Menyedihkan, SMA di Jorong Maligi Beratap Rumbia


Rabu, 16 Maret 2016 - 03:39:08 WIB
Menyedihkan, SMA di Jorong Maligi Beratap Rumbia

PASAMAN BARAT, HA­LUAN — Kondisi Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di Jorong Maligi, Nagari Sasak Ranah Pasisia, kecamatan Sasak, Pasaman Barat sangat mem­pri­ha­tinkan. Hal itu terlihat dari kondisi sekolah yang hanya beratapkan daun rumbia serta berdinding papan dan berlantaikan tanah pasir yang dipadatkan.

Sekolah yang didirikan sejak tahun 2005 oleh Yaya­san Pendidikan Tunas Bang­sa hanya memiliki tiga ruang belajar, dan satu ruangan kantor ditambah dengan 12 tenaga pendidik dan satu orang pegawai tata usaha dan penjaga sekolah. Se­mentara minat masyarakat di pelosok ini melanjutkan pendidikan anak mereka cukup tinggi. Saat ini SMA Maligi sudah memiliki 74 siswa/i yang terdiri dari 24 orang kelas I, 24 orang kelas II, dan 26 orang kelas III.

Baca Juga : Masyarakat Campago Selatan Padang Pariaman Berharap Leonardy Fasilitasi Pengembangan Perekonomian

“Meskipun dengan kon­disi ruangan belajar yang tidak memadai, namun ti­dak menyurutkan semangat kami para siswa dan para pendidik di sekolah yang jauh dari pusat Kabupaten ini,  tersebut untuk me­langsungkan proses belajar mengajar setiap harinya,” tutur Rahmi seorang siswi.

Namun sangat me­miris­kan sekali apa yang di­ra­sakan para siswa di si­ni,” Terlebih disaat hujan dan badai, kami terpaksa belajar dengan kondisi ter­kena air hujan, bahkan terpaksa ha­rus menghentikan proses belajar mengajar yang dise­babkan parahnya kondisi sekolah kami,” ulas siswa lainnya.

Baca Juga : Usai Dilantik, Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman Gelar Silaturahmi

Kepala Yayasan SMA Tunas Bangsa Maligi, Azhar Haidi, S.Pd kepada haluan Selasa kemarin menga­ta­kan, selama ini pihak seko­lah belum pernah mene­rima bantuan dari peme­rintah daerah maupun dari pihak perusahaan yang ada di Na­gari tersebut. “Padahal pi­hak sekolah telah mela­yangkan proposal kepada Bupati, DPRD Pasbar, dan pihak perusahaan semenjak tahun 2013 yang lalu. Na­mun be­lum juga mendapat bantuan sampai saat ini,” katanya.

Diakuinya, semenjak berdiri pada tahun 2005 yang lalu belum pernah sekolah ini mendapatkan bantuan selain dari dana Bos. Itu pun tidak bisa diperuntukkan untuk mem­bayar gaji guru sehingga pihak sekolah seringkali kewalahan untuk men­cari­kan solusi dan jalan keluar setiap masalah yang ada di sekolah ini, apalagi yang menyangkut dengan materi.

Baca Juga : Leonardy Harmainy: Pariwisata Jika Dikelola dengan Baik akan Memberikan Keuntungan

Ia berharap, semoga un­tuk ke depannya peme­rin­tah daerah dapat mem­be­rikan perhariannya ter­ha­dap sekolah tersebut. Ka­rena sekolah tersebut adalah satu-satunya sekolah SMA yang ada di Kecamatan Sa­sak. Di sini lah masa depan anak-anak Maligi diper­taruhkan. (h/fad)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]