Sedimen Batang Arau

Dewan: Jangan Dibuang Sembarangan


Kamis, 17 Maret 2016 - 04:24:03 WIB
Dewan: Jangan Dibuang Sembarangan

PADANG, HALUAN — Komisi III DPRD Kota  Padang  meminta  agar sedimen hasil pengerukan muara Batang Arau tidak dibuang ke laut karena akan mencemari laut dan merusak ekosistem di dalamnya.

Sebelumnya, Pemko Padang bersa­ma Balai Sungai Wilayah V Kemen­terian Pekerjaan Umum  berencana melakukan pengerukan alur Batang Arau untuk dijadikan kawasan Marina.

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Rabu 03 Maret 2021

Pengerukan  awalnya direncanakan Februari 2016, namun belum dilak­sanakan karena tempat pembuangan sedimen sungai yang pas belum ada.

“Melihat pengalaman tahun 2010 lalu, dimana sedimen hasil pengerukan Batang Arau dibuang ke lokasi pem­buangan akhir di sebelah barat Pulau Pisang.

Baca Juga : Peringati Setahun Covid-19, Hendri Septa Beberkan Prosesi PBM Tatap Muka di Kota Padang

Itu sama saja,  merusak lingkungan kalau membuang sedimen hasil pe­ngerukan ke laut,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Padang Helmi Moesim Rabu (16/3)  menyikapi rencana pengerukan sedimen Sungai Batang Arau yang rencananya dijadikan ka­wasan Marina.

Ia menyatakan, sedimen yang ada di muara sungai seperti di Batang Arau itu, bukan saja lumpur. Namun,  lebih banyak limbah mulai dari rumah tangga,  hingga industri yang ada di sepanjang alur sungai.

Baca Juga : Padang Diguyur Hujan Lebat, Rumah Warga Mulai Digenangi Air

“Makanya kami  lihat muara sungai itu hitam karena selain lumpur, se­dimennya juga diisi sebagian besar limbah,” katanya.

Ia sebagai Ketua Komisi III yang membidangi masalah pembangunan dan lingkungan hidup, sangat tidak mere­komendasikan pembuangan sedimen ke laut.

Baca Juga : Geledah Kamar Hunian Warga Binaan, Rutan Padang Temukan 10 Sajam

“Jangan sampai mengotori laut dengan sedimen bercampur limbah itu,” terangnya.

Pelaksanaan pengerukan telah di­programkan Balai Sungai V Ke­men­terian Pekerjaan Umum (PU), namun hingga kini mereka kesulitan me­nemukan tempat pembuangan sedi­mentasi yang diperkirakan mencapai satu juta meter kubik.

Bagian yang akan dikeruk,  untuk kawasan Marina itu mulai dari arah jembatan Siti Nurbaya hingga ke sungai arah hulu.

“Jika sedimen sungai diangkat begitu saja dan menumpuk di satu tempat, tentu akan menimbulkan bau menyengat serta dikomplain masya­rakat setempat.

Kita berharap  dalam waktu dekat Balai Sungai V Kementerian PU bisa menemukan solusi tempat pembu­angan sedimen Sungai Batang Arau itu agar dapat mempercepat proses pem­bangunan kawasan marina di daerah itu,” ujar Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Medi Iswandi.

Secara umum, Pemko Padang ber­sama Balai Sungai Wilayah V Ke­menterian PU, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Teluk Bayur Padang dan PT Pelindo II Cabang Teluk Bayur menargetkan pengerukan sungai Batang Arau selesai pada 2016.

Untuk pembiayaan pengerukan bersumber dari,  Anggaran Pen­dapatan Belanja Negara (APBN) dan dikerjakan oleh Balai Sungai Wilayah V. Se­dangkan,  pemerintah setempat hanya berperan sebagai fasilitator untuk mempermudah proses pengembangan kawasan tersebut. (h/ade)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]