Mahasiswa UNP Sukses Bina Usaha Jamur Tiram


Jumat, 18 Maret 2016 - 03:30:42 WIB
Mahasiswa UNP Sukses Bina Usaha Jamur Tiram

PADANG, HALUAN — Rajin mencari informasi tentang wirausaha, mengantarkan Hangga Permana (25) mendapatkan dana hibah Program Bina Desa yang diadakan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) pada 2015.

Sebanyak 15 orang warga RW 5 Kelurahan Koto Pan­jang Ikur Koto, RW 5, Koto Tangah, Padang, menjadi ke­lom­pok sasaran Pogram Bina Desa dengan usaha budi daya jamur tiram.

Baca Juga : Pasaman Jadi Daerah Ketiga yang Melakukan Ekspor Tanaman Kaktus

“Informasi tentang pro­gram bina desa diperoleh sejak 2012, namun baru pada 2015 bisa menemukan teman yang satu ide. Ide membuat usaha jamur tiram muncul saat saya melihat keberhasilan teman yang memeroleh Pro­gram Kewirausahan dari Ke­menterian Koperasi pada 2013. Berbagai referensi, baik buku maupun laman, saya carinya untuk mempelajari budi daya jamur tiram terse­but,” tutur Hangga Permana, mahasiswa Pendidikan Kese­jahtreraan Keluarga, Fakultas Pariwisata dan Perhotelan UNP, di kampusnya, Kamis (17/3).

Mengatasnamakan nama BEM Fakultas Teknik UNP, Hangga dan Deri Yulianto  mulai menyusun agenda un­tuk mendapatkan Program Bina Desa. Mulai dari me­minta rekomendasi BEM FT dan Perguruan Tinggi, men­cari dosen pembimbing, me­minta surat kerja sama dengan Walinagari Talu, Pasaman Barat.

Baca Juga : Keren Nih! Jengkol dari Sumbar Mulai Melenggang ke Pasar Asia

Pematangan konsep dan bimbingan dosen, mela­hir­kan praproposal yang dikirim ke Panitia Program Bina Desa Kemenristekdikti melalui laman kementerian itu. Pada Mei 2015, 190 dari 1.472 prapoposal dilanjutkan men­jadi proposal. Pada Juni 2015, diumumkan proposal yang layak didanai Program Bina Desa tersebut. Sebanyak 25 kelompok peserta se­Su­ma­tera berkumpul di Medan untuk mengikuti lokakarya dan pemaparan proposal. Ide Hangga dipresentasikan de­ngan baik oleh Deri. Pem­buatan jamur tiram mem­pe­roleh dana sebesar Rp30 juta dari pengajuan Rp40 juta di proposal.

“Saat presentasi, untuk memudahkan tim Kemen­ristekdikti memantau, daerah binaan yang awalnya di Na­gari Talu Pasaman dipin­dahkan ke RW 5 Koto Pan­jang Ikur Koto, Koto Tangah, Padang,” ungkap Hangga.

Baca Juga : Keyakinan Konsumen terhadap Kondisi Ekonomi Mulai Membaik

Sejak November 2015, lanjutnya, kegiatan Program Bina Desa mulai dilak­sa­nakan di daerah binaan. Di­bantu oleh Ijan, pengusaha jamur tiram, pelatihan pem­buatan jamur tiram diberikan kepada 15 orang warga. Di­per­kirakan April nanti, jamur tiram bisa dipanen dan di­antarkan ke konsumen yang memesan.

“Semoga saat program pembinaan ini berakhir, ke­lompok warga tersebut tetap melanjutkan usaha jamur ti­ram­nya dan bisa dikem­bang­kan kepada warga lain, se­hingga bisa menjadi lapangan usaha baru,” harap Hangga. (h/mg-fyt)

Baca Juga : Aksi Sosial Menjelang HUT ke-59, Bank Nagari Bagikan 1.348 Paket Sembako

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]