Pegawai Imigrasi Batam ZR Jadi Tersangka


Sabtu, 12 Maret 2016 - 04:19:05 WIB
Pegawai Imigrasi Batam  ZR Jadi Tersangka

BARELANG, HALUAN — Pol­resta Barelang telah menetapkan seorang oknum pegawai kantor Imigrasi Batam, ZR, sebagai tersangka, kaburnya seorang tahanan Imigrasi kelas 1 Khusus Batam, bernama Damar Bahadur Chettri alias Sam Chettri (45), WNA berkewarganegaraan Si­nga­pura, yang telah memalsukan Dokumen Paspor Indonesia, Minggu (24/1), lalu.

Sebelumnya jajaran Satuan Reserse Kriminal Polresta Bare­lang juga telah menetapkan se­orang biro jasa pengurusan pas­por, Manasar Siagian (45), seba­gai tersangka dan dalang kasus yang berkaitan dengan kaburnya WN Singapura itu. Yang ditang­kap di Kota Medan.

Baca Juga : Keren! Kawasan Danau Maninjau Diusulkan Jadi Wisata Unggulan Nasional

Kasat Reskrim Polresta Bare­lang, Kompol Yoga Buanadipta Ilafi, mengatakan, penetapan tersebut setelah dilakukan peme­riksaan dan penyidikan kembali terhadap oknum biro jasa itu, lalu pihak kepolisian menetapkan lagi seorang pegawai Imigrasi Kelas 1 Batam, berinisial Z, sebagai tersangka.

" Z ini, sebelumnya hanya menjadi saksi. Namun, setelah dilakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari Mana­sar Siagian, maka Z, ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus melepaskan tahan itu," kata Kompol Yoga, Jumat (11/3) siang, di Mapolreta Barelang.

Baca Juga : Sandiaga Uno Sebut Ajakan Presiden Cintai Produk Lokal Bisa Bangkitkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Berdasarkan hasil peme­riksa­an terhadap, ZR, juga sudah mengakui perbuatannya itu, yaitu dengan menerima imbalan uang jasa sebesar 5.250 Dollar Singa­pura. Sehingga, berdasarkan hasil BAP itu, sudah kita jadikan ZR ini, sebagai tersangka," ungkap Kasat Reskrim.

"Tersangka ZR telah menga­kui perbuatannya. Dengan men­dapatkan imbalan uang sebanyak 5.250 Dollar dan sebagian dian­taranya telah digunakan untuk membeli beberapa barang," pa­par Yoga.

Baca Juga : Dampak Pandemi Covid-19, Hanya Seorang Wisman Kunjungi Riau

Untuk sementara ini, imbuh Kasat, kepolisian sudah menetap­kan dua orang tersangka yang terlibat dalam melepaskan taha­nan Imigrasi. Sedangkan Sam Chettri sendiri, sebut Yoga, saat ini dia masih buron yang kabur dari Kota Batam, lalu masuk ke Johor, Malaysia, melalui pela­buhan tikus, dengan menggu­nakan speedboat secara ilegal. Dan masuk ke Singapura melalui Johor.

"Namun, saat ini kita masih melakukan proses pemeriksaan kedua tersangka lebih lanjut. Maksutnya, apakah ada tersangka lainnya yang ikut terlibat. Se­mentara, Sam Chettri sendiri, masih buron yang kabur dari Kota Batam," ucap Yoga.

Baca Juga : Grand Launching COE Pariaman Festival 2021 Dihelat di Pekanbaru

Diterangkan Kasat Reskrim, dari hasil penyelidikan polisi diketahui bahwa Manasar Si­agian ini mendapat upah sebesar 40.000 Dollar Singapura, mem­bebaskan Damar Bahadur Chet­tri alias Sam Chettri, yang diba­yarkan secara tunai melalui seorang pria yang berdomisili di Batam.

"Untuk memuluskan upaya­nya itu, Manasar Siagian ini membayar Zul sebesar 5.250 Dollar Singapura. Kemudian, Manasar mengatur kebe­rang­katan tahanan Imigrasi (Sam Chettri) tersebut untuk masuk ke Malaysia, melalui pelabuhan tikus. Yaitu dengan membayar orang sebesar Rp 70 juta," jelas­nya lagi.

Setelah Manasar Siagian ber­ha­sil melakukan aksinya, yaitu dengan membawa kabur tahanan Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Manasar melakukan pesta di Windsor Foodcourt, dan ke­esokan harinya dia berangkat ke Medan, Sumatera Utara, untuk menghilangkan jejak.

"Setelah kita mendapatkan laporan dari pihak Kantor Imi­grasi Batam, lalu kita lakukan pengejaran. Yang akhirnya, ter­sangka Manasar berhasil kita ditangkap di Medan Baru, Kota Medan," tukasnya.

Informasi dari Kepala Bi­dang Pengawasan dan Penin­dakan Imigrasi Batam (Was­dakim) Kelas I Khusus Batam, Rafli mengatakan Damar Ba­hadur Chettri, merupakan seo­rang pelaku pemalsuan dokumen RI berupa Paspor, yang akan digunakan untuk masuk ke Si­ngapura dari Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre.

Namun, dia ditangkap oleh petugas Imigrasi Batam karena ketahuan memalsukan dokumen paspor RI, di loket pemeriksaan paspor WNI di pintu kebe­rang­katan 3, Selasa, 22 Desember 2015, lalu. "Damar Bahadur Chettri alias Sam Chettri ini sebagai tahanan kami.

Yaitu sebagai pelaku tinda­kan kriminal pemalsuan doku­men Paspor RI. Namun setelah ditangkap dan ditahan, dia berha­sil kabur. Lalu, kita laporkan ke Polresta Barelang," ungkap Rafli.

Terkait ada pihaknya (pe­gawai ) Imigrasi Batam Kelas I Khusus Batam yang terlibat dalam kasus lepasnya tahanan tersebut, Rafli menyerahkan sepenuhnya kepada polisi, untuk membongkar siapa pelakunya.

"Kita sudah melaporkan ke­pa­da Polresta Barelang, tentang kaburnya Damar Bahadur Che­ttri, yang merupakan seorang pelaku pemalsuan dokumen Paspor RI. Untuk proses pengungkapan siapa pelakunya, kita juga sudah menyerahkan kepada pihak penegak hukum," papar Rafli. (hk/vnr)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]