Jumlah Pengemis Meningkat di Solsel


Senin, 14 Maret 2016 - 03:22:29 WIB
Jumlah Pengemis Meningkat di Solsel SEORANG pengemis sedang menghitung uang hasil meminta-minta kepada masyarakat di Solsel. (JEFLI)

SOLSEL,HALUAN — Pagi itu matahari masih tertutup awan,belum ada tanda tanda matahari itu akan menam­pakan wujudnya. Tiba-tiba muncul seorang pria bertopi mengenakan sandal jepit sam­bil menenteng kantong plastik biru di tangan kanannya, dan mulutnya mengeluarkan ke­pulan asap rokok bak corong pabrik semen. Berjalan de­ngan sedikit tergesa-gesa ia mendatangi rumah seorang warga di Jorong Kampung Palak, Kecamatan Sungai Pagu, (12/3).

Dengan mengetuk pintu ia mengucapkan salam. “Assala­mualaikum, kasihan pak dari kemarin saya belum makan,” keluhnya menarik simpati pemilik rumah.

Baca Juga : Senin Pagi, Bupati Andri Warman Memulai Aktivitas Kedinasan

“Waalaikumsalam, maaf pak,” balas pemilik rumah.

Namun, hal itu tidak mem­buat pengemis itu menghindar dari depan pintu pemilik ru­mah. Pengemis masih saja berdiri. Karena hari masih pagi dan pengemis tersebut tak kunjung jua beranjak, akhirnya, pemilik  rumah memberikan sedikit uang receh. Barulah ia berlalu meninggalkan rumah itu.

Baca Juga : Kembangkan Sektor Pariwisata, Bupati Andri Warman Lirik Tiga Kawasan Ini

Dari pantauan Haluan, keberadaan pengemis pasca banjir bandang di daerah itu menunjukkan peningkatan. Tapi, rata-rata dari pengemis tersebut berbadan tegap atau bukanlah orang-orang yang mengalami keterbatasan fisik.

Menurut seorang tokoh masyarakat Kenagarian Koto Baru, Hendrivon maraknya pengemis tersebut bukan di­ka­renakan mereka itu miskin atau imbas dari dampak ben­cana banjir. “Kebanyakan mereka itu malas bekerja lebih suka tangan di atas,” katanya.

Baca Juga : Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH Sambut Aspirasi Masyarakat Campago Barat

Ia menyebutkan, keba­nyakan dari para pengemis itu masih kuat fisiknya. “Ter­kadang mereka berperan se­ba­gai orang linglung, setelah selesai mengemis dia seperti orang hebat dengan pakaian bagus,bahkan pendapatan mereka setiap harinya lu­mayan banyak,”lanjutnya.

Maraknya pengemis ja­lanan ini berdampak bagi pekerjaan Garin (orang yang tinggal di Surau atau Masjid) terkadang mereka  malas untuk berjalan sebab ba­nyak­nya pengemis. Seorang Garin Masjid di Muara Labuh,  Ujang, (54) mengakui penda­patan mereka jauh menu­run dibandingkan pengemis jala­nan.

Baca Juga : Agar Tepat Sasaran, Dinsos Pessel Mutakhirkan Data Fakir Miskin

“Pendapatan mereka itu jauh lebih besar dari pada pendapatan kami sebagai Garin,terkadang mereka itu sering memaksa untuk dika­sih. Tidak dikasih ngomel makanya banyak garin yang malas berjalan takutnya disa­makan,”tutupnya. (h/jef)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]