Pessel Tertibkan Orgen Tunggal dan Ternak Berkeliaran


Selasa, 15 Maret 2016 - 03:24:49 WIB
Pessel Tertibkan Orgen Tunggal dan Ternak Berkeliaran

PAINAN, HALUAN — Se­telah  menyiapkan ran­cang­an  penindakan orgen  tung­gal yang bermuatan porno kasi,   Pemkab Pesisir Se­latan segera revisi Peraturan Daerah tentang penertiban ternak besar. Agenda revisi tersebut menjadi penting untuk menciptakan Pesisir Selatan yang aman dari ter­nak berkeliaran dan me­wu­jud­kan Kota Painan menjadi kota hijau.

Bupati Pessel Hendra­joni Senin (14/3) men­ye­but­kan, selain penertiban orgen tunggal yang menampilkan porno aksi, Pessel juga perlu merevisi Perda tentang pe­ner­tiban ternak.”Perda yang ada perli direvisi supaya penegakan Perda lebih efek­tif,” katanya.

Baca Juga : PKL di Solsel Ditertibkan, Melanggar Bakal Disanksi Sesuai Peraturan Daerah

Setiap rencana dan aksi penghijauan di kawasan ter­bujka hijau di kota ter­sebut selalu mentah ketika ber­hadapan dengan sapi yang berkeliaran di dalam kota.

Sekretaris Daerah Pessel Erizon mengatakan, sebagai ibukota kabupaten Kota Painan seharusnya sudah bebas dari ternak ber­ke­liar­an. Bahkan untuk menjadi Kota Hijau sulit diwujudkan karena tanam penghijau diganggu ternak.

Baca Juga : Resmi Jadi Gubernur-Wagub Sumbar 2021-2024, Ini yang akan Dilakukan Mahyeldi-Audy Usai Dilantik Presiden

Hasfian Khailani Se­kre­taris KAN Nagari Painan menyebutkan, seluruh ka­wasan yang akan dijadikan ruang terbuka hijau dalam Kota Painan selama ini ke­sulitan dalam pelak­sana­an kegiatan dilapangan, soalnya hingga kini ternak sapi selalu men­jadi “hama” ba­gia setiap ta­na­m­an yang dita­nam da­lam kota. “Hi­ng­ga kini be­lum ada kesa­dar­an m­a­­­sya­rakat da­­­lam Kota Pai­nan untuk me­nge­lola ternak se­cara ko­n­­ven­sio­nal. Ter­nak di­biar­kan saja lepas oleh masya­rakat dan me­makan hampir semua jenis tumbuhan yang ditanam. Jadi kunci ke­berhasilan perencanaan Painan sebagai kota hijau sangat bergantung pada penertiban ternak sapi,” katanya.

Pemerintah sebetulnya telah mengeluarkan Pera­turan Daerah No 7 Tahun 2007 tentang pe­­­nertiban ter­nak sapi. “Na­mun Perda ter­sebut belum bi­sa terlaksana se­bagai­mana yang diharapkan. Se­me­njak Perda itu jadi lem­ba­ran daerah, war­ga tidak me­ma­tuhinya. Pe­me­ri­nt­ah melalui aparat pe­negak Perda telah melaku­kan upaya penertiban, na­mun belum membawa ha­sil,” katanya.

Baca Juga : Jokowi Lantik Tiga Gubernur Sekaligus, Siapa Saja Orangnya?

Meski demikian, Pem­kab terus berupaya menjadi Kota Painan menjadi kota hijau. Perencanaan tentang menjadi Painan sebagai kota hijau telah terlaksana. Na­mun, Pemkab dan P2RKH dan Kelompok Cinta Alam Lingkungan Hidup Lang­kisau berupaya untuk me­wujud­kannya dengan me­nim­bulkan kesadaran me­lalui kegiatan sosial.

M Adli Tokoh Pemuda Painan menyebutkan, di­ting­kat nagari telah pula ada Peraturan Nagari No 1 Ta­hun 2011 tentang pe­ner­tiban sapi. Pernag yang me­rujuk Perda 07 tahun 2007 tersebut juga tidak terl­ak­sana dengan baik dinagari. “Bahkan paga nagari sering tumpang tindih dalam me­lak­sanakan tugas me­ner­tibkan sapi dengan Pol PP Pessel. Akibat sering tum­pang tindih, kini kegiatan penertiban sapi tidak ber­langsung,” katanya. (h/har)

Baca Juga : Dilepas Ketua DPRD Agam, Jenazah Syafrizal Diantar ke Pandam Pemakaman Keluarga

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]