Telkom Ungkap Rahasia Kinerja ‘Kinclong’ pada 2015


Sabtu, 12 Maret 2016 - 03:38:19 WIB
Telkom Ungkap Rahasia Kinerja ‘Kinclong’ pada 2015

JAKARTA, HALUAN — PT Te­le­komunikasi Indonesia Tbk (Telkom) kembali men­ja­di satu-satunya operator yang men­catat kinerja kinclong se­cara topline dan bottomline selama 2015.

Operator pelat merah ini mam­pu mempertahankan per­tumbuhan pendapatan dua di­git dan mencetak ke­untu­ngan di tengah kondisi makro dan depresiasi rupiah yang tak menguntungkan selama 2015.

Baca Juga : Bank Nagari Luncurkan QRIS Puskesmas dan Serahkan CSR Berupa Dua Unit Mobil untuk Pelayanan Kesehatan  di Padang

Hal ini berbanding ter­­balik dengan pe­saing­­nya seperti XL Axiata atau Indosat Oo­redoo yang masih ber­gulat keluar dari tekanan rugi kurs.

“Pertumbuhan yang cukup pesat pada la­yanan broadband ti­dak terlepas dari per­lua­san infrastruktur fi­ber optic dan BTS 3G/4G sesuai arah strategi pe­ru­sahaan menuju digital com­pany,” jelas Direktur Utama Tel­kom, Alex J. Sinaga dalam sia­ran pers yang diterima Ha­luan, Jumat (11/3).

Baca Juga : Asal Diperlakukan Manusiawi, Pedagang Dukung Pembangunan Pasar Induk

Telkom sepanjang 2015 men­catat pertumbuhan pen­da­patan 14,2 persen atau se­be­sar Rp 102,47 triliun, se­dang­kan pada tahun 2014 ter­catat Rp 89,70 triliun. Ada­pun laba bersih mencapai Rp 15,49 triliun atau tumbuh 7 persen.

Pertumbuhan pada pen­dapatan operasi dipicu oleh per­tum­buhan yang terjadi pa­da pendapatan Data, Internet dan IT Services yang menca­pai 37,5 persen menjadi Rp 32,69 triliun. Pertumbuhan tersebut dikontribusi oleh peningkatan yang signifikan jumlah pelanggan layanan broadband baik fixed maupun mobile.

Baca Juga : Rupiah Ditutup Menguat Lawan Dolar AS Rabu Sore

Jumlah pelanggan fixed broadband pada 2015 tercatat mencapai 3,98 juta pelanggan atau tumbuh 17,2 persen di­ban­ding tahun sebelumnya. Jum­lah tersebut termasuk pe­lang­gan IndiHome yang pada ta­hun 2015 mencapai di atas 1 juta pelanggan baru. Semen­ta­ra pelanggan mobile broad­band mencapai 43,79 juta pelanggan atau tumbuh 40,3 persen.

“Pertumbuhan pada pen­da­patan data, internet dan IT Ser­vices ini mencerminkan stra­tegi perusahaan dalam menumbuhkan bisnis digital,” ujarnya.

Baca Juga : Parah! Harga Emas Antam Anjlok Rp127.000 dari Rekor Tertinggi

Pada bisnis selular Telkom ma­sih menjadi market leader de­ngan jumlah pelanggan men­capai 152,64 juta yang be­rar­ti tumbuh sebesar 8,6 per­sen. Pada periode yang sama, BTS selular bertambah seba­nyak 17.869 unit, sehingga to­tal BTS selular pada 2015 men­capai 103.289 unit yang berarti tumbuh9 20,9 persen.

Dari sisi EBITDA, pen­capaian pada 2015  sebesar Rp 51,42 triliun, tumbuh se­be­sar 12,6 persen dari pe­rio­de yang sama tahun 2014, yang tercatat sebesar Rp 45,67 triliun. Sementara EBITDA Margin bertahan pada level 50,2 persen.

Dari sisi beban operasi, per­tumbuhan total beban men­capai 15,8 persen dari Rp 60,49 triliun pada 2014 men­jadi Rp 70,05 triliun pa­da tahun 2015. Pertumbuhan to­tal beban ini terutama dise­bab­kan oleh pertumbuhan da­ri beban Operation, Main­te­nance & Tele­com­mu­ni­ca­tion Service yang naik sebe­sar 26,1 persen menjadi Rp 28,12 triliun, dan beban de­presiasi dan amortisasi naik se­besar 8,2 persen menjadi Rp 18,53 triliun.

“Ini karena kami agresif da­lam pembangunan dan mo­dernisasi infrastruktur, khu­susnya broadband,” sebut­nya.

Ia menjelaskan, laba ber­sih perusahaan yang tumbuh 7 persen sesungguhnya di­pe­nga­­ruhi oleh adanya pro­gram Pensiun Dini. Program ini merupakan langkah stra­te­gis yang diambil peru­sa­haan untuk meningkatkan pro­duktivitas dalam jangka pan­jang menuju digital com­pany. Bila tanpa program Pen­siun Dini tersebut, laba ber­sih Perusahaan 2015 tumbuh 10,8 persen. (h/dj)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]