FAO: Lebih 30 Negara Perlu Bantuan Pangan


Sabtu, 12 Maret 2016 - 03:40:19 WIB
FAO: Lebih 30 Negara Perlu Bantuan Pangan

NEW YORK, HALUAN — Tiga-puluh-empat negara, termasuk 27 negara di Afrika, saat ini memerlukan bantuan pangan akibat kemarau, banjir dan konflik, kata seorang juru bicara PBB pada Rabu (9/3).

Organisasi Pertanian dan Pangan PBB (FAO) mengelu­arkan edisi terbaru laporan per-kwartal mengenai Situasi Pangan dan Prospek Tanaman pada Rabu pagi, kata Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq di Markas Besar PBB, New York.

Baca Juga : Astaga! Ada Tanda-tanda Fase Baru Mutasi Covid-19

“Kemarau yang berkaitan dengan El Nino telah secara drastis mengurangi prospek produksi tanaman 2016, se­men­tara harapan bagi panen di Marokko dan Aljazair telah berkurang akibat cuaca ke­ring,” kata Haq.

“Selain itu, di beberapa daerah Amerika Tengah dan Karibia, kondisi kering yang berlangsung dan berkaitan dengan El Nino mungkin mempengaruhi penanaman tanaman utama musiman un­tuk tahun ketiga berturut-turut,” kata Haq. “Laporan tersebut juga mem­peringat­kan berkurangnya produksi tahun lalu akan memiliki dampak negatif pada kondisi keamanan pangan di Re­pub­lik Rakyat Demokratik Ko­rea.”

Baca Juga : Akan Rilis, Laporan Intelijen AS Sebut MBS Setujui Pembunuhan Khashoggi

Swaziland pada Desember lalu baru ditambahkan ke dalam daftar itu, yang meli­puti 33 negara.

“Di tempat lain, kondisi tanaman 2016 di lapangan secara umum menggem­bira­kan,” kata Haq, sebagaimana dikutip Xinhua —yang dipan­tau Antara di Jakarta, Kamis pagi. “Prakiraan awal menun­jukkan banyak tanaman gan­dum 2016 di sebagian besar negara Asia.”

Baca Juga : Pemerintahan Joe Biden Tuding Putra Raja Salman Dalang Pembunuhan Jurnalis AS

Kantor PBB bagi Koor­di­na­si Urusan Kemanusiaan (OCHA) dijadwalkan me­nge­luarkan analisis baru glo­bal dampak kemanusiaan aki­bat fenomena El Nino, kata­nya.

Jumlah kemarau besar yang tercatat secara global pada 2015 lebih dua kali lipat dari rata-rata kondisi 10 ta­hun, akibat peristiwa El Nino parah, kata Robert Glasser, Wakil Khusus Sekretaris Jen­deral PBB bagi Pengurangan Resiko Bencana, kepada war­tawan di Markas Besar PBB, New York, pada Februari.

Baca Juga : Prediksi WHO, Corona Berakhir Awal 2022

Dampak kemarau masih dirasakan dan jutaan orang menghadapi kelaparan di Ethiopia, di Afrika Timur, sampai Papua Nugini, Ose­ania, kata Glasser.

El Nino, yang berarti Anak Ke­cil dalam Bahasa Spanyol, dan saudarinya La Nina —Ga­dis Kecil— adalah dua peris­ti­wa cuaca yang me­nga­kibat­kan perubahan iklim dan cua­ca.

“Meskipun El Nino 2015-2016 sekarang telah melewati puncaknya, menurut Orga­nisasi Meteorologi Dunia (WMO), fenomena alam ter­sebut akan terus memiliki dampak sangat serius pada orang yang rentan selama berbulan-bulan, termasuk melalui kemarau, banjir dan peningkatan peluang terjadi­nya topan tropis,” kata Haq.

“Empat wilayah yang pa­ling memerlukan dukungan kemanusiaan adalah Afrika Timur, Afrika Selatan, Kepu­lauan Pasifik dan Amerika Tengah,” kata Juru Bicara PBB itu. “Semua negara di masing-masing wilayah ini telah mengumumkan keadaan darurat.”

Laporan FAO tersebut menyatakan kemarau yang berkaitan dengan El Nino telah “secara tajam mengu­rangi” prospek produksi tana­man 2016 di Afrika Selatan, sementara harapan bagi pa­nen di Marokko dan Aljazair telah rendah akibat kondisi kering. (h/ans)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 25 Februari 2021 - 14:41:04 WIB

    Astaga! Ada Tanda-tanda Fase Baru Mutasi Covid-19

    Astaga! Ada Tanda-tanda Fase Baru Mutasi Covid-19 Baru-baru ini sebuah penelitian di California melaporkan telah menemukan sampel dua varian virus Covid-19 yang bergabung menjadi versi virus corona. Mereka bermutasi, memicu peringatan bahwa pandemi mungkin memasuki fase baru.
  • Kamis, 25 Februari 2021 - 12:27:37 WIB

    Akan Rilis, Laporan Intelijen AS Sebut MBS Setujui Pembunuhan Khashoggi

    Akan Rilis, Laporan Intelijen AS Sebut MBS Setujui Pembunuhan Khashoggi Laporan intelijen Amerika Serikat (AS) soal pembunuhan jurnalis kawakan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, yang akan segera dirilis, menyebutkan bahwa Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman atau MBS menyetujui pembunuhan.
  • Kamis, 25 Februari 2021 - 08:14:23 WIB

    Pemerintahan Joe Biden Tuding Putra Raja Salman Dalang Pembunuhan Jurnalis AS

    Pemerintahan Joe Biden Tuding Putra Raja Salman Dalang Pembunuhan Jurnalis AS Pemerintahan Presiden Joe Biden akan merilis laporan intelijen Amerika Serikat (AS) yang tidak diklasifikasikan mengenai kematian jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, Kamis (25/2/2021). Khashoggi merupakan kolumnis Washingto.
  • Selasa, 23 Februari 2021 - 12:40:14 WIB

    Prediksi WHO, Corona Berakhir Awal 2022

    Prediksi WHO, Corona Berakhir Awal 2022 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi gambaran baru soal kapan akhir corona (Covid-19). Direktur Regional Eropa misalnya, optimis pandemi akan berakhir segera di awal 2022..
  • Ahad, 21 Februari 2021 - 16:51:44 WIB

    Pemerintah Irak Bersiap Sambut Kunjungan Paus Fransiskus

    Pemerintah Irak Bersiap Sambut Kunjungan Paus Fransiskus Pemerintah Irak mengatakan penerapan pembatasan sosial yang tengah diterapkan untuk menekan penyebaran Covid-19 tidak akan mengganggu atau mempengaruhi kunjungan Paus Fransiskus ke negara tersebut. Pemimpin tertinggi umat Kat.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]