Angka Kelahiran Bayi di Pessel di Atas Rata-rata Nasional


Sabtu, 12 Maret 2016 - 04:07:25 WIB
Angka Kelahiran Bayi di Pessel di Atas Rata-rata Nasional SEORANG ibu sedang membawa bayinya ke Pos PIN di Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan. Angka kelahiran bayi di Pessel tergolong tinggi.

PAINAN, HALUAN — Ang­ka kelahiran bayi di Pesisir Selatan (Pessel) masih ting­gi, salah satu penyebab ting­ginya angka pasangan usia subur dan pernikahan usia muda. Sementara angka kematian ibu melahirkan pada tahun 2015 lalu ter­catat sebanyak 5 orang, dan bila dipersentasekan jauh lebih rendah dari angka kematian ibu melahirkan naaional.

Kepala Dinas Kesehatan Pessel Syahrizal Antoni menyebutkan, angka kela­hiran bayi di daerah itu mencapai 850 orang. Angka kelahiran yang terbilang besar itu mengakibatkan daerah ini masih me­lam­paui rata - rata angka kela­hiran nasional.

Baca Juga : Wagub Sumbar Serahkan Piala kepada Pemenang Dasawisma Berprestasi Tingkat Provinsi

Syah­rizal Antoni me­nye­­butkan angka kelahiran bayi itu didapat dari reka­pitulasi ibu melahirkan pada Bidan Desa, Puskes­mas, Klinik Bersalin dan Rumah Sakit. Kemudian jumlah sasaran PIN bayi 2016 juga menggambarkan angka kelahiran bayi, di­mana jumlah sasaran PIN adalah 46.000 lebih bayi. 

Dikatakannya, data yang ada pada petugas kebi­da­nan, memang berbeda jauh dengan hasil pendataan BPS pada tahun lalu. “Kini telah terjadi pertambahan pen­duduk sebesar 3,5 persen setahun. Dan angka ini jauh melampaui angka nasional. Pertambahan angka pen­duduk yang demikian besar bakal menimbulkan banyak persoalan dikemudian hari,” katanya.

Baca Juga : Besok, Gubernur-Wagub Sumbar Divaksin Covid-19

Selanjutnya Kepala Bap­peda Zefnihan me­nyebut­kan, permasalahan yang bakal muncul dengan per­tam­bahan jumlah penduduk yang besar itu adalah me­nyang­kut kesejahteraan ma­syarakat daerah ini.

“Pertambahan pen­du­duk akan memantik ke­mis­kinan lagi. Ia juga berimbas pada lapangan kerja, pe­menuhan kebutuhan pen­di­dikan, pengrusakan ling­kungan,” katanya.

Baca Juga : Pembayaran Ganti Rugi Terdampak Jalan Tol Padang-Pekanbaru Ditargetkan Selesai Juni 2021

Pesisir Sela­tan di­ba­yang banyangi leda­kan pen­duduk. Angka pen­duduk Pesisir Selatan tidak seperti yang diproyeksikan dalam RPJP Pesisir Selatan.

Tahun 2011, Dinas Ke­pendudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pesisir Selatan mencatat jumlah penduduk di daerah itu telah mencapai setengah juta atau 125.488 KK se­telah dilakukan pemu­ta­khiran data kependudukan.

Baca Juga : Angka Kemiskinan di Sumbar Naik, DPRD Sarankan Begini

“Dibandingkan target RPJP Pesisir Selatan pro­yeksi penduduk Pesisir Se­latan jauh meleset dimana pada tahun  2011 hanya se­besar 447.634 orang, namun kenyataaannya mengalami lonjakan sangat signifikan, yakni mencapai setengah juta lebih,” katanya.

Disebutkannya, Pessel juga pernah mengalami lon­jakan penduduk yang hebat pada rentang tahun 2000 - 2005 lalu yaitu mencapai 1,6 persen, namun setelah itu berhasil me­ngen­da­likan­nya menjadi 1,1 persen se­tahun lewat program Ke­luarga Berencana.

“Jumlah penduduk yang banyak disatu sisi bisa di sebut sebagai potensi sum­berdaya, namun disisi lain jumlah yang banyak juga menjadi tantangan bagi pem­bangunan Pesisir Se­latan,” katanya.

­Menurutnya, dengan ber­tambahnya penduduk Pesisir Selatan akan me­nye­babkan terjadinya pe­nga­lihan lahan pertanian men­jadi lahan perumahan. Jika dalam lima tahun saja ter­jadi peningkatan penduduk sebesar 3,5 kali 5 atau 15 persen tentu juga akan ter­jadi pegalihan lahan se­besar itu. Hal ini me­­rupakan tantangan berat bagi pe­ningkatan produksi pe­r­tanian daerah. P­e­ningkatan penduduk adalah tantangan bagi pelayanan publik da­lam tahun tahun men­da­tang.(h/har)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]