Harga Cabai Merah Melambung

Bulog Tak Menggelar OP Cabai Merah


Rabu, 16 Maret 2016 - 03:08:47 WIB
Bulog Tak Menggelar OP Cabai Merah Pedagang cabai merah melayani pembeli di Pasar Raya Padang, Selasa (15/3). Meski harga cabai merah di pasar mencapai Rp60.000 per kg, Bulog Sumbar tidak akan menggelar operasi pasar cabai merah untuk menstabilkan harga cabai. (WINDA)

PADANG, HALUAN — Bulog Divre Sumatera Barat (Sumbar) tidak akan menggelar operasi pasar (OP) meski harga cabai merah melambung setinggi apapun. Kasi Humas Bulog Sumbar, Saidi membeberkan alasan tersebut ketika diwawancarai Haluan, Selasa (15/3).

Pertama, Bulog Sumbar ki­ni tidak menggelar OP cabai me­rah meski kini harga cabai me­rah melambung tinggi, ka­rena Bulog Sumbar baru saja meng­gelar OP beras yang di­mu­lai sejak Desember 2015 hing­ga akhir Februari yang la­lu. Kegiatan Bulog Sumbar se­te­lah itu adalah membeli be­ras dari semua daerah peng­ha­sil beras medium di Sum­bar.

Baca Juga : Neraca Perdagangan Indonesia Januari 2021 Catatkan Surplus 1,96 Miliar Dolar AS

“Bulog Sumbar sedang mem­­beli beras untuk penga­da­­an beras miskin (raskin), ja­­di tidak mungkin Bulog Sum­­bar sekaligus meng­ge­lar ope­ra­si pasar,” ujar Sai­di.

Alasan kedua, karena Bu­­log Sumbar belum me­ngelola sembako selain be­ras. Hal ini ber­beda dengan Bu­log Medan yang sudah me­ngelola komo­ditas selain be­ras seperti cabai me­rah, da­ging.

Baca Juga : Harga Kebutuhan Pokok di Padang Cenderung Stabil

“Bulog Sumbar belum be­ra­ni mengelola cabai merah ka­re­na tingginya harga cabai me­rah di Sumbar di tingkat pe­tani. Berbeda dengan harga ca­bai merah di tingkat petani di Sumatera Utara yang relatif rendah,” ungkap Saidi.

Selain itu, kata Saidi, Bu­log Medan mengelola sem­ba­­ko selain beras karena me­r­eka su­dah punya mesin pen­dingin. Mesin pendingin itu berfungsi untuk menyim­pan komuditas yang dibeli oleh Bulog dari petani, untuk di­jual kembali ke­pa­da ma­sya­rakat ketika har­ga sebuah sem­bako me­lam­bung tinggi. Se­mentara Bu­­log Sumbar be­­lum memi­li­ki mesin pen­dingin itu karena har­ganya ma­hal. Di antara se­mua Bu­log yang ada di Su­ma­tera, ha­nya Bulog Medan yang pu­nya mesin tersebut,” tutur­nya.

Baca Juga : Peluang untuk Tenaga Kerja, Dibuka Pendaftaran Kerja ke Jepang untuk Perawat

Mengenai fungsi mesin ter­sebut, Saidi menjelaskan, me­sin pendingin itu bisa un­tuk menyimpan cabai me­rah, daging, jagung, kedelai, dan komoditas lainnya.

“Jadi Bulog yang me­mi­liki alat pendingin itu akan mem­beli, misalnya cab­ai me­­rah, kepada petani apa­bila harga cabai merah ren­dah dan menyimpannya da­lam mesin pendingin. Cabai ber­kualitas ku­­rang bagus akan dike­ring­kan, digiling dan dijual. Se­men­tara cabai ber­kualitas ba­gus akan di­ma­sukkan ke da­lam plastik dan dijual ke pa­sar,” jelas­nya.

Baca Juga : Jadi Ujung Tombak Penyaluran BBM di Sumbar, Ini Modal Utama Elnusa Petrofin

Ia mengakui, beras dan ca­bai merah adalah ko­mo­­­di­tas penting dikelola oleh Bu­log Sumbar karena di Sum­­bar, dua komoditas ini pe­­nyum­bang inflasi. Meski de­­mi­kian, pihaknya tak dapat me­­lakukan hal itu karena ti­dak me­miliki alat pendingin ter­se­but. 

Saat ini, harga cabai me­rah naik. Di Pasar Raya Pa­dang, harga cabai me­rah be­ra­da pada kisaran Rp­60  ri­bu per kg pada tingkat pe­ngen­­­cer, dari harga sebe­lum­nya Rp­50 ribu per kg. Har­ga standar ca­bai merah be­ra­da pa­da kisa­ran Rp15 ribu hing­ga Rp30 ribu per kg.

Saat ini Pe­­rum Bulog membeli dan me­lakukan OP cabai merah di Pa­sar Medan untuk me­ngen­­da­likan harga komo­di­tas itu yang terus bergerak naik hingga Rp60 ribu per kg. (h/dib)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]