Revolusi Mental Petani Mulai Berubah

Ubinan Lubuk Buaya 6,2 Ton Perhektare


Kamis, 17 Maret 2016 - 04:21:32 WIB
Ubinan Lubuk Buaya  6,2 Ton Perhektare Wakilbupati Pessel Rusma Yul Anwar dan Dandim 0311 Letkol Setya Asmara panen Ubinan padi di Lubuk Buaya Linggo Saribaganti Rabu (16/3). Produksi padi disini 6,2 ton perhektar naik dari biasanya. (HARIDMAN)

PAINAN, HALUAN — TNI di Pessel mulai berhasil merevolusi mental para petani. Petani di daerah ini telah merubah cara lama dalam bertani dan beralih ke cara yang baru.

 Akibat perubahan sikap mental tersebut, produksi padi petani mulai me­ning­kat. Bahkan hasil panen ubinan padi di Kampung Lubuk Buaya Nagari Air Haji Timur,  telah naik dari 4 ,5 ton menjadi 6,2 ton perhektare.

Baca Juga : Masyarakat Campago Selatan Padang Pariaman Berharap Leonardy Fasilitasi Pengembangan Perekonomian

Wakilbupati Pessel Rus­ma Yul Anwar Rabu (16/3) di Lubuk Buaya Nagari Air Haji Timur mengatakan, keberadaan TNI men­dam­pingi petani telah ber­dam­pak pada mental peta­ni. ”Ten­tara telah me­nu­lar­kan kedisiplinan ke petani. Pe­tani tidak lagi berleha-leha dan menghargai waktu. Ke­mudian petanu disiplin da­lam menerapkan ilmu dan inovasi pertanian di­la­pangan, ini merupakan kun­ci sukses petani,” katanya.

Disebutkan Rusma, dari kedisiplinan tersebut, pro­duksi pertanian meningkat 5 sampai 10 persen.”Di Kampung Lubuk Buaya mi­salnya, hasil ubinan padi disini 6,2 ton perhektar. Padahal, sebelum petani menerapkan inovasi dan kedisiplinan dari TNI, pro­duksi rata-rata perhektar 4,5 ton,” katanya.

Baca Juga : Usai Dilantik, Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman Gelar Silaturahmi

Disebutkannya, untuk mewujudkan peningkatan pro­duksi padi Pesisir Sela­tan memang masih meng­hadapi persoalan keku­ra­ngan alat mesin pertanian pengolah lahan berupa me­sin bajak sawah (hand trac­tor). Jumlah mesin bajak yang ada saat ini masih be­lum sebanding dengan luas lahan yang mencapai 30.000 hektare lebih. Untuk me­ngolah lahan 30.000 hek­tare tersebut dibu­tuhkan se­ti­daknya 1400 mesin bajak.

Terpisah Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Per­ke­bu­nan Pessel Afrizon Nazar menyebutkan,masih ada 8.834 hektare lahan tadah hujan, 356 pasang surut dan 320 lahan lebak. Sementara produksi padi selama lima tahun belakangan terjadi peningkatan.”Tahun 2015 lalu produksi padi sebesar 299.200 ton, meningkat 7,9 persen dari tahun 2014 lalu yang hanya mencapai 26.272 ton,” katanya.

Baca Juga : Leonardy Harmainy: Pariwisata Jika Dikelola dengan Baik akan Memberikan Keuntungan

Selanjutnya Dandim 0311 Pessel Letkol Setya Asmara dalam kesempatan itu me­nyebutkan, untuk men­capai tambahan target produksi padi 85 ribu ton di Pessel, TNI gelar operasi militer non perang. Terkait hal itu jajaran Kodim 0311/PSS turunkan seluruh kekuatan untuk men­dampingi petani.

“Anggota TNI di Ma­kodim 0311 telah mendapat pelatihan berbagai ilmu per­tanian. Kemudian d­i­tu­run­kan mendampingi pe­tani bersama petugas per­tanian dari SKPD ber­sang­kutan. Ini merupakan ope­rasi militer non perang un­tuk me­ning­katkan ke­ama­nan dengan cara me­ning­katkan produksi pertanian,’ katannya.

Baca Juga : Dishub Kabupaten Pessel: Odong Odong Agar Tidak Beroperasi di Jalan Utama

Kepala Badan Keta­ha­nan Pangan dan Penyuluh (BKPP) Pessel Emirda Ziz­wati menyebutkan, ke­bu­tuhan beras di Pesisir Se­latan dalam setahun sekitar 59 ribu ton. Berdasarkan angka itu ketahan pangan Pessel cukup baik jika di­ban­dingkan dengan pro­duksi beras Pessel.

Menurutnya, secara ma­tematis kebutuhan pangan Pessel dalam setahun seki­tar 59 ribu ton. Angka itu hanya dari produksi beras saja, artinya warga Pessel tidak akan mengalami krisis pa­ngan dalam satu tahun ber­jalan.”Produksi pangan kita empat kali lipat kebu­tuhan. Produksi beras atau padi itu sangat terkait de­ngan peran penyuluh,” ka­tanya.

Disebutkannya, meski produksi melimpah, Pessel tetap mengupayakan pe­ning­­katan bahan pangan non beras, misalnya jagung, umbi-umbian dan buah - bua­han. Produksi jagung Pessel mencapai 45 ribu ton dengan areal tanam 15 ribu hektar. Sementara umbi-umbian masih diproduksi dalam jumlah terbatas.(h/har)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]