Mencari Solusi Kemacetan Akibat Pesta


Sabtu, 12 Maret 2016 - 03:44:26 WIB
Mencari Solusi Kemacetan Akibat Pesta

Pesta dan kemacetan. Dua kata ini mempunyai arti yang berbeda. Da­lam Wikipedia dituliskan bahwa pesta adalah sebuah acara sosial berkaitan dengan acara-acara pribadi dan keluarga untuk memperingati atau merayakan suatu peristiwa khusus dalam kehidupan yang bersangkutan.

Pesta merupakan kesempatan untuk berbagai interaksi sosial. Salah satu bentuk pesta di Ranah Minang yang dilaksanakan oleh pribadi atau keluarga adalah baralek dengan mengundang  tamu.

Baca Juga : SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

Sedangkan kamacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Pesta dan kemacetan akhirnya bertemu.

Banyak pengguna jalan mengeluhkan kegiatan pesta atau baralek yang dilak­sanakan warga mengganggu kelancaran lalu lintas. Warga menggunakan sebagian atau bahkan menutup jalan saat menggelar pesta.

Baca Juga : Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

Kasus jalan digunakan untuk pesta cukup banyak terjadi di Kota Padang. Keluhan-keluhan pengguna jalan akibat pesta yang menggunakan badan jalan ini sudah sering kita dengar. Tapi keluhan ini seperti angin lalu saja, tak ada solusi.

Kondisi tersebut banyak terjadi di Kota Padang, pusat pemerintahan Provinsi Sumatera Barat hingga mengundang reaksi dari Walikota Mahyeldi Ansharullah.

Baca Juga : Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

Walikota mengakui, setiap menggelar hajatan seperti  baralek, warga kerap mengabaikan ketertiban. Sebagian badan jalan ditutup dan digunakan sebagai tempat untuk meletakkan tenda. Akibatnya kenya­manan pengendara terabaikan dan arus lalu lintas menjadi terhambat.

Mahyeldi  berharap warga tidak ketika baralek tidak menutup badan jalan. Ia minta kepada camat dan lurah untuk mencarikan solusinya. Camat dan lurah diminta meng­inventarisasi fasilitas umum atau tanah kosong yang ada di daerahnya. Di fasilitas umum ini nantinya dibangun gedung serba guna sebagai tempat hajatan yang bisa digunakan oleh warga setempat.

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

Dengan dibuatkan tempatnya, silahkan warga yang menggelar baralek dilaksanakan di tempat tersebut secara bergantian, sehingga jalan tidak macet lagi. Sayang, walikota tidak menyebutkan dari mana anggaran untuk membangun gedung serba­guna tersebut.

Barangkali walikota memancing lurah dan camat agar pembambanguan serbaguna ini bisa diusulkan dengan menggunakan APBD Kota Padang. Jika ini menjadi kenyataan, tentunya diprioritaskan di lokasi yang selama ini terjadi kemacetan akibat badan jalan ditutup untuk baralek.

Wacana yang dikemukakan Walikota Padang itu perlu dikunyah-kunyah lagi. Kalaupun memungkinan gedung sertaguna ini dibangun dengan APBD, perlu dipikir­kan bagaimana pengoperasiannya kelak.

Apakah gratis, sewa dan sebagainya. Jika gratis, tentunya tak masalah bagi warga. Namun jika menyewa, jelas tidak semua warga akan sanggup. Karena itu perlu dicarikan formula yang tepat sehingga tidak memberatkan bagi masyarakat.

Pada akhirnya, kita tidak melihat lagi badan jalan ditutup gara-gara digunakan untuk baralek. ***

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Februari 2021 - 14:07:37 WIB

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam  siswa Perlu Ditinjau Ulang Ternyata persoalan pemakaian jilbab bagi siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang,  belum berakhir. Pemberitaannya hiruk pikuk dan viral  diperbincangkan secara nasional dalam dunia pendidikan. Sampai Mendikbud terpancing angkat b.
  • Kamis, 04 Februari 2021 - 14:45:37 WIB

    Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

    Jangan Ikuti!  Iblis Penebar Hoaks Pertama Kita barangkali akrab dengan cerita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah. Melalui anugerah ilmu, Allah memuliakan Nabi Adam di atas malaikat dan iblis..
  • Senin, 01 Februari 2021 - 16:58:52 WIB

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam Syekh Muhammad Djamil Djambek adalah ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awal abad ke-20, dilahirkan pada tahun 1860 di Bukittinggi, terkenal sebagai ahli ilmu falak terkemuka..
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]