Kartu Trans Padang Nyaman Tapi Mahal


Sabtu, 19 Maret 2016 - 03:52:10 WIB

Kehadiran Bus Trans Padang mampu menjawab kebutuhan ma­syarakat Kota Padang, khususnya pada koridor pertama rute Lubuk Buaya-Pasar Raya. Angkutan massal ini mulai beroperasi Januari 2014 atau sudah dua tahun lebih.

Masyarakat pengguna angkutan umum menyambut gembira kehadiran Trans Padang ini. Betapa tidak, bus baru dileng­kapi fasilitas tempat duduk prioritas untuk para penumpang lanjut usia, ibu hamil, dan penumpang dengan anak serta penumpang berkebutuhan khusus.

Total penumpang bus ini sebanyak 40 orang, dengan rincian 20 orang duduk dan 20 orang berdiri dengan pegangan tangan. Bus ini beroperasi setiap hari mulai dari pukul 06.00 WIB hingga 20.00 WIB. Karcis dapat dibeli di halte dengan tarif sebesar Rp1.500 untuk pelajar dan Rp3.500 untuk umum untuk satu kali perjalanan (flat) jauh atau dekat.

Jumlah bus Trans Padang yang berope­rasi saat ini 15 unit. Pemko Padang akan menambah sebanyak 10 unit lagi yang diperkirakan beroperasi pada bulan April mendatang.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Infomasi (Dishub­komin­fo) Kota Padang, Rudi Rinaldi, pengo­perasian tambahan 10 unit Trans Padang ini diambil alih oleh Damri dan biaya operasionalnya juga menjadi tanggung jawab perusahaan milik pemerintah itu.

Dishubkominfo Kota Padang sudah menyiapkan teknis penambahan untuk koridor dua dan tiga yang direncanakan selesai pada tahun 2017.  Koridor dua untuk jalur Bungus, sedangkan koridor tiga diperuntukan untuk jalur Aie Pacah.

Setelah 2 tahun 3 bulan bus Trans Padang beroperasi, Pemerintah Kota Padang ingin meningkatkan pelayanan dan kenyamanan kepada penumpang. Pem­bayaran ongkos tidak lagi menggunakan uang tunai, melainkan dengan kartu elek­tronik. Untuk ini Pemko Padang bekerja sama dengan BRI. Kartu elektronik bus ini pun dinamakan kartu BRIZZI.

Peluncuran kartu elektronik Bus Trans Padang ini dilakukan oleh Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah Jumat (11/3) lalu. Namun kartu elektronik ini baru efektif berlaku April mendatang.

Kita tentunya mendukung setiap langkah perbaikan pelayanan yang dilakukan peme­rintah terhadap masyarakat. Pemberlakuan kartu elektronik ini seperti dikemukakan Kepala Dishubkominfo Padang, untuk mengurangi transaksi dalam bentuk uang tunai. Selain itu juga menghindari kecu­ra­ngan, karena bersifat transparan. Uang di­potong sesuai dengan jumlah pem­ba­ya­ran.

Namun menyangkut harga kartu elek­tronik ini banyak suara sumbang di tengah masyarakat. Harga satu kartu Rp20 ribu, belum termasuk isi. Masyarakat terutama kalangan pelajar termasuk mahasiswa menilai harga kartu terlalu mahal. Mereka membandingkan dengan kartu ATM Bank.

Hal tersebut menimbulkan tanda tanya. Sebaiknya  Pemko Padang dan pihak BRI menjelaskan secara transparan kepada masyarakat besaran biaya yang untuk sebuah kartu elektronik.

Tak salah kiranya jika kedua pihak, Pemko Padang dan BRI meninjau harga kartu elektronik tersebut. ***

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 27 Mei 2020 - 17:16:48 WIB

    Kartu Poros Singapura Hidup Lagi di Pilgub Sumbar

    Kartu Poros Singapura Hidup Lagi di Pilgub Sumbar HARIANHALUAN.COM - Saya membaca banyak berita Faldo Maldini akhir-akhir ini. Ketika dia melaju di Pesisir Selatan, namanya sempat hilang dalam pemberitaan Sumatera Barat. .
  • Rabu, 17 Februari 2016 - 03:45:52 WIB

    Tentang Kartu Identitas Anak

    Tentang Kartu Identitas Anak Kementerian Dalam Negeri membuat kebijakan baru di awal 2016. Melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 Tahun 2016, semua anak berusia di bawah 17 tahun diwajibkan memiliki Kartu Identitas Anak (KIA)..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]