Suap Hakim dan Panitera

Gatot dan Istri Terima Vonis Hakim


Selasa, 15 Maret 2016 - 03:44:19 WIB
Gatot dan Istri Terima Vonis Hakim Terdakwa kasus suap Hakim dan Panitera PTUN Medan Gatot Pujo Nugroho (kiri) dan Evy Susanti (kedua kiri) berjalan meninggalkan ruang pengadilan seusai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (14/3). (ANTARA)

JAKARTA, HALUAN-- Gubernur Sumatera Utara (Sumut) nonaktif Gatot Pujo Nu­groho divonis tiga tahun penjara dan denda Rp150 juta,  se­men­tara istrinya Evy Susanti di­vo­nis 2,5 tahun penjara dan den­da Rp150 juta subsider tiga bulan ku­rungan.

Gatot dan istrinya Evy Susanti mengaku mene­rima vonis yang dijatuhkan majelis hakim hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) atas kasus suap yang menjeratnya.

Baca Juga : Viral Wali Kota Blitar Bernyanyi dan Berjoget Tanpa Masker, Begini Penjelasannya

“Saya beserta istri meminta permo­honan maaf kepada seluruh masya­rakat Sumatera Utara dan seluruh masya­rakat Indonesia, saya menerima putu­san ini,” kata Gatot dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (14/3/2016).

Mendengar pernyataan Gatot, sejumlah pengunjung yang diketahui pendukung Gatot dan Evy sempat mengucapkan takbir. “Allahu Akbar,” teriak pengunjung.

Baca Juga : Batik Air Tujuan Jambi-Jakarta Mendarat Darurat di Bandara Sultan Thaha, Apa Sebabnya?

Berbeda dari Gatot yang terlihat tegar, istrinya Evy Susanti terlihat meneteskan air mata setelah men­dengar vonis yang dibacakan hakim. “Saya terima putusan ini,” ucap Evy sambil terbata-bata.

Adapun Jaksa Penuntut Umum (JPU) memilih pikir-pikir atas vonis yang dijatuhkan hakim terhadap pasa­ngan suami-istri tersebut.

Baca Juga : Belajar Tatap Muka di Sekolah, Siswa dan Guru Perlu Dites Covid-19 dengan GeNose

Keduanya terbukti dan meya­kinkan telah menyuap tiga hakim dan seorang panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan se­jumlah US$ 27,000 dan SGD 5,000 bersama-sama Otto Cornelis (OC) Kaligis dan anak buahnya M Yagari Bhastara Guntur alias Gary.

Gatot dan Evy juga didakwa mem­beri suap kepada mantan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Patrice Rio Capella, yang juga Anggota Komisi III DPR periode 2014-2019.

Baca Juga : KLB Demokrat Pilih Moeldoko Jadi Ketum, Pengamat: Tontonan Demokrasi Palsu

Uang suap diberikan dengan hara­pan, Rio Capella menggunakan jaba­tannya baik sebagai Sekjen Nasdem serta anggota dewan untuk mempe­ngaruhi pejabat Kejaksaan Agung (Kejagung) selaku mitra kerja Komisi III dan memfasilitasi islah.

Atas perbuatan itu, jaksa men­dakwa Gatot dan Evy melanggar Pasal 6 Ayat (1) huruf a dan atau Pasal 13 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pem­berantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Rindu Anak

Menjelang sidang vonis perka­ranya, Evy Susanti mengaku rindu dengan anak-anaknya. “Saya enggak tidur. Kalau kami, kan kepikiran anak, keluarga, orangtua saya. Itu kan jadi pikiran kami berdua. Kan kasihan anak,” tutur Evy.

Terkait kasus yang menjeratnya, Evy mengaku anak-anaknya sudah mulai menerima. Dia berharap ke­luarga dan anak-anaknya tetap tegar. “Semuanya itu kangen. Yang paling bungsu 17 tahun. Anak-anak besar semua, ,” ujarnya.  Senada dengan Evy, Gatot me­ngaku ada perasaan kangen dengan anak-anaknya. Pasalnya sejak dirinya terjerat kasus dan ditahan, jarang berkumpul dengan anak-anaknya. (sn/met)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]