Cerita dari Rimba

Rusak Hutan, Sanksi Adat Menanti


Jumat, 18 Maret 2016 - 04:05:15 WIB
Rusak Hutan, Sanksi Adat Menanti MASYARAKAT Nagari Indudur, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok bahu membahu merawat hutan untuk kelangsungan generasi penerus. Mereka sadar hutan merupakan sumber kehidupan yang luar biasa apabila dikelola dengan baik Rabu, (17/3). (ISRA)

Di salah satu Nagari di Kabupaten Solok mempunyai cara yang sangat efektif untuk mencegah pembalakan liar. Bahkan bagi pelaku akan mendapat hukuman yang jauh lebih memberi efek jera daripada hukum pidana. Bahkan kehebatan Nagari ini menjaga hutan memberinya penghargaan tingkat nasional. Seperti apa ceritanya?

Nagari itu disebut Indudur. Terletak di ketinggian 532 m di atas per­mu­kaan laut, daerahnya terasa sejuk dan berada di kawasan pegunungan Bukit Barisan dengan topografi yang ber­bukit. Secara administratif, Indudur terletak di Keca­matan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok. 

Baca Juga : SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

Nagari indudur ber­pen­duduk 639 jiwa dengan 224 Kepala Keluarga (KK). Ma­ta pencaharian masyarakat di Indudur sebagian besar petani dan juga ada yang menjadi buruh tani.

Nagari Indudur sekitar memiliki luas 1.400 ha de­ngan jumlah lahan dimana sepertiganya merupakan kawasan hutan atau sekitar 513  ha. Terdiri dari 350 ha lahan kosong, 300 ha lahan kritis, 80 ha lahan kebun dan 24 ha ka­wasan lainnya.

Baca Juga : Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

Berbicara tentang hutan Na­gari Indudur, masyarakat di sini sangat memegang teguh kearifan lokal tentang pemilaharaan hu­tan. Dimana masyarakat yang melakukan perusakan hutan akan mendapat sanksi adat dari masyarakat Indudur.

Sanksi ini telah dituangkan dalam Peraturan Nagari (Pernag) Nomor 1 Tahun 2007 tentang peningkatan ekonomi mas­yara­kat. Bagi masyarakat yang mela­kukan perusakan hutan akan diberi sanksi adat berupa pengu­cilan di masyarakat ditambah denda dua sak semen.

Baca Juga : Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

“Sanksi ini diberikan apabila yang bersangkutan telah diberi teguran hingga tiga kali namun tidak juga mengindahkan teguran ini. Bahkan untuk memutuskan sanksi ini pelaku akan disi­dangkan terlebih dahulu di balai Nagari dengan tetua nagari,” ungkap Wali Nagari, Zofra Wan­di kepada Haluan Rabu, (16/3) lalu di Nagari Indudur dalam kegiatan kunjungan jurnalstik ke lokasi hutan sosial di Sumbar bersama 15  media massa cetak maupun elektronik.

Dilanjutkan Zofra, sanksi adat sangat efektif diberikan kepada pelaku pembabat hutan, dimana rasa malu akibat pengu­cilan di masyarakat akan sangat dirasakan daripada diberikan kepada pihak yang berwajib. “Pengucila ini bisa saja ketika ada kematian masyarakat tidak da­tang ataupun ada cara baralek atau pernikahan masyarakat tidak hadir. Bahkan ketika berurusan dengan adat atau pun peme­rintahan juga tidak akan dipro­ses,” tambah Zofra.

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

Dalam Pernag juga diatur tentang pengelolaan hutan oleh setiap KK di Nagari Indudur. Dalam Pernag Nomor 1 tersebut dituliskan, setiap KK harus me­na­nam minimal 1,5 ha tanaman muda. “Ini bertujuan agar berke­sinambungan dengan program hutan lestari di Nagari Indudur,” pungkasnya.

Dalam aturan yang dibuat bersama dengan tokoh mas­yarakat Indudur ini juga ditata tentang pengelolaan hutan untuk peningkatan perekonomian mas­yarakat Indudur dengan menjaga dan memanfaatkan lahan-lahan yang tandus.

“Alhamdullilah, itu sudah berhasil kami lakukan selama delapan tahun di Indudur. Ha­silnya sangat maksimal sekali dalam peningkatan ekonomi masyarakat dari luas hutan Na­gari 224 Ha,” jelasnya.

