku masyarakat yang tak ramah wisatawan, seperti tarif parkir tak resmi, harga makanan terlalu tinggi.

“Untuk menciptakan pari­wi­sata Kota Padang yang ra­mah wisatawan, kita terus me­la­kukan pembinaan,” jelas dia.

Bukittinggi juga punya segudang objek wisata anda­lan. Salah satunya Taman Marga Satwa Budaya Kinan­tan (TMSBK) atau Kebun Bi­natang Bukittinggi yang di­tunjuk sebagai pilot project re­vitalisasi kebun binatang di In­donesia. Revitalisasi de­ngan anggaran Rp100 milliar dari pusat guna upgrade infra­struktur TMSBK menjadi berstandar internasional.

“TMSBK ditunjuk seba­gai pilot projek revitalisasi kebun bina­tang diindo­ne­sia,” kata Kabid Pariwisata Bukittinggi, Emil Anwar.

Berbeda dengan Padang, Tanah Datar dan Bukittinggi, menurut tokoh masyarakat Kabupaten Solok, yang juga mantan Anggota DPRD Sum­bar, pembangunan pariwisata di bumi markisah sejak satu dekade lalu sampai hari ini, belum signifikan. Pariwisata belum mampu menarik minat pengunjung.

“Bisa dikatakan, sektor pariwisata adalah sektor pa­ling lambat kemajuannya di Kabupaten Solok,” kata Israr.

Kelambanan ini tidak terlepas dari tersedianya sara­na dan prasarana yang mem­buat pengunjung tidak betah berlama-lama di daerah itu.

Pantauan di lapangan, penyediaan restoran dan pe­ngi­napan yang representatif adalah salah satu kendala. Saat ini hanya ada komplek pengi­napan berupa vila-vila di Danau Diatas. Namun fasil­i­tas­nya, seperti perabotan ka­mar yang kelewat uzur, ka­mar mandi dan WC sebagian mulai rusak.

Sementara untuk pengem­bangan kawasan wisata Sing­ka­rak, saat ini Dinas Pariwi­sata Kabupaten Solok, hanya fokus untuk kawasan dermaga Singkarak. Selain itu, belum terlihat adanya upaya mak­simal dan inovasi baru untuk mempercantik wajah lokasi-lokasi wisata yang ada.

Dalam RPJMD Tahun 2010-2015, sumbangsih kepa­ri­wisataan nyaris tanpa kema­juan. Bahkan, kunjungan wisa­ta mancanegera terhitung sejak 2008 hingga 2012 hanya berkisar 225 orang hingga 282 orang.

Pemerintah daerah bukan ti­dak bekerja. Namun lagi-lagi ter­kendala anggaran yang ter­batas. Kondisi tersebut me­nyebabkan sektor wisata ha­nya bisa jalan di tempat atau da­lam istilah Minangnya ‘tak be­ranjak lenggang dari ke­tiak’.

“Pemerintah daerah hanya bisa melakukan tambal su­lam. Kita dihukum anggaran, sehingga tak mampu berbuat banyak,” kata Kadis Pari­wisarta Seni dan Budaya Kab. Solok, M. Alfajri. 

Kehadiran Gusmal-Yulfa­dri sebagai pemimpin baru diharapkan membawa angin segar terhadap pengem­ba­ngan sektor wisata. Sebagai­mana tertuang dalam visi misi, pembangunan ekonomi ma­sya­rakat melalui sektor pari­wi­sata menjadi target utama yang hendak dicapai 5 tahun mendatang.

“Kita telah minta dinas terkait untuk menjalin ko­mu­nikasi aktif dengan peme­rin­tah provinsi dan pusat, untuk menggaet dana pem­ba­ngu­nan. Karena jika mengan­dal­kan APBD jelas tidak akan bi­sa berkembang,” kata Gus­mal dalam sebuah kesem­pa­tan.

Ke depan, untuk pembe­na­han sektor wisata ini, peme­rintah daerah sebagaimana ter­tuang dalam APBD 2016 le­bih fokus untuk membenahi tiga lokasi wisata, yaitu kawa­san Dermaga Singkarak, Aro­suka dan Danau Kembar.

“Tahun ini kita akan me­nga­dakan kembali Festival Da­nau Kembar, destinasinya untuk kelanjutan pem­be­na­han villa danau kembar dan dermaga Singkarak dan bebe­ra­pa agenda rutin lainnya se­perti Tour de Singkarak,” pung­kas Gusmal.

Alokasi Anggaran

Menurut Kadis Pari­wi­sarta Seni dan Budaya Kab. Solok, M. Alfajri, tahun 2016 pihaknya merencanakan re­no­vasi dermaga Singkarak dan kawasan villa Alahan Panjang. Saat ini, ada Rp1,9 miliar dana siap dige­lon­torkan untuk pembenahan sektor kepariwisataan di SK­­PD yang dipimpinnya.

“Ada juga dana yang di­taruh di SKPD lain, seperti PU dan Koperindag. Tujuan­nya untuk menggenjot sektor pariwisata ini,” katanya.

