MUI Bahas Masalah LGBT dan Fungsi Imam


Senin, 14 Maret 2016 - 04:22:17 WIB
MUI Bahas Masalah LGBT dan Fungsi Imam GUBERNUR Sumbar Irwan Prayitno memberikan selamat kepada jajaran MUI Sumbar yang dikukuhkan pada kegiatan Muzakarah Ulama di Hotel Flaminggo Padang Panjang, Jum’at (11/3) malam.

PADANG PANJANG, HALUAN —Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat (Sumbar) meng­gelar Muzhakarah Ulama, bertem­pat di Hotel Flaminggo, Jum’at hingga Minggu kemarin. Dalam Muzhakar tersebut MUI Sumbar membahas tentang Krisis moral dan memudarnya fungsi ulama di tengah-tengah masyarakat.

Pantauan Haluan di Lapangan, pembukaan kegiatan yang juga digelar pengukuhan Pengurus MUI Sumbar periode 2015-2020, diha­diri oleh Wakil Sekjen MUI Pusat DR.Amirsyah Tambunan, Guber­nur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Danrem 032/WBR Brigjen TNI Agus Bakti Fadjari, Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar, Perwa­kilan Kanwil Kemenag Sumbar, Walikota Padang Panjang  Hendri Arnis, Dandim 0307/TD Letkol. Arm. Bagus Tri Kuntjoro, Jajaran Kepala Kemenag dan pengurus MUI se-Sumatera Barat.

Baca Juga : Wagub Sumbar Serahkan Piala kepada Pemenang Dasawisma Berprestasi Tingkat Provinsi

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyampaikan,kegiatan muzakharah ulama merupakan kegiatan untuk mencari rumusan terhadap berbagai permasalahan umat. Sehingga, hasil dari muza­karah tersebut akan menjadi pato­kan dari pemerintah dalam melak­sanakan kegiatan yang bersifat kemasyarakatan.

“Kami selaku umaroh, sangat membutuhkan fatwa dari ulama dalam pemerintahan, karena uma­roh dan ulama harus sejalan dalam menjaga nilai-nilai agama yang telah mulai luntur,” kata Irwan.

Baca Juga : Besok, Gubernur-Wagub Sumbar Divaksin Covid-19

Irwan juga menyinggung tentang kegiatan muzakarah yang dilaksa­nakan, agar jangan dijadikan orna­ment saja dan hasilnya disimpan seperti sebuah seminar. Tetapi, rumusan dari muzakarah ini hen­dak­nya juga bisa membawa peru­bahan terhadap berbagai permasa­lahan yang dihadapi umat saat ini.

Ketua MUI Sumbar Ustad Gus­rizal Gazhar menyampaikan, kegia­tan muzakarah yang dilaksanakan di Kota Padang Panjang  merupakan rangkaian perjalanan panjang dari kegiataan ulama yang dilaksanakan di Sumatera Barat. Apalagi, Padang Panjang  daerah yang pertama kali dipercaya sebagai lokasi pelak­sanaan muzakarah ulama bidang Fatwa MUI Pusat dan tempat terce­tusnya ide muzakarah pada 10 tahun lalu.

Baca Juga : Pembayaran Ganti Rugi Terdampak Jalan Tol Padang-Pekanbaru Ditargetkan Selesai Juni 2021

“Kita juga berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah membantu dan berkoo­r­dinasi, sehingga berbagai kegiatan yang dilaksanakan bisa berjalan dengan baik. Kami juga berharap, langkah yang dilakukan Padang Panjang  juga dapat menjadi con­toh bagi perngurus-pengurus MUI di kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat,” kata Ketua MUI dua periode itu.

Sementara itu, Walikota Pa­dang Panjang  Hendri Arnis sengat mengapresiasi kegiatan yang dilak­sanakan oleh MUI kota setempat, apalagi kegiatan tersebut juga akan membahas berbagai persoalan persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Baca Juga : Angka Kemiskinan di Sumbar Naik, DPRD Sarankan Begini

“Selain LGBT dan fungsi Imam di masjid maupun di tengah-tengah masyarakat, forum ini juga akan membahas tentang antisipasi pergerakan ajaran Syiah di Minang­kabau. Ketiga materi ini, memang harus dicarikan solusinya, agar tidak terjadi perpecahan ditengah-tengah masyarakat,” kata Hendri Arnis. (h/mg-pis)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]