Hasilnya kata Zofra berupa kopi, karet, coklat, kulit manis, kemiri, pala dan tanaman muda lainnya. “Saat ini kami juga tengah merancang untuk menja­dikan Nagari Indudur sebagai kawasan ekowisata yang ber­tumpu pada wisata buah mang­gis,” tuturnya.

Untuk pengelolaan saat ini hutan Nagari Indudur dikelola oleh kelompok Hutan Ke­mas­yarakatan (HKm) dengan enam kelompok tani yang berada di bawahnya. HKm Wana Lestari Naagri Indudur sudah menerima SK penetapan areal kerja dari Menteri Kehutanan Nomor SK 522/Menhut-II/2013 tanggal 2013 dan ditindaklanjuti dengan IUPHKm oleh Bupat Solok Nomor. 522.-225.-2015 tertang­gal 22 April 2015.

“Banyak manfaat lain yang kami dapat selain peningkatan ekonomi masyarakat. Sawah, ladang mendapat pengairan yang cukup karena sumber air bersih tersedia dengan baik dengan hutan yang terjaga,” ungkapnya.

Pengelolaan hutan lestari ini juga pernah mengantarkan Nagari Indudur mendapat penghargaan peringkat III tingkat nasional sebagai nagari peduli kehutanan. Bahkan Wali Nagarinya juga pernah meraih penghargaan peringkat I kompetisi Wali Na­gari tingkat provinsi se-Sumbar karena mampu mendorong pe­ning­katan ekonomi masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Re­habilitasi Hutan dan Lahan, Yonefis mengatakan, dengan memberikan pengelolaan hutan kepada masyarakat akan mem­buat hutan terlindungi dari illegal loging. Sejauh ini sudah 100 ribu ha lebih pengelolaan kawasan hutan diberikan kepada mas­yarakat.

“Dengan perencanaan yang dilakukan masyakat bisa me­nentukan lahan yang kritis untuk ditanami dengan bantuan dari dinas terkait. Hanya saja setelah diberikan kepercayaan namun hutan tambah rusak tentu akan haknya akan dicabut,” pungkas Yonefis.

Amin dari United Nation Development Program (UNDP) mengapresiasi langkah pe­nge­lolaan hutan yang dilakukan masyarakat Nagari Indusur, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi tersebut. Menurutya, dengan pemberian kewenangan peme­liharaan hutan ke masyarakat membuat hutan semakin terjaga terutama dari pembabatan liar.

“Semoga kepercayaan yang diberikan kepada provinsi Sum­bar dan masyrakat Indudur untuk pengelolaan hutan sosial tidak mengecewakan. Diharapkan te­rus menjaga hutan dari illegal loging dan kebakaran lahan. Dari enam provinsi yang menajadi prioritas UNDP Sumbar men­dapat yang special berupa pro­gram pengelolaan hutan sosial,” jelasnya.

Sementara itu Direktur Bina Usah Perhutanan Sosial dan Hutan Adat, Kementerian Ling­kungan Hidup dan Kehutanan RI, Masyud ikut mendukung program hutan lestari di Nagari Indudur. Bahkan Masyud mem­beri ban­tuan berupa mesin pe­ngolah kemiri untuk masyarakat di sana.

“Kita sangat mendorong pe­man­faatan hutan berupa pengo­lahan hasil hutan non kayu. Karena dengan pengelolaan non kayu jauh lebih mendorong pere­konomian masyarakat. Bahkan kalau dibuat perbandingan antara hasil kayu dengan non kayu 5 : 95 persen,” tutup Masyud. (*)

 

Laporan:  ISRA HERMANTO

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Februari 2021 - 14:07:37 WIB

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam  siswa Perlu Ditinjau Ulang Ternyata persoalan pemakaian jilbab bagi siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang,  belum berakhir. Pemberitaannya hiruk pikuk dan viral  diperbincangkan secara nasional dalam dunia pendidikan. Sampai Mendikbud terpancing angkat b.
  • Kamis, 04 Februari 2021 - 14:45:37 WIB

    Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

    Jangan Ikuti!  Iblis Penebar Hoaks Pertama Kita barangkali akrab dengan cerita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah. Melalui anugerah ilmu, Allah memuliakan Nabi Adam di atas malaikat dan iblis..
  • Senin, 01 Februari 2021 - 16:58:52 WIB

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam Syekh Muhammad Djamil Djambek adalah ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awal abad ke-20, dilahirkan pada tahun 1860 di Bukittinggi, terkenal sebagai ahli ilmu falak terkemuka..
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]