Subsidi Solar Bakal Dicabut


Selasa, 15 Maret 2016 - 03:43:40 WIB
Subsidi Solar Bakal Dicabut

Pemerintah melalui Kementerian ESDM berencana mencabut subsidi solar Rp1.000 per liter. Namun rencana ini perlu kajian mendalam dan persetujuan DPR.

JAKARTA, HALUAN— Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mengurangi sub­sidi pada solar Rp 1.000 per li­ter. Subsidi solar ini akan dialihkan untuk pengem­bangan ketahanan energi.

Baca Juga : Menantu Nurhadi Dituntut 11 Tahun Penjara dalam Kasus Suap-Gratifikasi

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Sujatmiko me­ngatakan, rencana pencabutan subsidi untuk solar tersebut berasal dari wacana berbagai pakar energi.

Untuk menyikapi momen penu­runan harga minyak dunia, perlu dilakukan pengurangan subsidi lanta­ran harganya akan lebih murah.

Baca Juga : BLT UMKM Rp2,4 Juta Cair Bulan Ini, Simak Cara dan Syarat Mendapatkannya

“Mulai ada pemikiran dari pe­ngamat selagi harga minyak turun saat untuk mengurangi subsidi solar. Ya munculkan besaran subsidinya diper­

hitungkan 1.000 per liter,” kata Sujatmiko, di Kantor Kemen­terian ESDM, Jakarta, Senin (14/3/2016).

Baca Juga : Bersyukur Lampiran Perpres Miras Dicabut, Yusuf Mansyur: Alhamdulillah Doa Kita Dikabulkan Allah SWT

Sujatmiko mengungkapkan, berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, jika subsidi pada solar dicabut pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (AP BN) 2016, maka akan menghe­mat anggaran Rp 16 triliun.

Sujatmiko mengatakan, ang­garan subsidi solar tersebut bisa dialihkan untuk membangun infrastruktur dan pengembangan ketahanan energi ýmelalui Dana Ketahanan Energi (DKE).

Baca Juga : Bantah Tudingan Manfaatkan Kunjungan Online, Edhy Prabowo: Itukan Pas Waktu Zoom

“Karena kalau kurangi sub­sidi kita akan ada alokasi ang­garan untuk program lain yang lebih tepat sasaran misalnya untuk DKE,” tutur dia.

Sujatmiko menambahkan, untuk menerapkan pencabutan subsidi tersebut pemerintah per­lu melakukan kajian mendalam, selain itu juga akan membahas itu dengan DPR karena menyangkut dengan APBN.

ý”Karena subsidi domain pemerintah dengan DPR dan perlu kajian yang mendalam. Oleh karenanya kita menunggu pembahasan dengan DPR,” tutur Jatmiko.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang bahwa dengan harga minyak yang masih rendah, muncul wacana penghapusan subsidi solar yang saat ini masih diberikan Rp 1.000/liter. Jika ini diterapkan, kemungkinan harga solar tidak naik.

“Kalau dilihat sekarang, se­cara jujur kalau cabut subsidi solar, kan pemerintah jadi hemat subsidi dan harga solar pun tidak naik,” katanya di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (14/3) kemarin.

Ia menjelaskan, kalau misal­nya 1 April (subsidi) dicabut, dicabut Rp 1.000 harga solar tidak naik masih bisa segitu dengan harga minyak sekarang yang lagi turun kan. “Tapi kalau harga naik ya ikut naik,” tam­bahnya.

Ia mengatakan, sesuai UUD 1945 negara harus hadir untuk kepentingan hajat hidup orang banyak, salah satunya adalah de­ngan menentukan harga solar subsidi. Maka dari itu, rencana peng­hapusan subsidi solar ini sebe­lum­nya harus meminta per­se­tujuan dari DPR. Kementerian ESDM sendiri masih menggodok usulan penghapusan subsidi tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Menteri ESDM, Sudirman Said tidak mau mengomentari soal munculnya wacana penghapusan subsidi solar tersebut.

Untuk 2017, Sudirman me­nga­takan, dia akan memper­juangkan agar 12.659 desa bisa dialiri listrik. Dari jumlah desa tersebut, 70% berada di Indo­nesia Timur. (lpt6c/dtc/met)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]