Damkar Payakumbuh Butuh Posko Baru


Sabtu, 12 Maret 2016 - 03:51:55 WIB
Damkar Payakumbuh Butuh Posko Baru

PAYAKUMBUH, HALUAN — Posko komando atau tempat bergeraknya pasukan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Payakumbuh yang berlokasi di Jalan Luhak Limapuluh, di Kelurahan Nunang Daya Bangun, Payakumbuh Barat, dinilai banyak pihak tidak pas. Pasalnya, posko ini masih sempit dan terkendala untuk keluar masuknya mobil Damkar.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UTD) Damkar, di bawah Badan Penung­gala­ngan Bencana Daerah (BP­BD) Kota Payakumbuh, Ah­dion, ketika dihubungi Jumat (12/2) mengatakan, persoalan posko tidak barang baru lagi, sudah lama diusulkan kepada pihak terkait. Namun hingga sekarang tidak kunjung jelas ujung pangkalnya.

Baca Juga : Wagub Sumbar Serahkan Piala kepada Pemenang Dasawisma Berprestasi Tingkat Provinsi

“Jika posko Damkar ini dibiarkan berlama-lama di tempat yang sempit ini, meng­ganggu aktifitas pasukan un­tuk bergerak, apalagi jika kejadian kebakaran terjadi hari Minggu, macetnya minta ampun, karena pedagang cu­kup ramai ditambah lagi ada­nya terminal bayangan di seputar posko Damkar,” se­but­nya.

Kesulitan awak Damkar dalam bertugas tidak saja terhadap posko yang sempit akan tetapi juga sulitnya kelu­ar, karena jalan satu arah, andainya awak Damkar me­lab­rak rambu-rambu berlai­nan arah sangat beresiko, tapi apa boleh buat, pemadam kebakaran tidak boleh ter­lambat sampai ke tujuan, meskipun satu detik.

Baca Juga : Besok, Gubernur-Wagub Sumbar Divaksin Covid-19

Diharapkannya pihak ter­ka­it hendaknya memindahkan posko ke lokasi yang agak luas, agar mobil Damkar lelu­asa keluar masuk. Solusinya, pindah ke eks kantor Kepen­dudukan dan Catatan Sipil yang berlokasi di kelurahan Padang Tinggi, eks kantor Kehutanan Limapuluh Kota yang berlokasi di jalan Rasuna Said dan Kantor Pertanian Limapuluh Kota yang saat ini dihuni oleh Kemenag.

Sekaitan dengan mobil Damkar yang saat ini ada 4 unit, berdasarkan uji kela­yakan atau cek fisik dari UPT di Perhubungan dan Kominfo Kota Payakumbuh, hanya satu unit yang lolos dapat dio­perasikan. Sedangkan 3 unit­nya lagi tidak layak pakai dan dikuatirkan rusak di tengah jalan saat operasi.

Baca Juga : Pembayaran Ganti Rugi Terdampak Jalan Tol Padang-Pekanbaru Ditargetkan Selesai Juni 2021

Selain itu Damkar juga mengalami kesulitan terhadap personil, saat ini awak Dam­kar berjumlah 35 orang, sete­lah dihitung-hitung, Damkar kekurangan personil 14 orang lagi, idealnya 49 orang. Untuk mendapatkan air, Damkar juga mengalami kesulitan karena sejumlah hidran dibe­berapa titik di Payakumbuh tidak berfungsi lagi.

“Kalau kota Payakumbuh mempunyai bank air di bebe­rapa titik padat penduduk, awak Damkar bekerja dengan santai. Pada tahun berikutnya, Kota Payakumbuh diharap­kan mempunyai bank air se­hingga petugas Damkar tidak kelabakan mencari air dan kejadian kebakaran dapat diatasi dengan cepat,” ujar Ahdion.

Baca Juga : Angka Kemiskinan di Sumbar Naik, DPRD Sarankan Begini

Ketua Komisi A DPRD Kota Payakumbuh, Drs. Fit­rial Bachri ketika dihubungi terpisah Jumat (12/2) menga­takan, pihaknya sangat pri­hatin melihat kondisi Dam­kar. “Terhadap posko ko­mando, kami sangat setuju dipindahkan ke tempat lain agar mobil Damkar leluasa berputar dan cepat ngacir menuju lokasi kejadian. Ken­dala yang dihadapi Damkar menjadi catatan khusus bagi komisi A,” pungkasnya. (h/zkf)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]