Bantuan untuk Korban Banjir Dihentikan


Jumat, 18 Maret 2016 - 03:14:57 WIB
Bantuan untuk Korban Banjir Dihentikan

PASAMAN, HALUAN — Pasca banjir bandang yang menerjang Jorong Lambak Panti beberapa waktu lalu menuai keluhan dari warga masyarakat setempat.

Pasalnya masih ada sisa-sisa bantuan yang semestinya diberikan kepada warga yang terkena dampak imbas banjir bandang, malah tidak didis­tribusikan. Alasan yang dike­mukakan tanggap darurat telah selesai.

Baca Juga : PKKM Sumbar 2020, Sembilan Kepala Madrasah Agam Masuk 10 Besar

Seperti yang dikemukakan oleh salah seorang warga Lambak Marlina, kepada Ha­lu­an menyebutkan, dirinya sangat menyayangkan ban­tuan yang diperoleh dan diperuntukkan bagi korban banjir bandang dihentikan dan tidak diberikan dengan alasan tanggap darurat telah habis masa waktunya.

Padahal dia sendiri meli­hat kalau sisa-sisa bantuan antara lain sembako, selimut, peralatan dapur masih ter­dapat di ruang logistik yang ada di lokasi posko induk. Marlina mempertanyakan mau dibawa kemana sisa ban­tuan yang diperuntukkan bagi korban banjir, malah tambah dia, sisa bantuan itu nanti akan dipergunakan kepada warga lain yang terkena dam­pak bencana. Dirinya merasa tidak masuk akal, kenapa bantuan untuk Jorong Lam­bak akan dibawa ke tempat lain, dan itu dikatakan oleh salah seorang petugas posko bencana.  

Baca Juga : DLH Kabupaten Pessel: Kepekaan Siswa Secara Dini Terhadap Ancaman Lingkungan Perlu Dilakukan

Saat terjadi banjir bandang dirinya sangat aktif menerima dan menyalurkan bantuan yang datang dari berbagai pihak, malah saat akan habis masa tanggap darurat kenapa tenaganya tidak dibutuhkan lagi, ada apa dengan petugas yang ada pada posko ban­tuan. 

Setiap ditanya alasan lo­gistik, masa tanggap darurat telah habis, tapi kenapa sisa bantuan masih ada di ruang logistik. Karena itu dia mem­pertanyakan kalau memang akan dibawa sisa bantuan dirinya ingin tahu kemana sisa bantuan itu nantinya akan disalurkan. Saat ditanya apa­kah bentuk sisa bantuan yang tertinggal, masih ada selimut lebih kurang satu karung, beras, makanan ringan, sabun, empat kardus periuk nasi, baju bekas dan lain-lainnya. 

Baca Juga : Personel Polri dan ASN Polres Agam Jalani Vaksinasi Covid-19

Kalaulah masa tanggap darurat telah habis, masih banyak warga setempat yang belum bisa bekerja, baik ke­sawah maupun ke ladang, pasalnya apa yang mau di garap, saat ini warga betul-betul butuh bantuan dan mau dilepas begitu saja.

Secara terpisah, Kepala BPPBD Pasaman Sayuti Po­han saat dikonfirmasi me­ngatakan, memang masa tang­gap darurat telah usai, saat ini bagaimana masyarakat kem­bali mandiri dan hidup nor­mal pasca banjir bandang yang menerjang Jorong Lambak. Agar warga masyarakat tidak terlalu terlena lagi dengan kondisi saat ini. Soal bantuan yang diperoleh baik yang datang dari dalam dan luar Pasaman, pihaknya telah men­distribusikan kepada para korban, bahkan jika masih ada bantuan dari berbagai pihak untuk warga Jorong Lambak, akan cepat didistribusikan kepada warga yang masih membutuhkan. 

Baca Juga : Pemkab Agam Seleksi Kafilah Menjelang MTQN Sumbar ke-39

Penanganan yang ada saat ini adalah bantuan air bersih untuk warga setempat, di­samping nantinya peme­rin­tahan pusat melalui Kemen­trian PU dan Perumahan akan menggelontorkan dana Rp­15,3 milyar untuk in­fras­truk­tur yang hancur akibat banjir. Tahun ini akan dilakukan pelaksanaan pengerjaan in­fras­trukturnya, yang tentunya diharapkan kondisi Jorong Lambak pulih sedia kala. (h/tos)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]