Juarai Piala Gubernur Kaltim

PBFC Lengkapi Kuota Piala Bhayangkara


Senin, 14 Maret 2016 - 03:33:57 WIB
PBFC Lengkapi Kuota Piala Bhayangkara

Samarinda, Haluan — Pusamania Borneo FC (PBFC) sukses merengkuh trofi Piala Gubernur Kaltim 2016 usai mengalahkan Ma­dura United 1-0 dalam partai final yang digelar di Stadion Palaran, Minggu (13/3). De­ngan meraih gelar juara Pu­sa­mania Borneo FC mengisi slot tertinggal piala Bhayangkara.

Kedua tim sama-sama tak mampu memecah kebuntuan di waktu normal sehingga laga harus dilanjutkan ke babak extra time. Ponaryo Astaman menjadi pahlawan ke­me­na­ngan Borneo FC lewat golnya di babak tambahan ini.

Baca Juga : Rekor Baru Liverpool: 5 Kekalahan Beruntun di Kandang!

Laga relatif berjalan se­im­bang di babak pertama, baik dari sisi penguasaan bola maupun peluang yang ter­cipta. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga turun mi­num.Kembali dari kamar gan­ti, baik Borneo FC mau­pun Madura United sama-sama masih belum mampu mengubah papan skor. Hasil 0-0 pun memaksa laga di­la­n­jutkan ke babak tambahan.

Di masa extra time ini, Ponaryo menjadi pahlawan Borneo FC setelah tendangan bebasnya meluncur mulus ke gawang Madura United ka­rena penglihatan kiper Hery Prasetyo terhalang gerakan pemain Borneo FC.

Baca Juga : Menang 3-0, Barcelona Tendang Sevilla dari Copa Del Rey

Bek sekaligus kapten Ma­dura United, Fabiano Bel­trame terpaksa dikartu merah wasit usai menyikut pemain Borneo FC Sutan Samma. Perjuangan Laska Sape Kerap untuk me­nyamakan ke­du­dukan pun makin berat. Skor 1-0 pun bertahan hingga laga usai. Hasil ini membuat Pe­sut Etam dipastikan men­juarai ajang ini.

Sementara itu, di laga sebe­lumnya Arema Cronus dipa­stikan meraih peringkat ketiga setelah mengalahkan Sriwijaya FC 3-1. Sriwijaya FC unggul lebih dulu lewat Yohanis Napar di menit 29. Kiper Arema, Kurnia Meiga, salah melakukan antisipasi bola umpan silang Supardi, hingga memudahkan Nabar menyundul bola masuk ke dalam gawang.

Baca Juga : Timnas U-23 Gagal Uji Coba Karena Belum Mendapat Izin

Tak ada gol tambahan ter­cipta pada babak pertama, Sriwijaya FC unggul satu gol saat turun minum. Di babak kedua, Arema sempat me­n­cetak gol di menit 57. Tapi, Cristian Gonzalez sudah ber­diri dalam posisi offside saat menerima bola terobosan sebe­lum mencatatkan na­manya di papan skor.Dua menit ber­selang bek ‘Laskar Wong Kito’, Thierry Ga­thues­si, men­da­pat­kan kartu kuning kedua karena mendorong Srdan Lopicic.

Unggul jumlah pemain, Arema bisa mencetak gol penyama kedudukan lewat El Loco. Lewat satu situasi bola mati, Gonzalez bisa mencatatkan satu gol. Se­pakan kerasnya dari luar kotak penalti gagal di­an­tisipasi oleh kiper Sriwijaya FC, Dian Agus Prastyo.

Baca Juga : Wah, Ada Hadiah Rp2 Miliar untuk Juara Piala Menpora

Arema berbalik unggul setelah Esteban Vizcarra mencetak gol di menit 79. Dia melakukan sepakan de­ngan dari jarak dekat dalam satu situasi kemelut di muka gawang Sriwijaya FC. Dendi Santoso me­ngun­ci ke­me­nangan Arema de­ngan gol yang dia bukukan di menit 87. Kemelut di muka ga­wang Sriwijaya FC men­jadi penyebabnya. Di sisa per­tandingan tak ada gol tam­bahan, Arema me­mas­tikan diri finis ketiga di ajang Piala Gubernur Kaltim.

Sriwijaya FC me­lakukan protes ter­hadap ke­pemim­pinan wasit dari Awa­pi (Aso­siasi Wasit Pro­­fesio­nal Indo­nesia) yang ditu­gaskan dalam Piala Gu­ber­nur Kaltim 2016. Me­nurut Sriwijaya FC, pela­yanan pan­­pel selama tur­namen sudah bagus, sayang ter­co­reng beberapa kepu­tusan yang tidak fair.

“Suda tiga kali kami me­ngalami kerugian akibat wasit tidak jeli. Ini sangat di­sa­yang­kan karena saat ini banyak pihak yang berkata reformasi sepak bola,” kata Sekretaris Sri­wi­ja­ya FC, Ach­­mad Haris. (h/san)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]