Menciptakan Bahan Bangunan SNI

ITP Teliti Bata di Padang Pariaman dan Payakumbuh


Sabtu, 19 Maret 2016 - 04:25:40 WIB
ITP Teliti Bata di Padang Pariaman dan Payakumbuh

PADANG, HA­LUAN — Men­cip­takan bahan ba­ngu­nan khu­susnya batu bata yang mem­pu­nyai Standar Na­sional In­donesia (SNI), Institut Tek­nologi Padang (ITP) telah lakukan pe­nelitian di be­be­rapa daerah pem­buat bata di Sum­bar. Ada sekitar em­pat tempat yang menjadi sam­pel dan dua di antaranya saat ini sedang diteliti oleh dosen bidang materil jurusan Teknik Mesin, Ade Indra, ST MT.

“Saat ini penelitian sedang berjalan di Kabupaten Paria­man dan Kota Payakumbuh. Penelitian ini sasarannya tentu saja bagaimana ke depan Sum­bar bisa menghasilkan batu bata yang sudah berstandar baik dan akan aman jika di­gunakan oleh masyarakat,” ujar Ade saat ditemui Haluan, Ra­bu (16/3) di ruang kerjanya.

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Selasa 09 Maret 2021

Dikatakannya, Pariaman dipilih sebagai sam­pel un­tuk pe­nelitiannya karena beranjak dari gem­pa yang terjadi pa­da 2009 silam yang me­nye­babkan ba­nyak ban­gunan han­cur. ITP yang juga me­rupakan tim eva­luasi kela­yakan pas­ca gempa ber­tugas me­nge­valuasi rumah iba­dah termasuk rumah pen­du­duk sederhana apa bahan ba­ngunan yang digunakan.

“Kita menilai bahwa bahan materialnya khususnya batu batanya banyak yang tidak berkualitas, tidak memiliki SNI. Sebagian besar penduduk dan rumah ibadah dibuat de­ngan menggunakan batu bata tersebut,” terangnya.

Baca Juga : Pantai Air Manis Padang Masih Lengang, Omset Pedagang Anjlok

Dijelaskan Ade, tim eva­luasi tidak melarang peng­gunaannya namun meng­a­rah­kan dan memberikan edukasi serta sosialisasi untuk bisa menggunakan bata yang sudah SNI. Pada tahun 2010 lalu ITP dalam penelitiannya sudah me­ngembangkan dan mem­per­baiki mulai dari komposisi materialnya, cara mem­bakar­nya dan tekanan waktunya.

“ Untuk cara mem­bakar­nya temperaturnya harus sam­pai 1.000 derjat celcius supaya matang. Tekanan waktunya juga akan memperngaruhi kua­litas bata yang dihasilkan,” jelas Ade.

Baca Juga : Demam Tanaman Hias di Padang Terus Meluas

Penelitian yang sudah ber­ja­lan dan akan selesai pada 2017 mendatang diharapkan bisa mengarahkan si pembuat batu bata baik itu home in­dustry maupun pabrik peng­hasil bata mempunyai bata yang sudah SNI. Meskipun ITP baru me­lakukan penelitian di dua tempat, diharapkan ke depan bisa membuat si pembuat batu bata di Sumbar mempunyai bata yang sudah standar.

“Tujuan kita tentu saja un­tuk membuat bangunan yang ada di Sumbar ini kokoh mes­kipun gempa melanda. Tidak terjadi kerusakan parah seperti yang sudah terjadi,” tutup Ade. (h/win)

Baca Juga : Terancam Abrasi, Masjid Al-Hakim Padang Dipasang Batu Pemecah Ombak

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]