Melankolia Tenda Ceper


Sabtu, 19 Maret 2016 - 00:56:20 WIB
Melankolia Tenda Ceper

LIHATLAH, sepasang kekasih yang masih muda mentah dan sedang dimabuk asmara namun tak tahu akan ke mana di malam minggu yang sedang dilanda hujan deras ini menghentikan motor mereka di tepian Pantai Padang. Hujan, kita tahu, masih akan lama redanya. Sebab itu janganlah salahkan mereka berdua jika gelagat mereka itu memancing penjual jagung bakar yang memang berserak di sepanjang Pantai Padang itu bersorak-sorak agar mereka, sepasang kekasih itu, singgah ke kedai mereka.

Ini malam yang ranum dan dingin, kehangatan yang biasanya menjadi urusan masing-masing dalam kondisi begini tentu bisa menjadi urusan bersama. Sepasang kekasih itu berpandangan, berusaha menerka isi kepala masing-masing melalui getaran mata. Tak berselang lama, keputusan diambil: mereka masuk, berlindung, ke bawah atap salah satu kedai itu; atau yang biasa kita sebut: Tenda Ceper.

Baca Juga : Beragam Tradisi Unik Masyarakat Adat Indonesia di Bulan Rajab

Sebelum kuteruskan, aku ingin kita bersepakat. Di sini kita akan mengintai mereka dengan cara kita masing-masing, namun aku jamin, apa pun cara yang kita pakai, kita akan mendapatkan satu kejelasan dari perbincangan mereka. Aku akan menaik-turunkan volume pada bagian-bagian tertentu agar suara ombak yang mengempas di depan mereka tidak mengganggu kepekaan kita untuk bisa menguping apa yang mereka perbincangkan. Jika kalian bersepakat untuk tidak membocorkan persoalan ini pada siapa pun yang sekiranya dapat mengakibatkan kedua pasang kekasih itu berada dalam masalah, aku akan melanjutkan. Jika tidak sepakat, silakan tinggalkan, sebab sesaat lagi aku akan bagikan alat penyadap ini pada kalian.

Klik.

Baca Juga : Ini Daftar Hewan Langka yang Perlu Kamu Lihat Sebelum Punah

“APA kau tetap akan pergi bila aku menciummu?”

“Aku tetap akan pergi meskipun akan membawa bibirmu.”

Baca Juga : Berminat untuk Menjadi Penyelam? Ini Tipsnya untuk Pemula

“Cium aku.”

“…”

Baca Juga : Pembelajaran Ideal Anak saat Pandemi

Apa cukup terdengar dengan jelas? Jika ya, mohon jangan bersuara. Mereka sepertinya sudah serius.

“Hari ini bibirku rasa apa, sayang?”

“Teh botol.”

“Kau salah memesan minuman.”

“Cium aku.”

“…”

“Rasa Kesedihan.”

“Apa kesedihan ada rasanya?”

“Tentu. Jika tidak bagaimana mungkin kita bisa merasa sedih.”

“Bagaimana rasanya?”

“Cium aku.”

“…”

Sebentar, ada gangguan. Aku akan perbaiki pengaturan suara dengan segera.

“Apa kau tetap akan pergi bila aku mendekapmu?”

“Aku tetap akan pergi meskipun harus membawa lenganmu.”

“Peluk aku.”

“…”

Jelas? Baiklah. Silakan lanjutkan. Dan aku tidak akan bersuara lagi. Silakan cermati sampai selesai. Semoga kalian beroleh sesuatu yang sekiranya berguna bagi kelangsungan hidup kalian. Jika telah selesai, silakan langsung bubar. Dan sampai jumpa di tempat biasa pada hari pertemuan selanjutnya. Salam.

“Bisakah kau bayangkan mengapa mereka mendirikan Tenda Ceper?”

“Karena setiap yang tersatukan selalu berhak untuk terpisahkan.”

“Dan?”

“Dan Tenda Ceper adalah alasan agar perpisahan bisa dirayakan dengan murah dan meriah.”

“Asal.”

“Peluk aku.”

“…”

“Apakah kau mencium aroma garam, sayang?”

“Tidakkah itu aroma airmatamu?”

“Maaf, aku lupa bahwa airmata lebih asin dan lebih beraroma tajam daripada garam.”

“…”

“Mengapa kau menangis?”

“Karena aku mencintaimu sepenuh hati.”

“Maaf, aku mencintaimu setengah hati.”

“Agar ketika kau pergi kau masih mempunyai setengah sisanya?”

“…”

“…”

“…”

“Mengapa kau tidak menangis?”

“Aku tak tahu caranya menangis dengan sebelah mata.”

“Cium aku. Peluk aku.”

“…”

“Bisakah kau bayangkan mengapa Tenda Ceper sekarang semakin lengang?”

