Perketat Pengawasan Lapas dari Narkoba


Kamis, 17 Maret 2016 - 04:00:42 WIB
Perketat Pengawasan Lapas dari Narkoba

Indonesia, termasuk Sumatera Barat sudah darurat narkoba. Barang haram ini sudah menggerogoti hampir seluruh lapisan masyarakat. Transaksi narkoba ini triliunan rupiah.

Hukuman mati yang diterapkan pe­me­­rintah untuk pengedar narkoba ini seakan tak membuat kecut pelakunya. Tiap hari ada saja ada saja yang di­tangkap, apakah sebagai bandar, penge­dar maupun pemakai.

Baca Juga : SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

Negara kita seperti yang diungkapkan  Menteri Kordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan menjadi salah satu pasar yang besar bagi penye­lundup narkoba. Kebanyakan penyelun­dupan dikendalikan dari dalam penjara. Jumlahnya hampir 70 persen.

Para gembong narkoba merasa lebih aman dan tidak tersentuh aparat hukum di luar jika bertransaksi di dalam Lapas. Mereka semakin mudah menyebarkan barang haram itu. Bahkan, men­ja­di­kannya sebagai bisnis dengan sistem multilevel. 

Baca Juga : Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

Maksudnya, setiap satu orang yang mengonsumsi, diwajibkan untuk menjual 10. Dengan begitu, sebagai pemakai tidak perlu membayar satu barang yang dikon­sum­sinya. Fenomena peredaran narkoba di dalam Lapas ini sudah bukan peristiwa baru. Data BNN menunjukkan bahwa kasus narkoba ini meningkat tiap tahun.

Sehari kemarin saja, ada dua kasus besar pengungkapan jaringan narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas. Salah satunya terjadi di Lapas Muaro Padang.

Baca Juga : Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

Dari penggerebekan ini, 30 orang yang diketahui positif menggunakan narkoba setelah Badan Narkotika Nasional Pro­vinsi (BNNP) Provinsi Sumatera Barat anggota Sabhara Polresta Padang, Sat Brimobda Sumbar, dan anggota Denpom I/4 Padang. Tak ketinggalan,  Kepala Kanwil Kemen­kumham Sumbar, An­saruddin juga ambil bagian.

Lalu, satunya lagi kasus narkoba yang terungkap dikendalikan dari Lapas Kero­bokan Bali dengan barang bukti ekstasi dan sabu senilai Rp 2,3 miliar. Jumlah tersang­kanya  tiga orang. Ekstasi  dari Malaysia dan sabu ini dari Cina. Mereka mengen­dalikannya melalui HP.

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

Karena itu, pengawasan Lapas mesti diperketat. Pengetatan pengawasan Lapas ini bahkan sudah diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo.

Tahun 2015 diperkirakan angka preva­lensi pengguna narkoba mencapai 4,1 juta orang (2,2 persen). Kerugian material diperkirakan sebesar kurang lebih Rp63 triliun yang mencakup kerugian akibat belanja narkoba, biaya pengobatan, barang-barang yang dicuri, biaya rehabilitasi dan lainnya. Artinya, narkoba ini betul-betul merusak dan harus diperangi.

Kita memberikan apresiasi kepada BNN di bawah kepemimpinan Budi Waseso  yang memberikan perhatian besar terhadap pemberantasan narkoba ini. 

Kerja sama antar-instansi sangat diper­lukan untuk mempersempit ruang gerak pengedar narkoba ini. Sementara ma­syarakat sendiri  kita harapkan untuk memberikan informasi kepada aparat menemukan atau mencurigai adanya kasus narkoba. ***

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Februari 2021 - 14:07:37 WIB

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam  siswa Perlu Ditinjau Ulang Ternyata persoalan pemakaian jilbab bagi siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang,  belum berakhir. Pemberitaannya hiruk pikuk dan viral  diperbincangkan secara nasional dalam dunia pendidikan. Sampai Mendikbud terpancing angkat b.
  • Kamis, 04 Februari 2021 - 14:45:37 WIB

    Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

    Jangan Ikuti!  Iblis Penebar Hoaks Pertama Kita barangkali akrab dengan cerita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah. Melalui anugerah ilmu, Allah memuliakan Nabi Adam di atas malaikat dan iblis..
  • Senin, 01 Februari 2021 - 16:58:52 WIB

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam Syekh Muhammad Djamil Djambek adalah ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awal abad ke-20, dilahirkan pada tahun 1860 di Bukittinggi, terkenal sebagai ahli ilmu falak terkemuka..
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]