404 Kab/Kota Alami Gizi Buruk


Sabtu, 19 Maret 2016 - 01:03:52 WIB
404 Kab/Kota Alami Gizi Buruk

JAKARTA, HALUAN — Berdasarkan Pemantauan Status Gizi (PSG) 2015, sebanyak 404 kabupaten/kota menderita permasalahan gizi parah yakni akut-kronis dan hanya 9 kab/kota yang tidak memiliki permasalahan gizi. Sementara, 63 lainnya masuk dalam kategori akut dan 20 wilayah berstatus kronis.

Direktur Gizi Masya­rakat Kementerian Ke­se­hat­an Doddy Izwardy menga­takan kategori akut-kronis merupakan tingkat terparah dalam permasalahan gizi. “Akut-kronis mengin­di­kasi­kan 20% atau lebih balita menderita stunting (pen­dek) dan 5% atau lebih menderita wasting (kurus),” kata Doddy, Jumat (18/3).

Baca Juga : Jakarta Hadirkan Taksi Terbang, LaNyalla: Sangat Diperlukan

Secara total, balita yang menderita gizi buruk di In­do­nesia sebanyak 3.8% dan gizi kurang sebesar 14.9 %. Se­mentara, 3.7% ter­golong sangat kurus dan 8.2% masuk kategori kurus. Sedangkan, 10.1 % digo­long­kan sangat pendek dan 18.9% dika­tegorikan pen­dek. Penderita gizi kurang terbanyak berada di Su­la­wesi Tenggara, balita pendek terbanyak di Nusa Tenggara Timur, dan balita kurs di Papua.

Sembilan kab/kota tan­pa permasalahan gizi yaitu Kab. Ogan Komering Ulu Timur dan Pagar Alam di Sumatera Selatan, Kab. Mu­ko-Muko dan Kota Beng­kulu di Bengkulu, Kab. Belitung Timur di Bangka Belitung, Kota Semarang di jawa Tengah, Kab. Tabanan di Bali, Kab. Tomohon di Sulawesi Utara, dan Kota Depok di Jawa Barat.

Baca Juga : Belajar dari Kasus Edhy Prabowo, RI Pastikan Stop Ekspor Benih Lobster

Buruknya permasalahan gizi di Indonesia ditenggarai karena pola hidup dan kon­sumsi masyarakat yang ti­dak sesuai. Kementerian Ke­se­hatan akan melakukan pe­nelitian lebih lanjut un­tuk mengetahui penyebab ban­yak­nya sebaran wilayah yang memiliki per­masalah­an gizi.

“Kami akan melakukan riset, untuk menemukan indikator-indikator yang menyebabkan keberhasilan dan kegagalan di wilayah-wilayah tersebut, terutama 9 wilayah tanpa masalah gizi agar dapat diterapkan di tempat lain,” kata Doddy.

Baca Juga : Ini Kronologi OTT KPK Terhadap Nurdin Abdullah, Diduga Terima Suap Rp 5,4 Miliar

Mengatasi per­masala­han gizi ini, Kementerian Ke­sehatan melakukan upa­ya pencegahan secara lang­sung dan tidak langsung. “Mulai dari pelayanan ke­hamilan, pemberian tam­bahan ma­kanan pada ibu hamil yang kurang energi kronik, sam­pai inisiasi me­n­yusui dini dan ASI ekslusif telah dila­ku­kan,” kata Dir­jen Kese­hatan Masyarakat Ke­men­terian Kesehatan An­ung Sugi­han­toro. Ke­men­terian Kesehatan juga akan b­e­kerjasama deng­an Mil­leni­um Challenge Ac­count (MCA) untuk me­mak­si­mal­kan pencegahan secara lang­sung dan tidak langsung.

Setiap tahunnya, Ke­men­terian Kesehatan me­nar­get­kan untuk mengu­rangi angka permasalahan gizi sebesar 2% per tahun. (h/cnni)

Baca Juga : Punya Harta Rp7,7 Miliar dan Lulusan Amerika, Dico Ganiduto Bupati Termuda di Jateng

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]