Solsel Miliki 14.667 Hektare Hutan Nagari


Senin, 14 Maret 2016 - 03:15:53 WIB
Solsel Miliki 14.667 Hektare Hutan Nagari KaDis­hut­bun Solok Sela­tan, Tri Handoyo.

SOLSEL, HA­LUAN—Kepala Dinas Ke­hu­ta­nan dan Per­ke­bunan (Dis­hut­bun) Solok Sela­tan (Solsel), Tri Handoyo me­nye­butkan jika Sol­sel telah me­mi­liki 14.667 hek­tare (Ha) hu­tan nagari atau hutan adat, Jumat (11/3).

Sebelumnya, Solsel telah memperoleh 12.715 Ha hutan nagari yang telah memiliki izin kementerian kehutanan dan lingkungan hidup. Dimana, tersebar di lima nagari. “Na­mun, dari dua usulan hutan nagari yang telah diberi izin baru satu nagari yakni, Nagari Ranah Pantai Cermin seluas 1.952 Ha. Artinya, saat ini kita telah peroleh 14.667 Ha hutan nagari dari target 43.014 Ha,” kata Tri Handoyo.

Baca Juga : Polres Agam Beri Sanksi 8 Orang Karena Langgar Prokes

Ia mengatakan, untuk hu­tan nagari Padang Limau Sundai seluas 2.257 Ha yang juga diu­sulkan tinggal me­nunggu izin. “Insya Allah, hanya tinggal menunggu surat ke­putusan saja karena telah mele­wati tahap verifi­kasi,” tan­das­nya.

Dari total target hutan nagari 43.014 Ha atau 17 nagari, masih ada sekitar sembilan nagari dalam tahap iden­ti­fikasi lokasi seluas 26.­077 Ha. Ia menjelaskan, peng­usulan hutan di nagari kabu­paten itu ke kementerian terkait, agar masyarakat di nagari melalui Lem­baga Pe­ngelola Hutan Na­gari (LP­HN), bisa mem­berdayakan hutan untuk men­datangkan manfaat ekonomi, dengan mengelola hutan sesuai fungsi hutan nagari menurut aturan yang berlaku.

Baca Juga : Sempat Tertutup Longsor, Ruas Jalan Provinsi di Agam Sudah Bisa Dilalui Kendaraan

Ia memberi contoh, man­faat yang didapatkan masya­rakat de­ngan mengelola hu­tan nagari, adalah menda­patkan pasokan air yang me­madai untuk bersa­wah sebab, terja­ganya hutan dari peru­sakan hutan, sehingga hasil produksi padi bisa me­ningkat. “Itu contoh man­faat ekonomi secara tidak langsung. Se­dangkan man­faat langsung contoh­nya, memanfaat­kan air untuk membuat Pem­bang­kit Listrik Tenaga Mikro Hid­ro menyalakan listrik,” kata­nya.

Terkait pengelolaan hutan oleh masyarakat, ada tiga hak untuk me­nge­lola hutan yang bisa dila­kukan masyarakat, yakni hutan nagari, hutan kemasya­rakatan, dan hutan tanaman rakyat. Sementara, di Solsel, yang cocok itu adalah hutan nagari, berdasarkan tipologi masya­rakatnya dan dengan pertimbangan sosial, budaya dan sebagainya, yang hidup berk­elompok. (h/jef)

Baca Juga : Bank Nagari Cabang Painan Dorong Percepatan Pembangunan Bidang Pariwisata Melalui Aplikasi E-Retribusi

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]