Kebun Binatang Bukittinggi Bakal Ditutup Sementara


Sabtu, 12 Maret 2016 - 04:07:42 WIB
Kebun Binatang Bukittinggi Bakal Ditutup Sementara

BUKITTINGGI, HALUAN — Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK) atau yang dikenal Kebun Binatang Bukittinggi akan ditutup selama masa pengerjaan revitalisasi TMSBK, diperkirakan akan dimulai pada pertengahan tahun ini.

Hal ini merupakan lanjutan dari ditunjuknya TMSBK sebagai salah satu pilot project revitalisasi kebun binatang di Indonesia oleh Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) dan Southeast Asian Zoo Association (Seaza).

Baca Juga : Wujud Sinergi Membangun Negeri, TMMD ke-110 Dibuka dengan Tabuhan Gong

Kabid TMSBK Bukittinggi, Ikbal, Jumat (11/3) mengatakan bahwa selama proses revitalisasi tersebut hewan-hewan besar yang saat ini menempati TMSBK akan dipindahkan ke lokasi yang nantinya akan ditentukan oleh pihak terkait.

“Rencananya, kita akan tutup selama dua tahun selama pengerjaan tersebut, namun tetap kita usahakan pengerjaannya lebih cepat dari yang sudah direncanakan,” terang Ikbal.

Baca Juga : Dihadiri 12 Anggota Legislator, Bupati Terpilih Dharmasraya Sampaikan Pidato Politik

Kurun waktu tersebut, menurut Ikbal hewan besar akan ditempatkan sesuai lokasi yang nantinya akan direncanakan oleh pihak BKSDA. “Kita  akan berkoordinasi dengan pihak BKSDA terkait penempatan hewan tersebut,” terangnya.

Menurut Ikbal, TMSBK akan berubah total dari yang ada saat ini, dimana nantinya kandang-kandang kewan akan diperbaharui sesuai dengan desain yang sudah dipersiapkan oleh tim.

Baca Juga : Ketua Komisi V DPR RI Asal Sumbar, Athari Gauthi Ardi Ajak Masyarakat Ikuti Vaksinasi

“Kandang satwa nantinya akan bertaraf internasional. Selain itu juga dibuatkan lokasi historikal, dimana nanti pengunjung akan tahu bagaimana sejarah dari TMSBK dan Bukittinggi sendiri,” terangnya.

Ikbal tak menampik jika saat ini pihaknya mengalami keminiman Sumber Daya Manusia (SDM), namun seiring dengan berubah totalnya TMSBK nanti diharapkan akan ada SDM-SDM baru untuk ditempatkan di TMSBK.

Baca Juga : Perubahan Pola Angin Sebabkan Penurunan Kualitas Udara di Sumbar

“Selain itu, kita juga akan melatih penjaga hewan (keeper) untuk meningkatkan wawasannya dan akan kita kirim belajar di daerah luar seperti di Jawa dan beberapa tempat lainnya,” ulas Ikbal.

Untuk saat ini jelas Ikbal, TMSBK hanya memiliki 50 petugas dan jumlah tersebut masih sangat minim untuk standar TMSBK. Dari jumlah tersebut, 15 terdiri dari penjaga kandang atau pawang hewan, dan 3 orang sebagai pengurus pakan hewan.

“Dari jumlah tersebut idealnya sekitar 25 hingga 30 orang sebagai perawat satwa, dan yang ada saat ini mereka yang ada juga kebanyakan tidak memiliki latar belakang sebagai konservasi. Namun untuk menjadi perawat hewan yang jelas bukan soal latar belakang melainkan kemauan dan bagaimana mereka bisa berdekatan dengan hewan sendiri,” ulas Ikbal.

Sementara itu, Wakil Walikota Bukittinggi, Irwandi mengatakan bahwa untuk pengerjaan TMSBK nanti, semuanya akan diurus oleh pihak pusat termasuk soal para pekerjanya sendiri.

“Untuk efektifnya pengerjaan ini akan dilaksananakan oleh pihak pusat, karena banyak persiapan yang akan dilakukan terlebih dahulu. Rencananya mungkin sekitar bulan Juli nanti, namun semua itu kita serahkan pada pusat. Nantinya juga akan ada penambahan dan pengurangan hewan sendiri, baik hewan besar maupun  yang kecil,” ujar Wakil Walikota saat melakukan temuh ramah bersama pihak TMSBK, pekan kemarin. (h/ril)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]