“Karena harga sebuah perpisahan semakin mahal.”

“Dan?”

“Dan mereka lebih gemar merayakan di tempat-tempat yang tak menyimpan kenangan dengan baik.”

“Kenangan yang separuh sakit dan separuh tak susah bangkit?”

“Kenangan yang sementara. Perpisahan yang sebentar saja.”

“Di mana?”

“Terminal, stasiun, dan bandara.”

“Pelabuhan?”

“Itu hanya ada dalam lagu-lagu lama.”

“Di Teluk Bayur?”

“Salah satunya.”

“…”

“…”

“Jadi kau benar-benar yakin akan pergi?”

“Seyakin keyakinanmu bahwa aku akan kembali.”

“Menurutmu, apa arti jarak?”

“Jarak adalah obat pelerai demam.”

“Daun Jarak.”

“Iya. Obat demam semasa kekanak.”

“Jadi jarak adalah obat?”

“Obat? Ya, jika kau percaya obat adalah racun dalam dosis yang tepat.”

“Bisakah kau menjanjikan kesempatan sekali lagi?”

“Kesempatan tidak datang dua kali.”

“Tapi, bisa datang tiga kali, empat kali, lima kali, enam kali, dan seterusnya, bukan?”

“…”

“Bagaimana bila suatu pagi hari, ketika terjaga, waktu di sekitarmu telah 400 tahun berlalu?”

“Dan?”

“Dan kau masih mencintaiku.”

“Bisakah kau menjawabnya untukku?”

“…”

“Peluk aku. Cium aku.”

“…”

“…”

“…”

“Aku harus pergi.”

“Sekarang?”

“Sekarang.”

“Jangan tinggalkan aku bila kau masih akan membawa kenangannya.”

“…”

“…”

“…”

“Baiklah. Baiklah. Pergilah. Tapi biarkan aku ikut.”

“Apa arti pergi bila kau kubawa serta?”

“Apa arti kembali bila aku tak ada lagi?”

“Tak ada lagi?”

“Jangan jawab pertanyaan dengan pertanyaan.”

“Aku merasa itu sebuah pernyataan.”

“Sialan kau.”

“Kau juga, sayang.”

“Peluk aku. Cium aku.”

“…”

“Aku akan merindukanmu.”

“Aku akan menabung hari dan jarak untuk menebusnya.”

“Selamat tinggal, Fajry.”

“Selamat tinggal, Ivan.”

“Peluk aku.”

“Cium aku.”

“…”

“…” []

 

Cerpen Oleh: KARTA KUSUMAH

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 21 Februari 2021 - 13:33:23 WIB

    Beragam Tradisi Unik Masyarakat Adat Indonesia di Bulan Rajab

    Beragam Tradisi Unik Masyarakat Adat Indonesia di Bulan Rajab Masyarakat adat di Indonesia memiliki tradisi unik dalam menyambut momen-momen tertentu, salah satunya saat memasuki bulan Rajab..
  • Ahad, 14 Februari 2021 - 16:34:31 WIB

    Ini Daftar Hewan Langka yang Perlu Kamu Lihat Sebelum Punah

    Ini Daftar Hewan Langka yang Perlu Kamu Lihat Sebelum Punah Saat ini ada berbagai lembaga di seluruh dunia yang sedang mengupayakan penyelamatan terhadap hewan-hewan langka yang terancam punah. Meski begitu, daftar hewan langka mungkin tak akan habis, karena jumlahnya terus bertambah..
  • Ahad, 07 Februari 2021 - 19:13:51 WIB

    Berminat untuk Menjadi Penyelam? Ini Tipsnya untuk Pemula

    Berminat untuk Menjadi Penyelam? Ini Tipsnya untuk Pemula Menikmati pemandangan bawah laut memiliki kenikmatan dan keasyikan tersendiri. Beraneka ragam kehidupan berseliweran dalam perairan tersebut begitu memikat untuk ditatap dan disingkap kehidupan bawah laut tersebut yang sampai.
  • Senin, 01 Februari 2021 - 22:36:28 WIB

    Pembelajaran Ideal Anak saat Pandemi

    Pembelajaran Ideal Anak saat Pandemi Pandemi COVID-19 membawa dampak besar pada dunia pendidikan di Indonesia. Sebagian besar sekolah memutuskan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar online dari rumah..
  • Sabtu, 30 Januari 2021 - 11:17:10 WIB

    Nobody Wants To Be Stupid

    Nobody Wants To Be Stupid Seorang guru menyampaikan dalam rapat. “Kelas saya adalah kelas istimewa”. Mencoba mengangkat posisi , dan semua orang sudah mengira kata istimewa adalah konotasinya positif. Yang terbayang adalah anak-anaknya kreatif, ra.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]