Peninggalan Sejarah di Dharmasraya

Banyak yang Baru Diduga Cagar Budaya


Selasa, 15 Maret 2016 - 11:12:15 WIB
Banyak yang Baru Diduga Cagar Budaya

DHARMASRAYA, HALUAN — Beberapa cagar budaya yang ada di Kabupaten Dhar­mas­raya belum di tetap­kan oleh Bupati Dharmasraya dengan surat keputusan (SK), oleh sebab itu beberapa cagar bu­daya tersebut hanya baru diduga cagar budaya. Hal itu diung­kapkan oleh Teguh Hidayat dari Balai Pelestraian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar, Riau dan Jambi, Senin (14/3), dalam acara Seminar yang bertopik Menguak Tabir Sejarah Untuk Memperkuat Identitas Dhar­masraya, yang dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Dharmasraya, H.Amrizal Dt. Rajo Medan, di Auditorium Dharmasraya Pulau Punjung.

Dikatakannya, masalah ma­salah dalam candi atau situs cagar budaya khususnya di Dharmasraya adalah masalah lahan, keberadaan lahan harus jelas dan sudah di bebaskan oleh pemerintah setempat agar pemugaran dan pengembangan dapat berjalan dengan baik.

Baca Juga : Sebanyak 27.798 Orang di Sumbar Telah Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Kemudian katanya, ma­salah pendaftaran, yang mana sesuai dengan UU No 10 tahun 2010, bahwa cagar budaya harus ditetapkan oleh kepala daerah setempat yaitu bupati atau walikota, sedangkan di Kabupaten Dharmasraya be­lum di tetapkan oleh bupati, setelah di tetapkan sebagai cagar budaya, maka bupati membentuk tim ahli, kemu­dian di tindak lanjuti dengan peraturan daerah (Perda).

Namun kata Teguh Hidayat, untuk penetapan itu bukanlah kelemahan Pemkab Dhar­mas­raya semata, tetapi juga pe­me­rintah pusat yang tidak mengi­ringi undang undang dengan aturan tururunan seperti PP dan Kepmen.”Kami dari BP­CB sudah menyampaikan hal penetapan itu kepada Bupati Dharmasraya, agar hal itu deregister pada BPCB sampai ke pusat,”imbuhnya.

Baca Juga : Positif Corona di Sumbar Bertambah 87 Orang, Total 29.467 Kasus

Karena hal ini sangat pen­ting katanya, bupati yang ber­latar belakang raja ini sangat perhatian dengan cagar budaya dan akan dijadikan ikon Dhar­masraya, dan akan menjadi pusat wisata budaya khususnya di Sumbar.

Kemudian katanya lagi, masalah yang ada pada cagar budaya, masalah pengamanan, mulai dari produk hukum sampai kepada keamanan fisik sekitar cagar budaya, misalnya keamanan fisik cagar budaya dari berbagai gangguan.

Baca Juga : Deklarasi Tolak KLB, Tegaskan Demokrat Solid dan Tegak Lurus dengan AHY

Berikutnya ada masalah zonasi, masalah penelitian, masalah rekreatif, masalah apresiatif dan masalah religi.

Wabup Amrizal dalam ke­sem­patan itu mengatakan, Pe­m­kab Dharmasraya sangat serius dalam mengembangkan cagar budaya dan bahkan akan dijadikan ikon Dharmasraya, buktinya setelah ia bersama bupati mengunjungi berbagai situs yang ada di Siguntur, ia ke esokan harinya menghadap kepada Wakil Gubernur Sum­bar untuk menyampaikan ren­cana rencana tersebut.

Baca Juga : Kunjungan ke BLK Padang, Wagub Audy: Ini Menakjubkan Sekali!

Dalam pertemuan itu kata­nya, niat baik Pemkab Dhar­masraya mendapat respon po­sitif, ia minta kepada Pemkab Dharmasraya untuk membuat sebuah proposal agar dana yang ada di provinsi dan pusat akan dikucurkan ke cagar budaya tersebut.

Di tempat yang sama Ke­pala Dishubkominfo, Akrial, membantah bahwa cagar bu­daya di Dharmasraya tidak ditetapkan, buktinya kata Ak­rial, ada 11 situs sudah terdaftar di BPCB. (h/mdi)

 

 

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]