Tiap Kapolda ke Sumbar

Selalukah ‘Kasiah Sampai Sayang Tak Sudah?’


Rabu, 16 Maret 2016 - 03:15:22 WIB
Selalukah ‘Kasiah Sampai Sayang Tak Sudah?’

Sebelum tulisan ini diuraikan lebih lanjut secara singkat, ada baiknya penulis jelaskan apa maksud dari penggunaan istilah kearifan  lokal Minang pada judul tulisan ini. Setiap Kapolda ke Sumbar artinya adalah  adanya penggantian pejabat atau serah terima jabatan (sertijab) Kepala Kepolian Daerah Sumatera Barat sesuai dengan undang undang dan ketentuan yang berlaku dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kata selalukah artinya kekontiniustasan dan ke­bia­saan dilakukan dalam ling­kungan organisasi kepolisian Republik Indonesia. Kasiah sampai artinya adalah bahwa pejabat kapolda ingin mem­berikan sesuatu yang terbaik untuk Sumbar. Sayang tak sudah artinya adalah suatu keinginan batin yang amat dalam untuk memenuhi tun­tu­tan pelayanan, penga­yo­man, perlindungan, dan pene­gakkan hukum  di tengah te­ngah warga masyarakat In­donesia tetapi selalu ada sa­ja hambatan baik hambatan ke­cil maupun  rintangan be­sar.

Baca Juga : SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

 Penulis ingin menengok kasiah jo sayang Kapolda dua orang terakhir, yaitu Kapolda Brigejen Pol Drs. Nur Ali, S.H., dan Kapolda  Brigjen  Pol Drs. Bambang Sri Her­wanto, S.H.,M.H. Terakhir Kapolda Brigjen Pol Basa­rudin, S.H.,M.H.  Selanjutnya kita panggil sapaannya pada tulisan ini dengan meng­gu­naan kata beliau. Sapaan beliau merupakan sapaan mulia untuk orang berjabatan di Minangkabau. Ketika be­liau Nur Ali jadi Kapolda semangatnya akan mem­bas­mi semua kejahatan terutama penertiban  Penambangan Tanpa Isin (PETI) . Waktu itu PETI sedang maraknya di Kabupaten Solok Selatan. Investor tambang berda­ta­ngan begitu juga alat berat  ditu­runkan sehingga tiada hari tanpa kegiatan tambang di Ka­bupaten Solok Selatan. In­vestor tambangnya ada yang punya izin dan ada pula yang membabi buta yang jelas po­kok­nya menambang.  Sampai tu­run anggota DPR RI dan DPD RI dari Jakarta untuk ikut menertibkan PETI ini di Kabupaten Solok Selatan. Karena diisukan  keadaan sudah sangat membahayakan lingkungan.  Selidik punya selidik rupanya ada oknum berbagai pihak yang mem­beking kegiatan PETI ini. Investor tambang yang punya izin terus menambanag dan diizinkan oleh pihak yang berwenang. Tetapi bagi pe­nam­bang yang tidak punya izin dibeking oleh oknum tertentu. Pembeking ini umum­nya adalah oknum yang berasal dari pihak kepolisian. Beliau Nur Ali kelihatan kewalahan waktu itu.  Jadi, kesimpulannya kalau  menu­rut kearifan lokal dan adat Minangkabau bahwa sesalah salah anak buah salah juga bapak buah, sesalah salah yang  kecil tetap salah yang  besar, sesalah salah  oknum anggota polisi yang salah adalah kepala kepolisian. Sehinggan beliau Nur Ali pindah atau dipindahkan dari Sumatera Barat. Sebab Beliau Nur Ali kasiahnya tak sampai dan sayang tak sudah.

 Berikut Kapolda beliau Bambang Sri Herwanto, S.H., M.H. membuat berbagai tero­bosan. Tetapi seingat penulis atau yang menarik bagi pe­nu­lis adalah  tentang Pilkada serentak badunsanak. Beliau Bambang berstatemen  dalam penyelenggaraan Pilkada se­ren­tak badunsanak di Suma­te­ra Barat tidak ada asap me­nge­pul tidak ada darah mene­tes, dan  tidak ada kaca yang pecah. Tekad beliau Bambang ini sangat baik dan amat kita hargai. Namun tekad ini “bu­buih” di Dharmasraya. Ter­jadi pembakaran dan peng­ru­sakan rumah dan mobil poli­tikus Dharmasraya. Semo­ga peristiwa itu tidak ditafsirkan oleh masyarakat Sumatera Barat “lindok  paneh satahun dek hujan nan sasirok”.           

Baca Juga : Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

Sekarang tiba saatnya beliau Basarudin menjadi Kapolda Sumbar. Beliu Basa­rudin belum punya statemen yang jitu. Masyarakat pencinta keamanan, kedamaian, dan kesejahteranaan sangat me­nunggu statemen dari seorang Kapolda sehingga masyarakat bersikap, bersiap untuk mem­bantu, minimal lewat Forum Komunikasi Kemitraan Poli­si Masyarakat (FKKPM), karena wadahnya sudah ada  setiap nagari dan juga Jorong. Namun sayang sampai seka­rang FKPM di Sumatera Ba­rat antara hidup dan mati melaksanakan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) orga­nisasinya.