Sementara Kadis Pari­­wi­sa­ta Kota Padang, Medi Is­wan­di, untuk membawa pari­wi­s­ata Kota Padang men­jadi le­bih baik, pihaknya men­da­pat alo­kasi anggaran dari AP­BD 2016 total Rp22 miliar. Untuk pemeliharaan dan pem­ba­ngu­nan objek wisa­ta ter­se­dia lebih kurang Rp13 miliar.

Selanjutnya, Dinas Kebu­dayaan dan Pariwisata Bukit­tingi tahun ini mendapatkan alokasi anggaran dari APBD Rp13,7 milliar untuk pem­be­nahan dan pengembangan Pariwisata.

“Untuk Program Pengem­ba­ngan Destinasi Pariwisata, diantaranya Pemeliharaan Medan Nan Balinduang, Pe­me­liharaan Jam Ga­dang, Pemeliharaan rumah kela­hi­ran Bung Hatta, Peme­li­ha­ra­an Rumah Adat Nan Baan­ju­ang, Operasional Objek wisa­ta, Jasa kebersihan dan peme­li­ha­raan Taman Panorama dan Lobang Jepang serta Pe­nga­daan pakaian lapangan,” kata Sekretaris Disbudpar Kota Bukittinggi, Aguslim SE, didampingi Kabid Pari­wisata Emil Anwar.

Unggul Meski Tak Diunggulkan

Di sisi lain, di tengah sibuknya Pemkab Solok de­ngan rencana pengembangan pariwisata yang belum satu­pun ‘matang’, Tugu Ayam Arosuka tepat di gerbang masuk rumah Dinas Bupati dan Wakil Bupati Solok, jus­tru secara alami menarik perhatian pengunjung.

Tak heran, saban hari ka­wa­san Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang bersebelahan dengan Taman Hutan Kota Terpadu (THKT) Arosuka yang masih menyemak ini, dipadati pengunjung. Ka­wa­san inipun dengan sendirinya seperti tersulap menjadi tem­pat rekreasi dadakan.  Sua­sa­na yang sudah ber­lang­sung sejak pertengahan 2015 lalu ini, secara ber­angsur meng­gai­rahkan eko­nomi warga setem­pat, kare­na ramainya pengun­jung yang sekedar mampir untuk mele­pas penat.

Riki (21), salah seorang ma­hasiswa di Kota Padang me­ngatakan, letak Tugu Ayam yang tepat berada dipinggir ja­lan lintas membuat daya tarik tersendiri. Pertama, pengun­jung tidak susah ma­suk, cu­kup memarkir ken­da­raannya di pinggir bundaran Tugu, lalu bersantai. “Setiap dari kam­pung mau ke Padang, saya du­duk di sini dulu. Sambil be­ris­tirahat dan menikmati di­nginnya Aro­sukai,” sebut pe­muda asal Sijunjung itu. (h/*)

 

Laporan: WANDI/LENI/GATOT/FERI

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 10:52:56 WIB

    Misteri Rumah Gadang di Bendang, Bunyi Tongkat Menghentak sampai Piring Pecah

    Misteri Rumah Gadang di Bendang, Bunyi Tongkat Menghentak sampai  Piring Pecah Misteri rumah gadang (rumah adat Minangkabau) di Bendang, Nagari Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan (Solsel) yang selesai pembangunannya dalam satu malam. Kisah ini menjadi cerita turun-temurun oleh masyarakat.
  • Ahad, 21 Februari 2021 - 13:33:23 WIB

    Beragam Tradisi Unik Masyarakat Adat Indonesia di Bulan Rajab

    Beragam Tradisi Unik Masyarakat Adat Indonesia di Bulan Rajab Masyarakat adat di Indonesia memiliki tradisi unik dalam menyambut momen-momen tertentu, salah satunya saat memasuki bulan Rajab..
  • Ahad, 14 Februari 2021 - 16:34:31 WIB

    Ini Daftar Hewan Langka yang Perlu Kamu Lihat Sebelum Punah

    Ini Daftar Hewan Langka yang Perlu Kamu Lihat Sebelum Punah Saat ini ada berbagai lembaga di seluruh dunia yang sedang mengupayakan penyelamatan terhadap hewan-hewan langka yang terancam punah. Meski begitu, daftar hewan langka mungkin tak akan habis, karena jumlahnya terus bertambah..
  • Ahad, 07 Februari 2021 - 19:13:51 WIB

    Berminat untuk Menjadi Penyelam? Ini Tipsnya untuk Pemula

    Berminat untuk Menjadi Penyelam? Ini Tipsnya untuk Pemula Menikmati pemandangan bawah laut memiliki kenikmatan dan keasyikan tersendiri. Beraneka ragam kehidupan berseliweran dalam perairan tersebut begitu memikat untuk ditatap dan disingkap kehidupan bawah laut tersebut yang sampai.
  • Senin, 01 Februari 2021 - 22:36:28 WIB

    Pembelajaran Ideal Anak saat Pandemi

    Pembelajaran Ideal Anak saat Pandemi Pandemi COVID-19 membawa dampak besar pada dunia pendidikan di Indonesia. Sebagian besar sekolah memutuskan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar online dari rumah..
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]