Tugas Pokok FK­PM antara lain adalah: diteksi dini dan cegah dini. Tupoksi FKPM ini sangat singkron dengan Tupoksi ninik mamak di Minangkabau antara lain: maminteh sabalun hanyuik, manyambuik sabalun jatuah. Masyarakat Sumatera Barat memohon dan mengharapkan kepada Beliau Basarudin untuk membuat program yang dibutuhkan rakyat sesuai dengan kearifan lokal. Izin­kan kami memohon dan meng­harapkan kepada beliau Ba­sarudin untuk membuat program dan terobosan antara lain: 1. Memberdayakan FK­PM setiap Posko Siskamling yang santun dan bermartabat; 2. Menegakkan hukum lalu lin­tas tanpa pandang bulu; 3. Penertibkan Penambangan liar tanpa tedeng aleng aleng; dan 4. Membasmi kejahatan dan perbuatan maksiat de­ngan tegas; serta 5. Menye­le­saikan kasus dan sengketa tanah ulayat antara investor dan ninik mamak secara tun­tas.

Baca Juga : Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

Kami ninik mamak dan anak kamanakan yakin bahwa Beliau Basarudin dan jaja­ran­nya mampu melaksanakan program dan terobosan terse­but. Kami ninik mamak me­nya­takan bahwa beliau Ba­sa­ru­din sudah masuk ke dalam anak kemanakan urang Mi­nang yang diikat dengan peta­tah Minang yang berbunyi: di ma bumi dipijak di situ langik di jujuang,di ma aie disauak di sinan rantiang dipatah. Artinya, beliau Basarudin tidak perlu ragu dan segan membawa ninik mamak ber­sama anak kemenakan be­ker­ja sama dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Kami siap membantu beliau. Sehingga beliau Basarudin Kasiah beliau sampai, sayang beliau sudah kepada masya­rakat Sumatera Barat.

Ninik mamak dan anak kemanakan Minangkabau berkeinginan meujudkan visi dan misi leluhur kearifan lokal nenek moyang orang Minang yang berbunyi dalam adat mama­kai, bumi sanang padi man­jadi, jaguang maupiah, kapeh mamutiah, taranak bakam­bang biak, antimun manga­rang bungo, bapak kayo, man­deh baameh, mamak disam­bah urang pulo. Sedangkan dalam syara’ mangato ber­bu­nyi baldhatun thaibatun wa­rabbun ghafur.Begitu juga dalam ilmu nan taliti ber­bunyi, gemah rifa lohjenawi, toto tentram karto raharjo, murah kangsarwo tinuku, subur kangsarwo tinandur. Artinya, di dalam negera dan nagari ini yang amat dibu­tuhkan masyarakat adalah aman, makmur,  sejahtera lahir dan batin - dunia dan kahirat. Ukuran aman itu su­dah kita sepakati dalam kata kata sederhana di Negara ini, yaitu: (1) Security, yaitu Perasaan Bebas dari Gang­guan Fisik Dan Psikis, (bahasa adatnya: indak ado raso ran­tiang nan ka mancucuak, tak ado unak nan ka mangaik); (2) Surety, yaitu Perasaan Bebas dari Kekahwatiran, (bahasa adatnya: kok tagak tak dibayang hantu, kok du­duak tak diaga bangkai);(3) Sefety, yaitu Perasaan Terlin­dung dari Segala Bahaya,( bahasa adatnya: kok bajalan jo malaikat, kok barantih jo waliulah) dan ; (4) Peace,  yaitu Perasaan Damai Lahiria Dan Batiniah, (bahasa adat­nya, tubuah lahia raso diuruik, tubuah batin raso diparam).

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

Terakhir izinkan kami ninik mamak bersama anak ka­manakan di Minangkabau untuk mengucapkan Selamat Peresmian dan Pemakaian Gedung Kantor Kapolda yang baru Rabu 16/03/2016 semo­ga gedung baru ini membawa berkah, rahmah, dan nikmah dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab kepo­lisian di Sumatera Barat. Walaupun gedung baru Polda Sumbar ini belum menam­pa­kan ciri khas arsitektur Mi­nang­kabau yang atapnya ber­ka­rakter bergonjong men­julang ka udaro berbentuk pucuak rabuang jo jari limo yang bermakna memohon doa kepado yang maha kuaso. Sekali lagi, semoga Bapak Kapolda Brigjen Pol Basa­rudin, S.H.,M.H., kasiah be­liau sampai sayang beliau su­dah kepada masyarakat Su­matera Barat bila jabatan be­liau  berakhir di Sumatera Barat. (*)

 

DRS. M.SAYUTI DT. RAJO PANGULU, M.PD
(Dosen Univ. Bung Hatta/Ketua Umum Pucuk Pimpinan LKAAM Sumbar/
Ketua FKKPM Mapolda Sumbar/Anggota  FG DPRD Sumbar 2004 – 2009)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Februari 2021 - 14:07:37 WIB

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam  siswa Perlu Ditinjau Ulang Ternyata persoalan pemakaian jilbab bagi siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang,  belum berakhir. Pemberitaannya hiruk pikuk dan viral  diperbincangkan secara nasional dalam dunia pendidikan. Sampai Mendikbud terpancing angkat b.
  • Kamis, 04 Februari 2021 - 14:45:37 WIB

    Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

    Jangan Ikuti!  Iblis Penebar Hoaks Pertama Kita barangkali akrab dengan cerita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah. Melalui anugerah ilmu, Allah memuliakan Nabi Adam di atas malaikat dan iblis..
  • Senin, 01 Februari 2021 - 16:58:52 WIB

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam Syekh Muhammad Djamil Djambek adalah ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awal abad ke-20, dilahirkan pada tahun 1860 di Bukittinggi, terkenal sebagai ahli ilmu falak terkemuka..
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]